Bapemperda DPRD Samosir Kunjungi DPRD Agam

Bapemperda DPRD Samosir Kunjungi DPRD Agam

EkspresNews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Agam mendapat kunjungan dari Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara. Kunjungan tersebut guna mencari informasi tentang tanah ulayat dan pemanfaatannya.

Rombongan DPRD Samosir dipimpin oleh Ketua DPRD Samosir Rismawati Simarmata, didampingi Wakil Ketua Jonnes Simbolon, anggota Bapemperda Samosir dan Sekretariat DPRD Samosir. Rombongan diterima oleh Sekretaris DPRD Agam Indra, didampingi Plt. Kabag Pemerintahan Syatria, dari Bagian Hukum Oyong dan Dinas PMN Zulkarnaen, seluruh Kabag di Sekretariat DPRD Agam, Kasubag Verifikasi Reza serta Kasubag Humas dan Protokol Hasneril, di Aula II DPRD Agam, Jum’at (14/12).

Ketua DPRD Samosir, Rismawati Simarmata, mengatakan tujuan dari kunjungannya tersebut adalah untuk mencari informasi serta referensi tentang tanah ulayat, karena pihaknya tengah melakukan pembahasan Rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang tanah ulayat dan pemanfaatannya.

Ketua Bapemperda DPRD Samosir, Bolluson Pasaribu berharap pertemuan tersebut bisa memperoleh informasi terkait dengan permasalahan dan pemanfaatan tanah ulayat.

“Saat ini kami tengah membahas Ranperda tanah ulayat dan pemanfaatannya, untuk itu kami meminta gambaran dari DPRD Agam terkait dengan permasalahan-permasalahan terkait tanah ulayat. Karena sudah banyak terjadi masalah menyangkut tanah ulayat, untuk itu perlu sebuah aturan yang mengatur hal tersebut,” ungkapnya.

Sekretaris DPRD Agam Indra menyampaikan terimakasih karena telah memilih DPRD Kabupaten Agam sebagai objek kunjungan. “Kami sampaikan selamat datang di Lubuk Basung,” ujarnya.

Dalam sambutannya Sekwan DPRD Agam itu, menyampaikan permintaan maaf dari Ketua DPRD Agam karena tidak bisa ikut menyambut kedatangan DPRD Samosir karena sedang melaksanakan tugas diluar kantor mudah-mudahan informasi apa yang diperlukan bisa di dapat karena di pertemuan ini juga ikut dihadirkan dari pemerintah daerah yang membidangi tentang tanah ulayat dan Adat.

“Di Sumatera Barat sendiri belum ada kabupaten/kota yang telah membentuk Perda yang mengatur tentang tanah ulayat ini. Peraturan daerah tersebut baru ada di Provinsi Sumatera Barat yaitu Perda Nomor 16 tahun 2018 tentang Tanah Ulayat dan Pemanfaatannya,” jelas Sekretaris DPRD Agam itu. (Aji)

Read more
Tim RBRA Padang Panjang Kunjungi RPTRA Tanah Abang

Tim RBRA Padang Panjang Kunjungi RPTRA Tanah Abang

EkspresNews.com – Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Tanah Abang 3 di Jalan Taman Tanah Abang 3, Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, dikunjungi Tim RBRA (Ruang Bermain Ramah Anak) Padang Panjang, Sumbar, Jum’at (14/12/2018).

WhatsApp Image 2018-12-14 at 14.30.32Tim RBRA dipimpin Sekretaris Dinas Sosial PPKB dan PPPA (Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana dan Pengendalian Penduduk & Perlindungan Anak), Neti Herawati SH. Ikut mendampingi Ketua GOW (Gabungan Organisasi Wanita) Padang Panjang Ny. Era Asrul.

Kedatangan Tim RBRA Padang Panjang ini disambut Kepala Puskesmas Kecamatan Gambir Drg. I.G.A Rusmala Dewi bersama Pimpinan Puskesmas Kelurahan Petojo Selatan bersama staf dan pengelola RPTRA Tanah Abang 3.

Sebelumnya Tim RBRA Padang Panjang diterima Kabid Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemprov. DKI Jakarta, Kelik Miyarto dan Kepala Seksi Perlindungan Khusus Anak, Fatmawati. SKM, MARS beserta sejumlah staf di kantornya.

Kelik Miyarto setelah memberikan sambutan, merekomendasikan untuk melihat RPTRA Tanah Abang 3, yang bersebelahan dengan Puskesmas Kelurahan Petojo Selatan. Dibangun di atas lahan seluas 1.052 meter persegi melalui program corporate social responsibility (CSR). Sejumlah sarana olahraga seperti lapangan futsal, lapangan basket, lapangan voli, dan joging track, serta ruang pertemuan, taman bermain, laktasi, perpustakaan dan kolam ikan hias juga melengkapi RPTRA ini.

“Tujuan kedatangan ke sini, untuk belajar bagai mana mengelola tempat bermain ramah anak di Padang Panjang. Nanti kita bisa menyempurnakan RBRA Lembuti yang terletak di Kelurahan Koto Panjang,” kata Neti Herawati.

