Kapolres Solok Kota  Bekuk Otak Pelaku dan Pengedar Uang Palsu

Kapolres Solok Kota  Bekuk Otak Pelaku dan Pengedar Uang Palsu

EkspresNews.com – Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat di Kota Solok. Dengan sigap, Polres Solok Kota berhasil bekuk empat orang pelaku pengedaran uang palsu. Keempar tersabgka itu adalah diduga satu orang sebagai otak atau pembuat uang palsu, dan tiga lagi sebagai  pengedarnya.

WhatsApp Image 2018-07-03 at 14.28.56Pelaku  kasus pemalsuan dan pengedaran uang palsu di bekuk di Ampang Kualo, Kota Solok, Senin (2/7). Satu orang pembuat uang rupiah palsu dan tiga orang sebagai pengedar, dan keempat pelakubtersebut sampai berita ini diturunkan diamankan jajaran Sat Reskrim Polres Solok Kota.

Demikian diungkapkan Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, didampingi Wakapolres Kompol Sumintak, dan Kasat Reskrim AKP Zamri Elfino. Gelaran press release kepada awak media di Mapolres Solok Kota, Senin sore (2/7).

Kapolres Solok Kota mengungkapkan, dari kasus tersebut, dan dari olah TKP, jajaran Sat Resrim Polres Solok Kota berhasil mengamankan Pelaku berinisial AF, yang diduga bertindak sebagai Otak Pembuat uang palsu.  Pria yang masih dibawah umur berusia 17 tahun, merupakan Pelajar (kelas 2 SMK). Alamat Jorong Aur Gading, Kel. Nagari Limo Koto, Kec. Koto Tujuh, Kab. Sijunjung. Lokasi penangkapan  adalah Tanjung Ampalu Kel. Limo Koto. Kec. Koto Tujuh. Kab. Sijunjung. Pelaku berperan sebagai Memalsukan uang.

“Sedang pelaku lainya adalah FA  18 tahun,  Pengangguran. Alamat Jorong Kamp Baru Kel.  Palaluar, Kec. Koto Tujuh, Kab. Sijunjung. Lokasi penangkapan di Ampang Kualo, Kel. Kampung Jawa, Kec.Tanjung Harapan Kota Solok. Peran,  Mengedarkan hasil cetakan uang palsu dari AF,”ujarnya.

Kemudia kata Dony, pelaku JF, 15 tahun Pengangguran. Mengkudu Kodok, Kel. Nagari Limo Kota, Kec. Koto Tujuh, Kab. Sijunjung. Lokasi penangkapan, Tanjung Ampalu Kel. Limo Koto. Kec. Koto Tujuh. Kab. Sijunjung. Peran, Memotong uang palsu, menyimpan dan mengedarkan.

“Dan selanjutnya TA alias TOBY 20 tahun, Pekerjaan  Pengangguran, Alamat  Jorong Bungo, Kel. Palaluar, Kec. Koto Tujuh, Kab. Sijunjung. Lokasi penangkapan, Ampang Kualo, Kel. Kampung Jawa, Kec.Tanjung Harapan Kota Solok. Peran,  Memotong uang palsu, menyimpan dan mengedarkan,”urainya.

Menurut Dony Setiawan, pengungkapan kasus pemalsuan dan pengedaran uang palsu ini, merupakan kasus pertama yang ditangani Polres Solok Kota, setidaknya dalam lima tahun terakhir. Dari tangan pelaku ditemukan barang bukti adalah berupa, 1 unit PC ( CPU merek ALCATROZ warna Hitam, Monitor merek Dell warna hitam, keyboard merek Genius warna hitam dan Mouse merek Genius warna Putih). Printer Canon P2770 warna hitam.

Barang Bukti uang palsu Rp. 500.000,- ( dari TKP warung tempat tersangka belanja rokok). BB uang hasil kembalian dari belanja di warung Rp. 362.000,- BB uang Palsu Rp. 16.900.000,- (dari Tsk Alan). BB uang palsu Rp. 1.000.000,- dari rumah Tsk Aidil (Dpo). Besaran jumlah uang palsu yang berhasil diamankan
184  lembar uang rupiah palsu nominal Rp 100 ribu, uang asli Rp 362 ribu, satu unit handphone, satu unit komputer, satu unit printer dan kertas HVS.

