DKI Jakarta Juara Umum OSN 2018 di Sumbar

DKI Jakarta Juara Umum OSN 2018 di Sumbar

EkspresNews.com –¬†Provinsi DKI Jakarta berhasil meraih juara umum Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2018 yang digelar di Kota Padang, Sumatera Barat, sejak 1 Juli hingga 7 Juli 2019. Dalam perlombaan yang memperebutkan 420 medali tersebut Provinsi DKI Jakarta berhasil mengumpulkan 19 medali emas, 24 perak dan 29 perunggu.

Sementara untuk juara kedua disabet oleh Provinsi Jawa Timur dengan perolehan 13 emas, 18 perak dan 26 perunggu, sedangkan peringkat ketiga Provinsi Banten dengan perolehan 11 medali emas, 14 perak dan 11 perunggu. Sementara tuan rumah Provinsi Sumatera Barat hanya memperoleh 12 medali terdiri dari satu emas, empat medali perak dan tujuh medali perunggu.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy mengucapkan selamat kepada Provinsia DKI Jakarta yang berhasil mempertahankan diri sebagai juara umum OSN 2018, sebelumnya mereka juga berhasil menggondol juara umum dalam gelaran OSN 2017 di Provinsi Riau. “Saya berharap provinsi lain terus berusaha mengejar ketertinggalannya sehingga juara umum itu tidak didominasi oleh salah satu provinsi saja,” kata dia.

Sekarang pihaknya terus mengupayakan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Pihaknya telah merancang strategi agar pemerataan kualitas pendidikan terlaksana, hal itu sangat tergantung dengan pelaksanaan di lapangan. “Salah satu strategi kita adalah kebijakan zonasi yang menjadi titik simpul dari semua kebijakan agar pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia,” kata dia.

Selain itu dirinya mengapresiasi Provinsi Sumatera Barat yang telah berhasil menjadi tuan rumah pelaksanaan OSN pada tahun ini. “Sumbar telah menjadi tuan rumah yang baik dengan sarana dan prasarana yang bagus. Kami berterima kasih atas hal tersebut,” kata dia. (ant/Riko)

Read more
Terkait Korupsi, Mantan PM Pakistan Divonis 10 Tahun Penjara

Terkait Korupsi, Mantan PM Pakistan Divonis 10 Tahun Penjara

EkspresNews.com – Mantan Perdana Menteri (PM) Pakistan Nawaz Sharif divonis 10 tahun penjara atas dakwaan korupsi yang menjeratnya. Vonis ini dijatuhkan secara in absentia karena Sharif belum pulang ke Pakistan setelah terbang ke London, Inggris untuk menemani istrinya yang menjalani pengobatan kanker.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (7/7/2018), penjatuhan vonis ini memicu pertanyaan soal apakah Sharif akan kembali ke Pakistan nantinya. Diketahui bahwa Pakistan tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Inggris.

Sharif dilengserkan dari jabatannya sebagai PM Pakistan periode ketiga oleh Mahkamah Agung Pakistan, tahun lalu. Pencopotan Sharif ini menyusul penyelidikan atas dugaan korupsi terhadap keluarganya. Dugaan korupsi terhadap Sharif bermula dari kebocoran Panama Papers tahun lalu, yang membuat media ramai memberitakan gaya hidup mewahnya dan properti kelas atas milik keluarganya di London.

Selain dicopot, Sharif juga dilarang terjun kembali ke politik seumur hidupnya. Namun dia tetap menjadi simbol kuat bagi Partai Liga-Nawaz Muslim Pakistan (PML-N) yang kini berkuasa di Pakistan. Dalam tanggapannya atas vonis 10 tahun penjara yang dijatuhkan pengadilan, Sharif menyebut dakwaan korupsi yang dijeratkan kepada dirinya sebagai konspirasi dari kekuatan militer yang kuat dan menguasai Pakistan beberapa dekade terakhir.

“Hukuman ini tidak bisa menghentikan saya dari perjuangan saya,” tegas Sharif dalam konferensi pers di London.

Ditambahkan Sharif bahwa dirinya akan kembali ke Pakistan dan menghadapi vonis penjara yang dijatuhkan kepadanya, setelah dia berbicara dengan istrinya yang kini masih dirawat dan menggunakan alat bantu pernapasan. Sharif juga mendorong para pendukungnya untuk memilih PML-N dalam pemilu yang akan digelar 25 Juli mendatang.

Unjuk rasa kecil sempat pecah di pengadilan Islamabad usai vonis dijatuhkan. Aksi protes juga sempat muncul di sejumlah kota Pakistan lainnya, termasuk Multan di Punjab, yang menjadi markas kuat Sharif. “Kami menolak putusan ini,” ucap saudara laki-laki Sharif, Shahbaz Sharif, yang kini memimpin PML-N. (dtc/Riko)

Read more