Ada Jurusan Kewirausahaan di Universitas Tamansiswa Padang

Ada Jurusan Kewirausahaan di Universitas Tamansiswa Padang

EkspresNews.com – Sebagai orang Minangkabau, pekerjaan yang paling dominan adalah wiraswasta atau berdagang. Pada dasarnya, hampir seluruh masyarakat Minang, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, mereka akan berusaha untuk berputar otak bagaimana cara menghasilkan fulus dengan cara berdagang. Entah itu kuliner atau barang dagangan lain.

WhatsApp Image 2019-01-09 at 10.30.43Menarik, Universitas Tamansiswa (Unitas) Padang diberi amanah oleh Kementerian Ristek Dikti melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) atau yang dulu dikenal dengan Kopertis Wilayah X menyerahkan Surat Keputusan Menteri sebagai ijin resmi menyelenggarakan pendidikan jurusan Kewirausahaan.

Hal ini didorong oleh latar belakang masyarakat yang cenderung berwirausaha dan bagaimana memberikan edukasi kepada masyarakat atau calon pekerja untuk tidak berpikir mencari kerja, melainkan dengan membuka lapangan kerja. Diharapkan dengan adanya Jurusan Kewirausahaan ini menjadi langkah maju dalam menciptakan wirausaha baru di Sumatera Barat.

Penyerahan SK Menteri Ristek Dikti oleh Prof Herri SE MBA selaku Ketua LLDIKTI Wilayah X kepada Rektor Unitas Padang Dr Ediwirman SP yang didamping oleh Dekan Fakultas Ekonomi Unitas Sepris Yonaldi dan Ketua LPMI Unitas Padang Dr Sunadi, di Ruang Pertemuan LLDIKTI Padang, beberapa waktu lalu.

“Kami mengapresiasi kepada pihak Universitas Tamansiswa Padang yang telah disetujui ijin penyelenggaraan pendidikan jurusan Kewirausahaan di kampusnya, semoga ini menjadi tantangan baru bagi pihak penyelenggara dalam hal ini kampus Universitas Tamansiswa,” ujar Prof Herri.

Dikatakannya pihak kampus sudah boleh melakukan penerimaan mahasiswa baru jurusan Kewirausahaan dan melaksanakan proses belajar mengajar pada semester ini. “Sekiranya sudah boleh untuk melakukan penerimaan mahasiswa dan sudah diijinkan melaksanakan proses belajar mengajar, ijinnya kan sudah keluar,” tambah Guru Besar Fakultas Ekonomi tersebut.

Sementara itu, Rektor Unitas Padang Ediwirman menyampaikan apresiasi kepada tim yang telah memenuhi seluruh aspek persyaratan prodi baru sehingga ijin penyelenggaraannya sudah diterbitkan oleh Kementerian. “Saya mengapresiasi kerja tim yang telah berhasil, semoga jurusan ini bisa bertahan dan kita sebagai penyelenggara pendidikan dapat memberikan edukasi kewirausahaan kepada mahasiswa-mahasiswa yang akan belajar nantinya,” ungkap Rektor bangga yang juga menunggu 1 SK jurusan Manajemen Ritel yang juga telah disetujui.

Selain itu, Dekan Fakultas Ekonomi Unitas Padang Sepris Yonaldi mengatakan akan bergerak cepat untuk memenuhi target yang telah disusun bersama tim. “Kita harus gerak cepat, selain jurusan Kewirausahaan ini adalah permintaan dari Presiden Joko Widodo saat melihat potensi SDM yang ada, kami bersama tim akan segera mempersiapkan proses penerimaan mahasiswa baru,” kata Sepris.

Sementara itu, ketua tim penyusun Prodi Kewirausahaan Abdi Masa mengatakan visi Unitas Padang tahun 2040 sebagai Asean Entrepreneurial University yang Berkarakter Ketamansiswaan adalah wujud nyata hadirnya prodi ini. “Kita akan berupaya untuk mewujudkan visi ini, dengan cara apa? Tentu dengan adanya prodi Kewirausahaan menjadi langkah positif bagi kampus untuk mewujudkannya. Kita mohon dukungan dari semua pihak,” kata Abdi. (Red)

Read more
Dari Soto Ayam Hingga Kolam Renang Hotel Grand Inna Padang

Dari Soto Ayam Hingga Kolam Renang Hotel Grand Inna Padang

grand-inna-muara-slide1

EkspresNews.com – Pagi itu cukup cerah untuk memulai hari. Suasana hati sudah mulai membaik setelah hujan yang berkepanjangan. Kali ini perjalanan menuju Kota Padang terasa cepat karena transportasi burung besi mendarat mulus di Bandara Internasional Minangkabau. Selamat datang di Kota Padang, Senin (14/01/2019).