Doni Setiawan menyatakan, penangkapan terhadap keempat pelaku, berawal dari informasi pemilik warung sekitar pukul 10.15 WIB, Minggu (1/7).  beberapa pemilik warung merasa curiga dengan uang yang dibelanjakan dua pelaku untuk membeli rokok di warung mereka.

Maka dari informasi tersebut terang dony, hal itu langsung disikapi personel dengan mendatangi warung dan melihat sendiri uang palsu tersebut. Gerak cepat personel berhasil mengidentifikasi ciri-ciri dan keberadaan pelaku. Pada pukul 15.00 WIB, kedua pelaku FA dan TA, berhasil diringkus, di Ampang Kualo Kita Dolok.bkemjdian setelah diinterogasi, kedua pelaku mengaku mendapatkan uang tersebut dari seorang pelajar di Koto Tujuh, Kabupaten Sijunjung. “Kapolres Solok Kkta langsung lakukan koordinasi dengan Polres Sijunjung, dengan sigap  kedua tersangka lain, AF dan JF, akhirnya berhasil diamankan.  Dan sampai berita ini diturunkan,  Keempat pelaku diamankan di sel tahanan mapolres Solok Kota,” jelasnya.

Lebih lengkap disampaikan Dony, Modus operandi yang digunakan oleh tersangka, adalah dengan cara membeli sebungkus rokok di warung milik pelapor seharga Rp. 23.000,- dengan menggunakan uang pecahan Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah). Pelapor mengembalikan kelebihan uang tersebut kepada tersangka dan kemudian setelah tersangka pergi, pelapor mengecek ulang uang tersebut. karena perbedaan warnanya buram dan kertasnya sangat berbeda dengan uang pecahan Rp. 100.000,- yang dimiliki oleh pelapor.

Sedangkan papar dia, modus operasi adalah, tersangka mencetak uang palsu dengan cara mencari lewat internet, gambar uang pecahan Rp. 100,000,- (seratus ribu rupiah), menggunakan handphone. Kemudian gambar tersebut dipindahkan ke PC, lalu diolah dengan software microsoft word dengan cara disesuaikan ukurannya. Dan Ukuran uang diperoleh juga dari internet.

“Setelah itu dicetak di kertas HVS menggunakan printer,  dan dipotong sesuai dengan ukuran cetakan. Kemudian uang palsu tersebut digunakan dengan cara berbelanja di warung-warung secara berpindah-pindah,”katanya.

Tersangka (Alan) termotivasi karena cerita temannya yang telah lebih dahulu mencetak uang palsu. Dan mengedarkannya sehingga tersangka tertarik untuk mencoba mencetak uang palsu,  dan mengedarkannya.

Dony menjelaskan, adapun wilayah tersangka mengedarkan uang palsu itu adalah. Kab Solok 3x, Kec. Sungai Lasi 2x, dan Kec.IX Koto Di atas 1x.
Hari Minggu 1 Juli 2018. Uang yang dibelanjakan Rp.300.000,-

Kota Solok 2x, Laing dan Ampang Kualo.Hari Minggu 1 Juli 2018. Uang yang dibelanjakan Rp.200.000,- kemudian di Sawahlunto 10x, hari Selasa, 19 Juni 2018, dengan jumlah  Uang yang dibelanjakan Rp.1.000.000. Lalu di Sijunjung,  14x, yakni hari Rabu, 20 Juni 2018. Dengan jumlah Uang yang dibelanjakan Rp. 1.400.000,-.

Kapolres Solok Kota Dony menyebutkan, pemalsuan yang dilakukan pelaku, sangat amatiran. Pelaku menurutnya tidak memiliki ilmu desain grafis yang cukup dan hanya mengandalkan kualitas printer.

Lebih jelas disampaikan Dony, Gambar uang diunduh di internet, lalu hasilnya dipindahkan ke PC (komputer pribadi). Ukuran uang juga diketahui dari internet. Hasil unduhan tidak diedit dengan aplikasi grafis, tapi langsung ditimpa ke microsoft word. Tapi hasil cetakan sangat baik, meski dicetak di kertas HVS,  dari Pengakuan tersangka pembuat uang palsu, akan terus didalami dengan teknik IT. Salah satunya dengan melacak cookies di PC tersangka.

Kapolres Solok Kota mejelaskan, dari Pengakuan tersangka, dia mulai mencetak uang rupiah palsu itu jelang lebaran. Namun, kita tidak percaya begitu saja dengan pengakuan tersangka. Pada jejak cookies di PC, akan diketahui kapan tersangka mulai mencetak, termasuk jumlah lembar uang yang dicetak.

