Peipei Siberut Barat Daya Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh

Peipei Siberut Barat Daya Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh

EkspresNews.com – Aktivitas warga Peipei Kecamatan Siberut Barat Daya, sempat lumpuh akibat banjir kemaren yang melanda daerah itu.
“Semua jalan banjir. Tidak bisa orang lewat. Banyak rumah yang tergenang” kata Camat Siberut Barat Daya Mateus Lajo saat dihubungi melalui media sosial miliknya Selasa, (7/8/2018).

Dia mengatakan, hujan yang turun sejak Minggu (6/8/2018) hingga Senin sangat deras sehingga hanya dalam waktu singkat Peipei Ibu kota Kecamatan Siberut Barat Daya langsung dikepung banjir.

“Banjirnya rata. Hampir semua rumah terendam banjir,” katanya.
Selain aktifitas warga yang lumpuh, lanjutnya, aktivitas Pemerintah Kecamatan dan Puskesmas pun ikut lumpuh sementara.

Mateus Lajo kemudian turun langsung ke sejumlah lokasi banjir bersama warga mengantisipasi terjadinya korban jiwa maupun harta benda dengan membantu warga setempat.

Mateus Lajo mengatakan hingga saat ini dirinya tidak mendapat laporan adanya korban meninggal dunia dan kerugian signifikan akibat banjir tersebut.

Namun lanjutnya, pada hari Selasa 7/8/2018 pagi, air sudah mulai surut dan aktivitas warga perlahan mulai Normal. (N)

Read more
Diterima di Universitas Al-Azhar, Khairul dan Arif Berharap Uluran Tangan Dermawan

Diterima di Universitas Al-Azhar, Khairul dan Arif Berharap Uluran Tangan Dermawan

EkspresNews.com – Khairul Amal El Hifzi ( 19) dan Arif Rahmatul Aji (19) kini harap-harap cemas. Keduanya diterima di Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir. Namun kedua tidak punya uang. Mereka dari Kayutanam, Padang Pariaman. Sudah dinyatakan lulus dan diterima di universitas terkenal tersebut.

Jika mengharapkan dari orangtua mereka saja tidaklah akan tercapai.
Khairul tamatan MAKN Muhammadiyah, Kauman Padang Panjang. Sedangkan Arif tamatan MAN 2 Limokaum, Batusangkar juga Santri Ponpes Darul Ulum Padang Magek. Mereka tamatan tahun 2018.

Senin (6/8) keduanya bertamu ke kantor Dinas Kominfo Padang Panjang dan menyampikan keluh kesahnya tentang kekurangan biaya untuk belajar ke Mesir.

Tahap awal, untuk biaya keberangkatan ke Mesir, masing-masing perlu biaya sekitar Rp30 juta. Untuk mendapatkan biaya itulah kedua berkonsultasi ke Dinas Kominfo dan diterima Ampera Salim yang sehari-hari sekretaris di dinas yang menjadi corong pemerintah daerah tersebut. Ikut juga Ketua PWI Padang Panjang Syamsudarman dan beberapa wartawan yang hadir saat itu.

“Tolong dibantu saya Pak. Kami butuh biaya. Kemena kami akan mengadu,” katanya dengan wajah sendu.

Kepada wartawan Khairul mengaku baru bisa mengumpulkan uang Rp7 jutaan. Sedangkan Arif baru Rp4 juta. Pengakuan keduanya, uang tersebut pun berasal dari sumbangan orang-orang yang peduli kepada mereka.

Kairul merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan suami istri Syatrul Hizi –Triwales Asih Indriani. Syatrul bekerja sebagai mekanik kecil-kecilan, sedangkan istrinya hanyalah seorang ibu rumahtangga.

Sementara Arif anak ke enam dari tujuh bersaudara pasangan suami istri Ajirin dengan Mawarni Murni. Ajir hidup bertani di Lubuk Napa, Anduring, Kayutanam. Ibunda Arif hanyalah seorang ibu rumahtangga dan dalam keseharian membantu suaminya sebagai petani di ladang.

