Ketua DPRD Agam Hadiri Diklat Pembuatan Hiasan Busana

0

EkspresNews.com – Ketua DPRD Agam Marga Indra Putra menghadiri Diklat 3 in 1 pembuatan hiasan busana dengan alat jahit tangan Angkatan IV di Aula Kantor Camat Tanjung Mutiara, Jum’at (21/9). Kegiatan itu akan dilaksanakan selama 18 hari.

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Ketua Dekranasda Kabupatenn Agam Ny. Candra Trinda Farhan Satria itu, juga dihadiri oleh Kasi Diklat Provinsi Sumbar Sri Mulyati, Kabid Perindustrian Hendri, Sekretaris Camat Tanjung Mutiara, dan Kasubag Humas DPRD Agam Hasneril, serta 70 orang peserta diklat tersebut.

Ketua DPRD Agam Marga Indra Putra dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menunjuk Kecamatan Tanjung Mutiara menjadi tempat pelaksanaan Diklat 3 in 1 tersebut. Ia menyebutkan , ini merupakan pembuktian bahwa Kecamatan Tanjung Mutiara bisa menggelar kegiatan seperti diklat tersebut.

“Dengan hadirnya diklat ini, kita berharap bisa menambah motivasi bagi generasi untuk lebih serius lagi dalam menekuni seni menjahit ini. Kepada seluruh peserta diminta untuk bersungguh-sungguh dalam mengikuti diklat ini, sehingga nantinya ilmu yang didapat bisa menjadi modal, dan jangan disia-siakan, pergunakanlah waktu yang 18 hari ini,” ujar Ketua DPRD Agam tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Agam Ny. Candra Trinda Farhan Satria mengucapkan terima kasih kepada nara sumber yang tidak pernah bosan memberi ilmu kepada peserta diklat tersebut.

“Kita berharap kegiatan ini dari awal sampai selesai nantinya dapat memberi manfaat kepada peserta diklat. Diklat ini bertujuan untuk mengangkat perekonomian dan memunculkan ide-ide yang kreatif serta inovatif bagi kaum perempuan. Kedepan juga akan ada pembinaan dari dinas, untuk itu jadikan hari ini awal merubah perekonomian keluarga kita yang kreatif dan inovatif,” ungkapnya.

(Humas DPRD Agam)

Comments

comments

About author

redaksi

Redaktur adalah orang yang betanggung jawab penuh terhadap berita yang disuguhkan kepada pembaca. Redaktur umumnya berasal dari reporter lapangan yang dalam kariernya kemudian naik menjadi redaktur muda, madya dan kemudian redaktur kepala atau redaktur bidang, yakni yang membawahi bidang tertentu.