Dalam kesempatan itu, Kasat Reskrim AKP Zamri Elfino mengungkapkan,  dari hasil interogasi, keempat pelaku mengaku telah melakukan transaksi sebanyak 29 kali. Diantaranya di  5 TKP di wilayah hukum Polres Solok Kota, 10 TKP di Sawahlunto dan 14 TKP di Kabupaten Sijunjung.

Zamri Elfino menyatakan, Ancaman hukuman untuk pengedar memang lebih berat dari pembuat. Kepada dua pelaku yang masih di bawah umur, penanganan akan dilakukan khusus sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak.
“Pelaku dijerat pasal 36 ayat 1 dan ayat 3, UURI No. 7 Tahun 2011, tentang Mata Uang, ancaman 10-15 Tahun Penjara, denda 10-50 Milyar,” jelas Zamri Elfino….

Dia meminta  masyarakat agar selalu waspada setiap saat. Dan kalau melihat dan menemukan masyarakat yang mencurigakan terhadap transaksi jual beli, terutama terindikasi menggunakan uang palsu, dilingkungan mereka masing-masing,  Agar secepatnya melaporkan ke pihak kepolisian. (Roni Natase)

Read more
Deri Asta – Zohirin Unggul 46,7 Persen di Pilkada Sawahlunto

Deri Asta – Zohirin Unggul 46,7 Persen di Pilkada Sawahlunto

Dekalarasi-Deri-Asta-Zohirin-SayutiEkspresNews.com – Berdasarkan data penghitungan suara dari tim pemenangan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Sawahlunto, dengan nomor urut 3 Deri Asta – Zohirin Sayuti memperoleh suara terbanyak saat pilkada serentak di Sawahlunto, Rabu (27/6.).

Dalam penghitungan suara, ratusan warga dan simpatisan sangat ramai serta antusias dalam menyaksikan dan mengikut proses tersebut di posko pemenangan (Derazs)  yang dikumpulkan dari 130 TPS yang ada di kota Sawahlunto.

Menurut Deri Asta, penghitungan suara yang diperoleh dari tim Derazs di 130 TPS se-Kota Sawahlunto, meraih perolehan suara tertinggi dan mengungguli rivalnya, ini merupakan suatu amanah dan kepercayaan masyarakat dalam membangun Sawahlunto kedepannya. “Alhamdulillah, dengan hasil penghitungan yang diperoleh, kita menang,” kata Deri.

Lanjut Deri, hasil penghitungan suara ini, seluruh tim pemenangan agar tetap menjaga pilkada badunsanak berjalan dengan aman dan kondusif tanpa ada arak-arakan. Ini akan menjadi kemenangan untuk seluruh masyarakat Kota Sawahlunto.




“Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Sawahlunto, mari kita bersama-sama membangun Kota Sawahlunto, kami akan mengakomodir semua masukan dan visi misi yang baik demi kemajuan Kota Sawahlunto,” tegasnya.

Sedangkan berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Kota Sawahlunto di https://infopemilu.kpu.go.id/pilkada2018/hasil/cepat/t2/list/nasional, pasangan nomor urut 3 mendapatkan suara sebanyak 46,7 persen, sedangkan rivalnya nomor urut 2 sebanyak 33,8 persen, nomor urut 1 sebanyak 19,5 persen. (Ab1)

Read more
Bangun Desa, Kades Nemnem Leleu Prioritaskan Infrastruktur Jalan Pertanian

Bangun Desa, Kades Nemnem Leleu Prioritaskan Infrastruktur Jalan Pertanian

EkspresNews.com – Dalam meningkatkan kelancaran akses masyarakat untuk menunjang perekonomian di Desa Nemnem Leleu Kecamatan Sipora Selatan, pembangunan infrastruktur terus dilakukan. Dengan dibiayai Dana Desa, desa tersebut prioritaskan pembangunan jalan menuju sentra perekonomian, yakni pertanian.

jalan Mentawai“Tahun ini kita fokus dan prioritaskan pada infrastruktur jalan pertanian, sebab itu sangat membantu aktifitas masyarakat untuk memperlancar pengolahan hasil bumi,” kata  Kades Nemnem Leleu Sese Katetbaga saat dimintai keterangan Jumat, (29/6/2018).

Dikatakan Sese Katetbaga, pembangunan desa saat ini belum maksimal dikarenakan keterbatasan anggaran. Oleh karenannya, pembangunan dilakukan secara bertahap. “Membangun akses jalan pertanian itu  kami lakukan secara bertahap” tuturnya.