Ada beberapa kegiatan yang mesti diselesaikan di tanah minang ini. Beberapa kegiatan yang juga harus dikejar cukup dikerjakan nanti saja di penginapan. Perjalanan dari Bandara ke hotel hanya memakan waktu lebih kurang setengah jam saja dengan kondisi jalan tanpa kemacetan. Kota ini masih sama, indah dan nyaman. Yang penting tiada kemacetan.

Untuk urusan penginapan, kita memilih Grand Inna Padang, di jalan Gereja No. 34 Padang. Saya memilih hotel ini karena beberapa kali sebelumnya sudah pernah menginap juga. Nuansa elegan dan modern terpampang saat kami masuk ke lobi hotel. Cukup luas, bahkan sangat luas lobinya. Proses cek-in yang sangat singkat membawa saya ke kamar 416 untuk beristirahat.

Sebenarnya, ada beberapa teman pemilik hotel di Kota Padang yang saya kenal. Karena beberapa pertimbangan, Grand Inna menjadi pilihan saya. Ada yang tahu, apa salah satu dasar pertimbangan saya memilih Grand Inna Padang?

Ya, benar sekali… Makanannya, coba tanya saja sama bagian resepsionist atau apalah namanya, saya selalu memesan Soto Ayam. Salah satu makanan terlezat yang pernah saya nikmati di Kota Bingkuang ini. Hmm, sudah terbayangkan bagi saya rasanya saat memesan. Tak tanggung-tanggung, saya langsung memesan 2 porsi. Saya harus berkenalan dengan kokinya. Hahaha. (Sekalian minta resep, boleh lah ya)

grand InnaOke, selain menu Soto Ayam yang sangat sukai, menu sarapan disana sangat sangat fantastis. Bagaimana tidak, kalian mesti coba sendiri. Disamping pelayanan yang tentunya sangat ramah, kalian akan disuguhi hampir seluruh makanan yang menurut saya, ya, super lezat. Beraneka ragam makanan tradisional yang ditawarkan, nyaris semua yang saya nikmati, anggaplah, dari 10 makanan, saya pasti memakan minimal 8 jenis makanan. Tapi yang perlu kalian cari disana, Hotel Grand Inna Padang, satu-satunya hotel yang memberikan kalian minuman tradisional.

Hmm… coba tebak? Teh Talua? Bukan. Di Hotel Grand Inna Padang juga menawarkan kalian minuman Sempayang. Saya sih menyebutnya begitu, karena saya gugling, hasilnya itu. Ha ha ha. Namun, ada juga yang menyebutnya Tempayang. You you semua harus cobain. Percayalah, selain enak, minuman ini kaya dengan khasiat, kalau tidak percaya silakan gugling sendiri apa khasiatnya.

Berhentilah makan sebelum kenyang. Oke, saat saya menulis ini, saya kembali memesan Soto Ayam, tapi sayangnya saya sudah cek-out dari Grand Inna Padang. Apa bisa pesan anter ya? Ga mungkin. Baiklah. Kita lanjutkan.

Untuk kebersihan, sudah menjadi standar semua hotel wajib bersih. Keramahtamahan pelayanan sudah menjadi nomor satu, saya rasa. Namun yang memikat hati di Hotel Grand Inna Padang ini adalah kolam renang. Jujur, saya saat berada di kolam renang, sudah merasa seperti milik pribadi. Tolong, ini jadi rahasia kita saja, karena kalau saya kembali lagi, pilihan menginap tetap di Grand Inna Padang dan yang pasti saya akan berenang.

Baiklah, terlalu panjang saya menuliskan ini juga tidak baik. Alangkah baiknya jika ada yang akan saya tulis, saya tulis pada tulisan terpisah saja. Nah, bagi kalian yang ingin juga merasakan bagaimana keseruan menginap dan memanfaatkan fasilitas Hotel Grand Inna Padang silakan coba dan silakan ketagihan sendiri. Kalian bisa cek-in di banyak aplikasi travel yang saya tidak mau sebutkan satu per satu (karena banyak ha ha ha) atau kalian bisa pesan langsung ke nomor yang telah disediakan. Jangan manja, gugling saja.

