Pembakaran CFC dan Pasar Raya Solok Dipicu Karena Sakit Hati

Pembakaran CFC dan Pasar Raya Solok Dipicu Karena Sakit Hati

EkspresNews.com – Dipicu Amarah, Dendam dan sakit hati Tidak Diberi Air Minum. Dan disingalir dan di duga karena sakit hati, akibat tidak diberi air minum oleh karyawan Restoran Cepat Saji Calofornia Fried Chicken (CFC). Yang beralamat di Taman Syeh Kukuch Kota Solok. Tersangka yang berinisial. SY, 23 tahun membakar Toko CFC di taman Syeh Kukut Kota Solok. Kamis/ 21Juni 2018, Pukul 03.00 Wib. dan Pasar Raya Solok Lantai 2 Blok C.

dalam pengungkapan kasus kebakaran di Ruko California Fried Chicken (CFC) di Taman Syech Kukut (Taman Kota) Solok, Kamis (21/6) lalu itu. Dari pengembangan kasus oleh Sat Reskrim Polres Solok Kota, terungkap bahwa Ruko CFC tersebut, ternyata sengaja dibakar. Petugas berhasil mengungkap dan menangkap pelaku yang diidentifikasi berinisial RY (22).




Dalam press release di Mapolres Solok Kota, yang dihadiri Kasdim 0309/Solok Mayor (INF) Supadi AS, Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, Walikota Solok Zul Elfian dan Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can, Senin (25/6).Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, S.I.K, M.H mengjngkapkan. Identifikasi pengungkapan berawal dari petunjuk yang ditinggalkan pelaku. Yakni setelah melakukan pembakaran Ruko CFC di Taman Kota, pelaku juga membakar terpal plastik di lantai 2 blok A, Pasaraya Solok yang berada berssberangan dengan taman kota Solok.

Kapolres Solok Kota Dony Setiawan mengatakan, setelah membakar Ruko CFC, pelaku kemudian juga membakar terpal plastik di Blok A. Saat itu lah, pelaku mulai teridentifikasi. Setelah itu, pelaku membakar tempat sampah yang ada di Blok C Pasar raya Solok. Namun, di lokasi itu, aksi paku diketahui dan api bisa segera dipadamkan. “Maka dari keterangan sejumlah saksi, pelaku terlihat di sekitar lokasi dengan gestur tubuh yang gugup gemdgar ,” jelasnya.

Berdasarkan hasil olah TKP, pada hari Sabtu, 23 Juni 2018 pukul 18.30 WIB, pelaku tindak pidana pembakaran dengan identitas RY, umur 22 tahun, Minang, Pekerjaan Tukang Parkir, beralamat di RT.02 Kel. Koto Panjang, Kec.Tanjung Harapan Kota Solok Pelaku akhirnya diamankan. Dan pelaku diamankan di Mapolres Solok Kota, bersama barang bukti ember plastik, pecahan tabung gas dan terpal, dan lainya.

Lebih detail dipaparkan Dony, maka dari pengakuan pelaku, dirinya membakar Ruko CFC di Taman Kota Solok karena sakit hati tidak diberi air minum oleh salah seorang karyawan CFC. Tersangka melakukan perbuatan itu, berawal pada hari Rabu, tanggal 20 Juni 2018 sekitar pukul 21.30 WIB. tersangka meminta air minum kepada karyawan CFC di Taman Syeh Kukut, namun pada saat itu tidak diberikan oleh karyawan tersebut.

“Merasa tidak dihargai, tukang parkir ini marah dan dendam, lalu membakar Restoran Cepat Saji CFC. Dan tersangka membakar tutup ember tempat sampah CFC. Setelah membakar tempat sampah di CFC, kemudian tersangka membakar terpal plastik dan kotak sampah di Pasar Raya,”terang Dony.

Setelah membakar tempat sampah di CFC kemudian tersangka berjalan menuju pasar Raya Kota Solok, menuju lantai 2 blok A, kemudian pelaku membakar terpal plastik di tangga tersebut dengan meggunakan korek api gas. “Setelah itu tersangka berjalan menuju blok C dan di tempat tersebut pelaku membakar tempat sampah yang ada di Blok C Pasar Kota Solok, namun pada lokasi pasar Raya Kota Solok api cepat dapat di ketahui dan segera cepat dapat dipadamkan,”ungkapnya.

Sebelum melakukan aksinya, kata Dony. Pelaku terlebih dahulu diduga adanya mengisap lem, dan mendatangi Ruko CFC tersebut pada diniharinya. Sekira pukul 03.20 WIB, pelaku melampiaskan kemarahan dengan cara membakar ember tempat sampah dengan korek api gas. Di balik dinding tempat sampah tersebut, ada sejumlah tabung gas yang berisi. Sehingga, sebelum ruko terbakar, terjadi ledakan yang cukup besar.

“Sebelum terbakar, sempat terjadi ledakan besar. Sehingga, indikasinya, pelaku menngetahui letak penyimpanan sejumlah tabung gas, atau posisi dapur dari CFC di Taman Kota tersebut. Jadi ada unsur kesengajaan. Dan kibat kejadjan kebakaran jtu, Bangunan CFC hangus terbakar. Sedangkan Pasar Raya Solok tidak menimbulkan kerugian karena, api cepat dipadamkan.” ujar Dony.