Dikatakannya, ADD tahun 2018 Desa Nemnem Leleu senilai 2,208 miliar, 60 persennya akan difokuskan untuk  pembangunan satu unit sekolah PAUD dan pembangunan 6 unit jalan pertanian di 6 (enam) titik yang  nanti akan berfungsi mempermudah akses jalan warga ke lokasi pertanian. (Nobel)

Read more
Antara Presiden dan Harga Minyak Dunia, Menyoal Kenaikan Harga BBM ?

Antara Presiden dan Harga Minyak Dunia, Menyoal Kenaikan Harga BBM ?

EkspresNews.com – Senin pagi, 4 Mei 1998, Menteri Pertambangan dan Energi Kuntoro Mangkusubroto dan Menteri Perhubungan Giri Suseno duduk di ruang tunggu Bina Graha. Keduanya siap menghadap Presiden Soeharto untuk menyampaikan berbagai skenario kenaikan harga BBM, tarif listrik, dan tarif angkutan umum.

Jokowi Oke LagiTiga hari sebelumnya, di hadapan DPR dia berkeras untuk tidak menaikkan harga BBM mengingat kondisi krisis yang akan sangat memberatkan masyarakat. Tapi Presiden Soeharto rupanya punya pertimbangan lain. Kepada kedua menteri itu dia meminta agar kenaikan harga BBM dari Rp 700 menjadi Rp 1.200 diumumkan siang hari itu juga. Meski terkejut dan bertolak belakang dengan pendapatnya mengingat dampak yang akan dihadapi masyarakat, dia tak bisa berkelit.

“Jujur, saya dan beberapa teman Menteri di sektor ekonomi tidak tahu alasannya. Tapi yang pasti penaikan harga BBM saat itu bukan menggunakan formula yang umum dipakai oleh Kementerian saya,” ucap Kuntoro mengenang situasi kala itu kepada CNNIndonesia, 21/05/2015.

Keputusan itu disambut masyarakat dan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di tanah air dengan marah. Mereka berunjuk rasa, bentrokan dengan aparat tak terhindarkan. Guna meredam situasi, Soeharto meminta kembali Kuntoro untuk menurunkan harga BBM selang beberapa hari kemudian. Tapi situasi sudah di luar kendali. Penurunan harga tak menurunkan tensi tekanan mahasiswa. Puncaknya, 21 Mei 1998 Soeharto menyatakan berhenti sebagai Presiden.

Kementerian ESDM mencatat sepanjang Soeharto berkuasa selama 32 tahun, dia telah menaikkan harga BBM 19 kali, dari Rp 2 per liter hingga Rp 1.200 per liter.

Memasuki era reformasi 1998, kondisi perekonomian yang masih labil dan politik yang masih liar membuat tiap-tiap presiden cenderung menjauhi kebijakan tak populer ini. Presiden BJ Habibie termasuk beruntung tak perlu mengambil kebijakan kenaikan BBM karena usia kekuasaan yang singkat, 18 bulan.

Presiden Abdurahman Wahid yang menggantikan Habibie pasca Pemilu 1999 tak bisa berkelit. Dia sempat menunda rencana kenaikan harga pada Maret 2000 karena tekanan public. Tapi pada Oktober 2000, Gus Dur akhirnya menaikkan harga BBM sebesar 12 persen, dan 20 persen pada April 2001. Demonstrasi mahasiswa menyambut kebijakan tersebut.

Di era Megawati Soekarnoputri, harga BBM sempat naik empat kali. Sementara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, meski dipilih langsung oleh rakyat, nyatanya juga selalu gamang saat harus menaikkan harga BBM. Selama berkuasa, 2004-2014, dia tercatat tujuh kali menaikkan harga BBM. Pengumuman lazimnya dilakukan oleh menteri terkait.

Tapi terkait penurunan harga menjelang masa kepemimpinannya di periode pertama, Januari 2009, SBY sendiri yang melakukannya. Para pengamat pun mengkritik langkah tersebut sebagai pencitraan semata.

Lain lagi dengan Jokowi. Selang beberapa pekan usai dilantik sebagai Presiden, dia tampil mengumumkan kenaikan harga BBM. “Kalau dulu yang mengumumkan kenaikan BBM itu kalau tidak saya, ya menteri. Kalau sekarang langsung Pak Jokowi seperti yang Anda lihat semalam,” ujar Kalla saat membuka acara Risk and Governance Summit 2014, 18 November 2014.