RBRA Lembuti saat ini sangat ramai dikunjungi anak anak bermain di sore hari. Hanya saja, kata Neti, saat ini masih perlu penyempurnaan pengamanan, sebab RBRA Lembuti terletak di tepi jalan depan Mapolres Padang Panjang yang dilewati banyak kendaraan.

Dibandingkan RPTRA Tanah Abang 3 keberasaan RBRA Lembuti masih jauh. “Lahan kita sempit. Tidak bisa untuk lapangan bulu tangkis. Tidak bisa juga untuk senam Lansia. Kecuali memakai badan jalan yang ramai dilewati kendaraan,” kata Neti.

Namun demikian, katanya, untuk bermain anak anak khusus Balita, mungkin bisa ditingkatkan pelayanannya seperti yang ada di RPTRA Tanah Abang. (A.S)

Read more
Mahar 500 Lembar Saham BMRI, Kepala Cabang Mandiri Sekuritas Padang Melepas Masa Lajang

Mahar 500 Lembar Saham BMRI, Kepala Cabang Mandiri Sekuritas Padang Melepas Masa Lajang

WhatsApp Image 2018-12-14 at 13.16.20EkspresNews.com – Kepala cabang Mandiri Sekuritas Padang Adrianda Anwar melepas masa lajang, Jumat (14/12/2018). Pria kelahiran 5 Juni 1990 ini meminang gadis cantik bernama Mutia Febriana dengan akad nikah di Islamic Center Kota Padang Panjang.

Menariknya, pria lulusan Magister Manajemen Unand itu menyerahkan mahar berupa 500 lembar saham Bank Mandiri. “Alhamdulillah, tadi sudah sah dan maharnya tentu saham Bank Mandiri. Tidak banyak, hanya 500 lembar saja, sang istri juga menerima dengan senang hati,” ujar Adrianda kepada EkspresNews.

Kedua insan yang tengah dimadu asmara tersebut terlihat berbahagia setelah prosesi akad nikah. Adrianda dan Mutia akan melangsungkan resepsi Minggu di Kanda Pinang Batang Arau, Batipuh, rumah orang tua Adrianda. Selamat menempuh hidup baru, semoga sakinah mawaddah warrahmah. Aamiin. (Abdi)

Read more

Sahabat Lansia Indonesia : Menggelar Seminar Kesehatan Klibsa Tahun 2018

EkspresNews.com – KLIBSA (Komunitas Lansia Indonesia Bahagia Seahtera dan Aktif) dan YARSI (Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia) bersama YSLI (Yayasan Sahabat Lansia Indonesia) akan mengadakan “Seminar Kesehatan dan Pembangunan Lansia Indonesia”, Kamis (20/12) bertempat Rumah Sakit Yarsi jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat.

WhatsApp Image 2018-12-14 at 10.55.52Seminar ini mengusung tema “WHITA Senior Citizen Living Property Development/Mewujudkan Property Development dan wilayah yang aman, layak, dan memiliki suasana komunitas sehat untuk kaum Senior Citizen di Indonesia” akan digelar YSLI melalui KLIBSA dan YARSI.

Adapun sebagai speech dan Keynote Speaker/Narasumber pada seminar ini adalah Dewan Penasihat KLIBSA (Prof. Dr. Haryono Suyono, M.A. Ph.D), Ketua Umum YARSI  (Prof. Dr. H. Jurnalis Uddin, P.A.K.), Direktur Utama Rumah Sakit YARSI (dr. Mulyadi Muchtiar, MARS), Prof. Dr. Emil Salim (22 Tahun menjabat sebagai Menteri di RI), Direktur Utama PT. Adhi Persada Property (Agus Sitaba), World Halal Industry Trade Alliance “WHITA” (Henry Jusuf).

Ketua Dewan Pembina KLIBSA Sylvia Djardjis Husman, Sekjen KLIBSA Dra.Dyah Lestari Andiyani, MM serta Executive Director KLIBSA Dr Nunung Rusmiati sudah mempersiapkan  Program  local & international Tour khusus untuk Senior Citizen yang lengkap dengan Team dokter-dokter Medical service nya.

Dr KH Robi Nurhadi khusus utk ummat Islam, sdh mempersiapkan Program Pesantren Lansia KLIBSA, sedangkan Agefriendly Hotel utk umum, sdh di programkan oleh Team FK UI yang dikoordinir Ir Edrial Eddin MBA. Senior Celebrity Titik Puspa akan Tampil sebagai model Lansia Productive di Abad ke 21 ini.

Prof Dr Harun Al-Rasyid dari WHITA TRADE akan mempersiapkan FS WHITA Senior Citizen Living Property. Bakti S Luddin Ketua umum YSLI & Agoestansil Syarosah Dewan Pembina YSLI lagi  mempersiapkan Strategic Partnership utk Pengembangan Kawasan Ramah Lansia di bbrp lokasi.

