120 Pelajar Terjaring per Agustus 2018, Pol PP : Angka Kenakalan Pelajar Turun

0

EkspresNews.com – Kenakalan ditingkat Pelajar kota Sawahlunto cendrung mengalami penurunan, walaupun bermain diwilayah angka yang mengejutkan.

Sebut saja sampai akhir Agustus 2018 ini Satuan Polisi Pamong Praja Dan Damkar telah menjaring setidaknya 120 Siswa dan Pelajar se Kota Sawahlunto dengan berbagai permasalayan.

Kepada EkspresNews.com Kasad Pol PP dan Damkar Kota Sawahlunto melalui Kepala seksi Penegakan Perundang undangan (PPUD) satpol PP Dan Damkar Kota Sawahlunto Tribuana SH mengatakan Rata rata menjaring anak sekolah yang bolos dari Jam sekolah dan berposko Dan Merokok pada warung warung tertentu, yang kemudian setelah terjaring dan dilakukan pembinaan mereka kembali melakukan dengan berpindah tempat

Ada juga Pelajar SLTP dan SLTA terjaring operasi pelajar yang nongkrong ditempat keramaian, Mereka diamankan petugas saat nongkrong di pusat keramaian, warung kopi di jalan lingkar selatan dan beberapa tempat lainnya pada saat jam belajar mengajar berlangsung.

Guna membina para pelajar yang bolos sekolah itu, biasanya petugas menggelandang mereka ke Kantor Satpol PP Kota Sawahlunto , JSetibanya di Kantor Satpol PP mereka langsung diminta Berbaris dan mendapatkan Pembinaan.

” Namun bicara angka, tahun ini per Agustus 2018 Sudah mengalami penurunan did banding 2017 yang mencapai 170 pelajar sampai Agustus 2017″, Ujar Tri buana.

Sementara menurut Tri buana lagi dari total yang terjaring Beberap pelajar memang terindikasi melakukan penyalahgunaan Lem atau kecanduan. Mereka biasanya bolos sekolah ketempat tempat sepi bahkan sampai kebatas kota.

Untuk kasus kecanduan Lem ini pihaknya tidak bekerja sendiri, terkait dengan penyalahgunaan obat ataupun dengan media Lem mereka akan diserahkan kepihak Badan narkotika disamping dilakukan test urine, mereka diberikan pembinaan khusus bahkan mungkin bisa ketahap rehabilitasi. (Ab1)

Comments

comments

About author

redaksi

Redaktur adalah orang yang betanggung jawab penuh terhadap berita yang disuguhkan kepada pembaca. Redaktur umumnya berasal dari reporter lapangan yang dalam kariernya kemudian naik menjadi redaktur muda, madya dan kemudian redaktur kepala atau redaktur bidang, yakni yang membawahi bidang tertentu.