Hal itu dimungkinkan karena elektabilitas dan popularitas Jokowi masih berada di puncak. Media pun masih mengelu-elukannya sebagai pemimpin yang merakyat. Selain itu, ada jaminan bahwa dana subsidi yang biasa untuk BBM dialihkan untuk membangun infrastruktur.

Untuk BBM yang tak disubsidi, kenaikan harga diserahkan kepada Pertamina sesuai mekanisme pasar. Jokowi membuat Peraturan Nomor 191 Tahun 2014, yang bunyinya,’harga eceran BBM umum ditetapkan oleh badan usaha dan dilaporkan kepada Menteri. Dengan ketentuan tersebut, kenaikan harga BBM non subsidi tidak harus menunggu persetujuan dari DPR.

Tapi ketika 1 Juli kemarin, harga Pertamax naik karena harga minya dunia sejak beberapa waktu lalu sudah lebih dari 70 dolar AS perbarel, ada sebagian masyarakat yang mengkritiknya. “Kenapa diam-diam, kenapa pemerintah tak berani mengumumkannya,” begitu kurang lebih protes mereka. Padahal kenaikan harga Pertamax pada 1 Juli itu merupakan yang empat kalinya sejak 13 Januari, 20 Januari, dan 24 Februari 2018.

Selain itu, sebagai bukti bahwa harga Pertamax fluktuatif mengikuti harga pasar minyak dunia, detik.com mencatat setidaknya bbm yang ini pernah turun 11 kali. Sepuluh diantaranya tentu saja di era Jokowi yang mulai memimpin sejak 20 Oktober 2010. (Rel/ayo/jat)

Read more
Hut Bhayangkara, Polres Solsel Bagikan 1000 Helm Gratis

Hut Bhayangkara, Polres Solsel Bagikan 1000 Helm Gratis

EkspresNews.com – Dalam rangka HUT Bhayangkara ke-72, Kepolisian Resort (Polres) Solok Selatan, bagikan 1.000 helm kepada pengguna jalan, club motor dan pengendara ojek, Senin (2/7/2018). Hal ini bagian dari upaya menuju tertib berlalu lintas di daerah tersebut.

Selain berbagi helm, pembagian yang di pusatkan pada dua kecamatan itu juga diringi dengan kampanye tertib berlalu lintas. Kegiatan itu menyasar para pengguna jalan dengan melibatkan berbagai komunitas kendaraan bermotor.

“Jangan lupa sampai ada bunyi ‘klik’ kalau pakai helm ya,” kata Kapolres Solsel, AKBP Imam Yulisdianto, usai memasangkan helm kepada salah seorang pengendara sepeda motor.

Imam mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk ajakan dan imbauan moral kepada masyarakat untuk menertibkan diri sendiri, menuju tertib berlalu lintas di Solsel.

Diharapkan, masyarakat pengguna jalan memaknai hal itu secara mendalam untuk bersatu membangun suatu bentuk keselamatan kepada para pengendara. Dan khusus yang mendapatkan helm gratis ini agar dapat hendaknya menjadi pelopor keselamatan bagi diri sendiri, Keluarga dan handai taulan di lingkungannya, disamping itu imam juga mengingatkan bagi pengendara agar gunakanlah helm yang berstandar SNI.

“Keselamatan menjadi suatu konsumsi kita. Manakala kita sudah selamat, pasti melakukan aktivitas akan selamat juga,” katanya.

Pembagian 1000 helm dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) ini, dalam rangka hari Bhayangkara ke-72 tahun 2018 oleh Polres Solsel. Dengan tema yang diusung “Semangat promoter Polri siap mengamankan agenda Kamtibmas” di seluruh penjuru negeri.

Kegiatan itu, juga dimeriahkan dengan pawai kampanye tertib berlalu lintas secara bersama oleh Kapolres yang turut disertai oleh Bupati Solsel H.Muzni Zakaria, Ketua DPRD Solsel Sidik Ilyas, Pabung Kodim 0309 Solok, Mayor Inf. I Nyoman Putra Yasa, Kasi Pidum Kajari Solsel, Putra Masduri, Kasat Lantas AKP Mazwanda
Disaat yang sama H.Muzni Zakaria atas nama Pemerintah Kabupaten Solok Selatan turut menyampaikan ucapan Selamat HUT Bhayangkara yang Ke 72. (Zaki)

Read more