Oiya, satu lagi yang terlupakan. Setelah pintu masuk lobi, coba menoleh ke arah kanan, kalian bisa melihat pojokan yang berisi stand minuman cokelat. Coba deh, ampun, saya no comment soal ini. Coba saja saya bilang, dan rasakan sendiri sensasi cokelat asli daerah yang diolah oleh tangan profesional. Udah ah, coba saja rasakan sendiri.

Atau bagi kalian yang berada di Kota Padang, menikmati semua fasilitas itu tidak harus menginap juga. Misal, kalau mau berenang, ya datang aja. Atau mau Gym, juga ada. Nah, kalau mau mencicipi cita rasa makanan disana, apalagi Soto Ayam dan minuman cokelat yang tadi, datang aja. Orang disana ramah-ramah kok.

Terima kasih Grand Inna Padang, lain waktu kita bertemu lagi. Terima kasih pelayanannya.

Padang, 14 Januari 2019 (saya cek-out).

20181118_133610

Read more
KLIBSA Wujudkan Tua Sehat dan Produktif; Membangun Kawasan Ramah Lansia

KLIBSA Wujudkan Tua Sehat dan Produktif; Membangun Kawasan Ramah Lansia

EkspresNews.com – Seminar Kesehatan dan Pembangunan Lansia Indonesia yang digelar Komunitas Lansia Indonesia Bahagia, Bugar, Sehat dan Aktif (KLIBSA) dan Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia (YARSI) bersama Yayasan Sahabat Lansia Indonesia (YSLI), Kamis (20/12/2018) bertempat di Kawasan Rumah Sakit & Universitas Yarsi jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat Alhamdulillah berjalan sukses.

Chairman Whita Trade Betha A.Djardjis bersama Direktur YARSI Prof Dr Jurnalis Uddin.

Chairman Whita Trade Betha A.Djardjis bersama Direktur YARSI Prof Dr Jurnalis Uddin.

Prof Dr Emil Salim, Prof Dr Haryono Suyono, Prof Dr Jurnalis Uddin, Prof Dr Maizar Rahman, Prof Dr Kamarudin Abdullah, Dr Sofyan Awal & Selebriti Senior Titik Puspa Alhamdulillah semuanya adalah Senior Citizen yang umurnya sudah 80-88 yang masih Active Berkarya, masing-masing telah bercerita tentang Rahasia Tetap Productive Dimasa Tua.

Sylvia Djardjis Husman pendiri dan ketua dewan pembina KLIBSA menjelaskan kepada Indonesia Raya (Afiliasi EkspresNews.com), Jumat (28/12) di kediamannya, mengatakan melalui kegiatan ini KLIBSA mengajak para lansia menikmati anugerah kehidupan yaitu kebahagiaan, kebugaran, kesehatan dan terus aktif di usia lebih dari 60 tahun.

Lansia adalah seseorang yang telah berusia 60 tahun atau lebih yang ditetapkan World Health Organization (WHO) maupun Undang Undang Republik Indonesia nomor 13 tahun 1998 Tentang Kesejahteraan Lansia, jadi undang-undangnya adalah pemerintah menjamin kesejahteraan lansia, karena itu kehadiran KLIBSA untuk melayani dan melindungi lansia agar hak dasarnya terpenuhi dan membantu Pemerintah memberdayakan lansia untuk hidup sejahtera dan terus aktif.

“Oleh karena itu agar hak para lansia itu dapat terpenuhi, maka dibentuklah wadah sosial ekonomi bagi para lansia dan pelaku usaha pada industri ini dan agar Indonesia merdeka secara ekonomi khususnya Industri khusus lansia,” katanya.

Pemaparan Materi Persoalan Lansia di Indonesia.

Pemaparan Materi Persoalan Lansia di Indonesia.

Seminar ini mengusung tema “WHITA Senior Citizen Living Property Development/Mewujudkan Property Development dan wilayah yang aman, layak, dan memiliki suasana komunitas sehat untuk kaum Senior Citizen di Indonesia”. Selain itu Dr Nunung Rusmiati Executive Director KLIBSA & Henry F Jusuf Bendahara KLIBSA juga mempersiapkan program lokal dan internasional Tour khusus untuk senior citizen yang lengkap dengan team dokter medical servicenya, dan pada acara tersebut juga ditandatangani perjanjian kerjasama antara YSLI dengan YARSI.