Walaupun pelaku sudah mengakui perbuatannya, maka sampai saat ini polisi masih terus melakukan upaya penyelidikan. “Karena adanya sejumlah hal mencurigakan dari jawaban kepada petugas, dan pelaku terjerat pasal 187 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” terang Kapolres Solok Kota. (Roni natase)

Read more
Hasil Operasi Ketupat Polres Solok Kota Meningkat

Hasil Operasi Ketupat Polres Solok Kota Meningkat

P_20180625_112739EkspresNews.com – Pelaksanaan Operasi Ketupat 2018 Wilayah Hukum Polres Solok Kota, telah resmi berakhir pukul 00.00 WIB malam (25/5). Dari data Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Solok Kota berdasarkan pelaksanaan OPS Ketupat tahun 2018, mulai dari tanggal 07 juni sampai 24 Juni 2018. Sementara jumlah pelanggaran, kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) dan kegiatan Sat Lantas selama Operasi Ketupat 2018. Mengalami peningkatan yang siknifikan dibanding OPS Ketupat tahun 2017 lalu.

Demikian dipaparkan Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, S.IK, MH, melalui Kasat Lantas Polres Solok Kota Iptu Rifaizal Samual, kepada berbagai media, Melalu Komprensi Pers Senin (25/06), di Mapolres Solok Kota.

Rifaizal Samual memaparkan, dari data OPS Ketupat 2018 yang dilaksanakan. terdapat sejumlah data dengan angka dan persentase yang sangat mencolok, dibanding tahun 2017 silam. Di antaranya jumlah tilang yang mencapai 455 berkas, atau naik 810 persen dibanding tahun 2017 yang hanya 50 berkas.




“Selanjutnya, tindakan teguran mencapai 216 perkara, naik 48 persen dibanding 146 perkara pada 2017. Operasi Ketupat 2018 yang dimulai sejak 7 Juni hingga 24 Juni 2018 tersebut, juga mencatatkan keberhasilan Sat Lantas Polres Solok Kota dalam menekan angka Laka Lantas,” ujarbya.

Dia .menyatakan, selama operasi, jumlah korban meninggal dunia dan luka berat, nihil. Dari data itu, Laka Lantas Operasi Ketupat 2018 tercatat hanya dua kasus, turun 71 persen dibanding 2017 yang mencapai tujuh kasus.

Kasat Lantas Polres Solok Kota, Iptu Rifaizal Samual, menyatakan jumlah korban meninggal dunia pada 2017 tercatat 4 orang dan luka berat 4 orang. Luka ringan dari dua kasus yang terjadi hanya lima orang selama 2018 dan sama dengan jumlah tahun 2017. “Alhamdulillah, korban meninggal dunia dan luka berat nihil. Dan Sementara luka ringan angkanya sama dengan 2017 lalu,” terangnya.

Samual menyatakan, meningkatnya jumlah tilang dan teguran yang berbanding terbalik dengan angka Laka Lantas ini, tidak terlepas dari tingginya upaya preemtif yang dilakukan Sat Lantas selama Operasi Ketupat 2018 ini. Iptu Rifaizal Samual menyatakan selama 2017,

“Namun pihaknya telah melakukan berbagai upaya menekan angka Laka Lantas. Seperti tindakan prepentif, pembinaan dan penyuluhan (Binluh) ke sekolah, masyarakat dan komunitas, patroli, penjagaan dan pengawalan, hingga sosialisasi tertib lalu lintas,”paparnya.

Lebih rinci djungkapkan Samual, di bidang preemtif, atau upaya awal kepolisian untuk mencegah terjadinya pelanggaran lalu lintas, Sat Lantas Polres Solok Kota telah melaksanakan 145 kegiatan, dibandingkan dengan tahun 2017 berjumlah 102 kali, naik 43 persen.

Lalu Binluh ke sekolah, masyarakat dan komunitas sebanyak 7 kali atau naik 600 persen dibanding 2017 yang hanya 1 kali. Kemudian pemasangan spanduk sebanyak 36 buah dibanding 28 spanduk pada 2017, naik 29 persen. Dibidang pengaturan lalu lintas tahun 2018 berjumlah 519 kegiatan, dibandingkan tahun sebelumnya berjumlah 417 (naik 24 persen).

Lalu patroli kendaraan roda dua (R2) tahun 2018 berjumlah 136 kegiatan, dibandingkan tahun 2017 berjumlah 62 kegiatan (naik 119 persen). Kemudian patroli kendaraan R4 tahun 2018 berjumlah 131 kegiatan, dibandingkan tahun 2017 berjumlah 50 kali kegiatan (naik 162 persen). Penjagaan tahun 2018 berjumlah 255 kegiatan, dibandingkan tahun 2017 sebanyak 215 kegiatan (naik 19 persen). Pengawalan tahun 2018 berjumlah 10 kegiatan, dibandingkan tahun 2017 berjumlah 9 kegiatan (naik 11 persen).

Dia menyatakan, dari hasil OPS Ketupat tahun 2018 yang dilaksanakan, maka pelanggaran di wilayah hukum Polres Solok Kota masih sangat tinggi. Terbukti dari jumlah Tilang yang naik hingga 810 persen di masa Operasi Ketupat 2018 ini.

Untuk itu kita menghimbau pada masyarakat pengebdara agar terus meningkatkan kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas. Hal itu agar tidak mendapat musibah dari akibat dari kecelakaan sepanjang harinya.

“Kita harapkan kondisi seperti ini, agar bisa menjadi perhatian oleh masyarakat, terutama masyarakat pengguna kendaraan dari berbagai jenis. Sehingga kedepan ngka pelanggaran bisa diminimalisir di wilayah hukum mapolres Solok Kota,”pinta Rifaizal Samual. (Roni Natase)

Read more