Kapolres Solok Kota Rangkul Berbagai Elemen Seminarkan  Hoax & Bijak Bermedia Sosial

0

EkspresNews.com – Disaat pesatnya perkembangan zaman sekarang ini, dan saat perkembangan media sosial semakin menjadi terdepan. Disitu Trend permasalahan yang berkembang semakin luarbiasa. Berita Hoax menjadi bisnis, fhoto-fhoto Hoax dan bagi pengguna medsos semakin berkembang dan menjadi trend di tengah masyarakat.

Malah hal itu menjadi senjata politik, strategi itu menyebarkan sentimen senjata ampuh dalam menyebar kebencian untuk menyerang pemerintah dan masyarakat luas dengan menggunakan simbol agama Islam, dengan berita- berita palsu, bohong (Hoax).

Untuk mengantisipasi berkembangnya berita hoax ditengan masyarakat Kota Solok . KaPolres Solok Kota gelar seminar tentang penanggulangan hoax Literasi bijak bermedia sosial, cara mendeteksi konten dan foto hoax, penanggulangan hoax dan penggunaan medsos di tengah masyarakat.

Kegiatan seminar itu dilaksanakan adalah dalam upaya memerangi literasi bijak bermedia sosial dan cara mendeteksi dan penanggulangan Hoax yang berkembang ditengah masyarakat dewasa ini, Selasa 10/04, bertempat di Aula Polres Solok Kota.

Acara seminar yang di bungkus rapi itu, dibuka oleh Walikota Solok, yang diwakili Ass II, Jefrizal, dengan peserta. Tokoh adat Kota Dan Kabupaten Solok, KAN, LKAAM, Bundo Kandung, MUI, Mahasiswa, Pelajar Kota Solok dan undangan lainya. Dengan Permateri, Ustadz Yon Abu Dzaky. Ketua FMPI Kab/Kota Solok.Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan SIK. MH. Komimfo Kota Solok.

Setelah akhir Maret 2018 lalu Kapolres Solok Kota berhasil gelar listerasi bijak memerangi isu hoax bagi jajaran kepolisian Solok Kota. Kini Kapolres Solok Kota Kembali rangkul pemangku agama Islam, MUI, mubaluqh, da,i, Tokoh adat, Lembaga KAN, LKAAM, Bundo Kandubv, Mahasiswa, dan pelajar kota Solok sebagai peserta seminar.

Dalam materinya Kapolres Solok Kota Dony Setiawan memaparkan. Langkah Penanggulangan, berita hoax dan Edukasi Literasi cerdas bermedia Sosial, adalah dengan kemampuan menganalisa konten di media Sosial tentang kebenarannya. Kita harus Hati-hati dengan judul provokatif, cermati alamat situs, cek silang, periksa fakta, cek keaslian foto melalui google images, ikut grup anti hoax. dan Penggunaan Medsos”.

Dony Setiawan, memaparkan penanggulangan hoax, cara mendeteksi konten dan gambar hoax, yakni kita harus bijak meneliti segala hal timbul
Hoax di Medsos.

“langkah Penanggulangan, Edukasi Literasi cerdas bermedia Sosial, Kemampuan menganalisa konten di media Sosial tentang kebenarannya. Hati-hati dengan judul provokatif, cermati alamat situs, cek silang, periksa fakta, cek keaslian foto melalui google images, ikut grup anti hoax,”ujarnya.

Ujaran kebencian harus dilawan dengan bijak, Melawan pikiran dengan pikiran, tidak dengan emosi, beri pembelajaran kepada masyarakat. Hal itu agar menjadi manusia suprarasional, berlatih mencari kebenaran matang dan tahan uji.

Kegiatan seminar yang dilaksanakan kata Dony, agar Masyarakat terbiasa melihat suatu organisasi dari medsosnya, serta perbanyak follower, dengan akun yang jelas. Memposting topik yang berbeda-beda, simpel, informatif dan berguna/ kita memahami apa kehendak audiens. Akun usahakan tetap aktif, pergunakan kata-kata hormat dan santun.,

Lebih lanjut Dony memaparkan, media sosial memberikan peluang besar bagi comunity policing, identifikasi kejahatan dengan bantuan masyarakat, mengurangi gap komunikasi, meningkatkan koordinasi antara masyarakat dan masyarakat. Kita harus meningkatikan kepercayaan masyarakat dengan Pemahaman-pemahaman.

Sementara Permateri, Ustadz Yon Abu Dzaky. Ketua FMPI Kab/Kota Solok memaparkan. Hoax dengan perkembangannya sudah leluasa berkembang memasuki tanah air sampai kepelosok-pelososok. Kalau hal itu tidak kita antisipasi dengan seksama. Maka kita akan terjerumus oleh tipuan belaka.

Untuk itu adalah tugas kita semua dalam memeranginya. “Kita harus seayun selangkah dan seirama saling bersinerji memberantasnya,”terang Yon Abu Dzaky. (Roni Natase)

Comments

comments

About author

redaksi

Redaktur adalah orang yang betanggung jawab penuh terhadap berita yang disuguhkan kepada pembaca. Redaktur umumnya berasal dari reporter lapangan yang dalam kariernya kemudian naik menjadi redaktur muda, madya dan kemudian redaktur kepala atau redaktur bidang, yakni yang membawahi bidang tertentu.