Sementara itu Betha A.Djardjis Chairman Whita Trade menjelaskan World Halal Industry & Trade Alliance (WHITA) adalah perkumpulan berbagai Perusahaan, Lembaga Pendidikan dan Lembaga Swadaya Masyarakat di dunia, yang ingin membangun konsep Ekonomi Halal serta menyumbangkan pengetahuan, pengalaman, keterampilan usaha dan jaringan kerja kepada seluruh masyarakat di Kabupaten/Kota di Indonesia.

“InsyaAllah Februari/Maret direncanakan akan diadakan seminar ke 3 di Jakarta dengan Panel discussions, 1.WHITA Senior Citizen Living Property Development, 2.WHITA Senior Citizen Life style Program, 3.WHITA Senior Citizen Empowerment Program & Business Development Program,” katanya.

Artis dan Tokoh Masyarakat 3 Jaman, Titiek Puspa berbagi pengalaman sejahtera dan sehat dimasa tua.

Artis dan Tokoh Masyarakat 3 Jaman, Titiek Puspa berbagi pengalaman sejahtera dan sehat dimasa tua.

Selanjutnya dikatakan Betha A.Djardjis, Konsep Ekonomi Halal akan dilaksanakan melalui pola kerjasama antara Pemerintah dan Swasta (Public-Private Partnership) secara terpadu dan berkelanjutan untuk mengurangi kemiskinan dan membangun pondasi Ekonomi Halal yang kokoh di seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia.

Program kerja WHITA akan menyasar lima sektor utama yaitu, sosial kemasyarakatan, penguatan ekonomi, pengelolaan lingkungan, kesehatan dan pendidikan. Sentuhan awal pada sektor sosial kemasyarakatan dan Ekonomi Halal, adalah membangun pondasi rantai tata niaga industri makanan; pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan yang kokoh untuk mendukung keberhasilan pembangunan pada sektor lainnya secara berkelanjutan.

“Dengan visi membangun kehidupan sosial dan ekonomi halal sesuai ajaran Islam dengan mengedepankan kepentingan masyarakat (umat) di atas kepentingan pribadi. Dan misi membangun persaudaraan umat Islam dan toleransi terhadap pemeluk agama lainnya, membangun kepemimpinan yang kuat, amanah dan berwawasan global, membangun semangat kewirausahaan yang Islami, merencanakan, membangun dan mengembangkan model business berjamaah yang Islami,” ungkap Betha A.Djardjis.

Penyerahan cendramata dari pendiri dan ketua dewan pembina KLIBSA Sylvia Djardjis Husman.

Penyerahan cendramata dari pendiri dan ketua dewan pembina KLIBSA Sylvia Djardjis Husman.

Insya’Allah WHITA & Adhi Persada Property merencanakan untuk membangun WHITA Senior Citizens Living Property suatu Kawasan Ramah LANSIA yang di dlm nya ada Tower Pesantren Lansia, AGEFRIENDLY Hotel, serta Fasilitas Umum untuk Medical services, olah raga, Meeting rooms, serta pemberdayaan Lansia (Bertani Hydroponics, Industry Creative, dan lainnya) untuk sosialisasi awal kita mengadakan Seminar2 bekerjasama dengan RS MMC & RS YARSI, untuk menentukan model Market Deman dari Komunitas LANSIA (Senior Citizen).

Henry F Jusuf CEO PT WHITA APLIKASI NUSANTARA & EXECUTIVE COMMITTEE Halal Business Consortium tengah mempersiapkan Model Business Berjemaah ala Japanese Sogo Sosha Bersama Mr Yoshihiro Kobi Managing Director WHITA JAPAN CORPORATION untuk Perencanaan & Pengembangan WHITA Senior Citizen Living Property dengan President Director PT Adhi Persada Property Ir Agus Sitaba, insya’allah Prof Dr Harun Al-Rasyid Senior Consultant WHITA TRADE & Dr KH Robi Nurhadi serta Team Universitas Indonesia yang dipimpin oleh  Ir Edrial N Eddin MBA, lagi mempersiapkan Feasibility Study untuk project ini di Kawasan Sentul Bogor, ungkap Betha A Djardjis. (Adv/Abdi)

Read more