Semenjak dinyatakan lulus di Universitas Al Azhar melalui Kementerian Agama RI 30 Juni 2015 lalu, keduanya benar-benar bangga. Tidak mudah untuk lulus. Keduanya bersaing dengan 7.000-an calon mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Sebelumnya, setelah mendaftar secara online Kahrul menjalni ujian tertulis di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sedangkan Arif mengikuti tes di UIN Susqa Riau di Pekanbaru dan dinyatakan lulus.

Namun di balik rasa bangga kelulusan itu, baik Khairul dan Arif terkendala dengan biaya kuliah yang diperlukan.

Uang puluhan juta yang dibutuhkan tidak mudah didapat. Mengandalkan uang dari orang tua saja tidaklah mungkin. Berapa benarlah penghasilkan kedua orang tua mereka. Untuk hidup sehari-hari saja sudah berhemat-hemat. Adik-adik Arif juga butuh biaya sekolah.

Pengakuan Arif dan Khairul, saat ini paspor sudah mereka siapkan termasuk persyaratan ain yang dibutuhkan.

Arif Rahmatul Aji terbilang anak berprestasi. Tahun 2017 Arif merupakan juara pertama lomba musabaqah fahmil Quran pada pekan musbaqah kampus (PKMK) tingkat SLTA se-Sumatra Barat.

Di tahun yang sama Arif terbaik dua MTQ Smanssu Gempati Muharram ke-6 tingkat SLTA se-Sumbar dan juara pertama Olimpiade Toafl dalam lomba bertema Opitimalisasi dan eksistensi bahasa Arab dan seni berbahasa dan berbudaya di bumi Minangkabau.

Sedangkan di bangku sekolah, berkali-kali tampil sebagai juara di kelasnya.

Tidak jauh beda dengan Khairul. Ia berhasil menampatkan pendidikan di MAKN Kauman Padang Panjang dengan nilai rata-rata 83 dan dari bangku kelas I sampai tiga di Kauman, berkali-kali juara kelas diraihnya. Paling tidak tiap menerima rapor semesnter masuk 10 besar.

Menunggu jadwal keberangkatan ke Mesir September mendatang, kini keduanya berupaya menghubungi orang-orang yang peduli pada mereka. Ditunggu kepedulian kita bersama. (A.M)

Read more
Pasca Gempa Lombok, Warga Mentawai Diimbau Waspada

Pasca Gempa Lombok, Warga Mentawai Diimbau Waspada

EkspresNews.com – Gempa 7 SR yang mengguncang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (5/8/2018) malam memang tidak dirasakan getarannya di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Namun pada hari yang sama, setidaknya empat kali gempa juga mengguncang Kepulauan Mentawai dengan magnitudo yang berbeda yakni 5,6 SR pada pukul 14.56 wib, 4,4 SR pukul 16.40 wib, 4,0 pukul 16.49 wib dan 5,1 SR pada pukul 16.51 wib.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Mentawai Amir Ahmari saat dikonfirmasi via telepon seluler miliknya Senin, (6/8/2018).
“Iya memang Mentawai juga kemaren diguncang Gempa. Itu ada 4 kali guncangan,” katanya.

Atas bencana tersebut, Amir meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman gempa susulan meskipun intensitas dan magnitudenya lebih kecil. Tak hanya itu, ia juga meminta masyarakat untuk tidak mempercayai berita hoax yang menyebar pasca gempa.

Lebih lanjut katanya, imbauan kepada masyarakat terus dilakukan. Himbauan sendiri disampaikan melalui radio milik Pemkab Mentawai. Warga diimbau untuk tetap waspada dan tidak terlalu lelap dalam tidur.

Kondisi Kabupaten Kepulauan Mentawai pasca terjadinya gempa terpantau aman dan kondisi tidak ada laporan kerusakan signifikan akibat gempa. “Untuk saat ini kondisi Mentawai aman, belum ditemukan dampak yang signifikan,” pungkasnya. (N)

Read more