WhatsApp Image 2018-12-14 at 10.55.53Hal ini disampaikan Betha A Djardjis, Board of Trustee Klibsa, Jumat (14/12) di Jakarta, lanjutnya KLIBSA merupakan bagian dari WHITA yang didirikan untuk menjadi wadah sosial dan ekonomi bagi seluruh lansia dan pelaku usaha (Stakeholder) pada industri ini dengan melaksanakan strategi inclusive economy sebagai model agar Indonesia dapat mandiri dan merdeka secara ekonomi, khususnya pada aging industry (industri khusus lansia).

Selanjutnya Betha A Djardjis mengatakan populasi lansia di Indonesia pada tahun 2017 adalah sebesar 23,66 juta jiwa atau sebesar 9,03% dari penduduk Indonesia, yang mana secara proporsi diprediksi akan terus meningkat tiap tahunnya hingga 12,9% pada tahun 2030 (Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan 2017. Kilas balik pada tahun 2015, angka ketergantungan lansia adalah sebesar 13,28%, yang berarti tiap 100 orang penduduk Indonesia dengan usia produktif harus menanggung 14 orang lansia. (Badan Pusat Statistik 2015).

Dalam rangka melayani dan melindungi para lansia di Indonesia agar hak dasar mereka terpenuhi, YSLI melalui KLIBSA yang merupakan bagian dari WHITA (World Halal Industry & Trade Alliance), didirikan untuk menjadi wadah sosial ekonomi bagi seluruh lansia dan pelaku usaha (stake holder) pada industry ini, dengan melaksanakan strategi Inclusive Economy sebagai model agar Indonesia dapat mandiri dan merdeka secara ekonomi, khususnya pada “Aging Industry” (Industri khusus Lansia), ucapnya.

Dijelaskan Betha A Djardjis, WHITA adalah perkumpulan berbagai Perusahaan, Lembaga Pendidikan dan Lembaga Swadaya Masyarakat di dunia, yang ingin membangun konsep ekonomi halal serta menyumbangkan pengetahuan, pengalaman, keterampilan usaha dan jaringan kerja kepada seluruh masyarakat di Kabupaten/kota di Indonesia.

Konsep Ekonomi Halal akan dilaksanakan melalui pola kerjasama antara Pemerintah dan Swasta (Public-Private Partnership) secara terpadu dan berkelanjutan untuk mengurangi kemiskinan dan membangun pondasi Ekonomi Halal yang kokoh di seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia.

Ditambahkan keterangannya, program kerja WHITA akan menyasar lima sektor utama yaitu, sosial kemasyarakatan, penguatan ekonomi, pengelolaan lingkungan, kesehatan dan pendidikan. Sentuhan awal pada sektor sosial kemasyarakatan dan ekonomi halal, adalah membangun pondasi rantai tata niaga industri makanan, pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan yang kokoh untuk mendukung keberhasilan pembangunan pada sektor lainnya secara berkelanjutan.

Motivational event, Festival motivasi tahunan yang dilaksanakan setiap 1 Oktober, bersamaan dengan “Hari Lansia Sedunia”. Event ini diselenggarakan sebagai penyampai pesan kepada stakeholder internasional bahwa Indonesia sudah siap bekerjasama dan mengelola investasi pelatihan kreativitas bagi lansia di bidang handicraft, perkebunan organik, dan lainnya.

Penyelengaraan event ini bekerjasama dengan berbagai institusi pemerintahan serta pihak swasta yang memiliki visi yang sama. Age Friendly, melakukan seleksi, akreditasi dan penghargaan kota ramah lansia (Age Friendly Award) kepada seluruh Kabupaten dan Kota di Indonesia. Program diselenggaraan agar Pemerintah Kabupaten dan Kota di Indonesia termotivasi untuk membangun kota layak huni bagi seluruh warga berusia produktif maupun lanjut, baik yang sejahtera ataupun yang pra-sejahtera.

Pelaksanaan program ini akan menjadi entry point pembangunan aging industry di Indonesia secara terencana dan terukur, sehingga diharapkan akan memiliki dampak signifikan bagi peningkatan GDP Indonesia

Advokasi, Edukasi Kesehatan & Spiritual lansia merupakan bagian dari paket membership warga emas dengan biaya yang sangat terjangkau bagi seluruh lansia di Indonesia. Melalui program ini, para lansia akan dipandu agar dapat menikmati anugerah kehidupan yaitu kebahagiaan, kebugaran serta kesehatan, dan dapat terus aktif pada usia emas dengan aktifitas mingguan “Klibsa-Body, Mind & Soul Healing” yang merupakan senam pencegahan dan penyembuhan penyakit tubuh, pikiran dan jiwa.

Disamping itu KLIBSA mengadakan pelatihan-pelatihan kreativitas bagi lansia di bidang home industry seperti, Industri kerajinan tangan, Industri mikro sayuran organik, Industri makanan ringan dalam kemasan, Industri kuliner lokal. “Diharapkan dengan adanya home industry yang dijalankan para lansia, maka akan tercipta sumber pendapatan, kreasi serta motivasi baru bagi para lansia,” ungkap Betha A Djardjis. (Abdi)

Read more