Tingkatkan Tri Dharma, UMMY Solok MoU Dengan UIB

Tingkatkan Tri Dharma, UMMY Solok MoU Dengan UIB

EkspresNews.com – Guna meningkatkan kerjasama dibidang Tri Darma perguruan Tinggi antara Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok Provinsi Sumatera Barat dengan Universitas Internasional Batam (UIB) Kepulauan Riau melangsungkan penandatanganan memorandum of understanding (MOU).

Penandatanganan memorandum of under standing (MOU) tersebut ditandai dengan pembuhan tanda tangan oleh Rektor Universitas Mahaputra Muhammad Yamin Solok yang diwakili dekan Fakultas Hukum UMMY Solok Rifqi Devi Lawra,SH, MH, dan rektor UIB yang diwakili oleh dekan fakultas hukum Universitas Internasional Batam Lu Sudirman, di kampus universitas Internasional Batam, Selasa, (10/4).

kegiatan tersebut disaksikan oleh rombongan field study fakultas Hukum UMMY Solok berjumlah 45 orang terdiri dari mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan serta mahasiswa dan pejabat fungsional Universitas Internasional Batam.

Dalam arahannya, dekan Fakultas Hukum UMMY Solok Rifqi Devi Lawra,SH, MH, mengatakan, tujuan dilaksanakan MOU ini adalah untuk meningkatkan hubungan bilateral antara kedua universitas terutama dalam hal pelaksanaan Tri Dharma perguruan Tinggi sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang – undangan yang berlaku.

Dengan ditandatangani nota kesepahaman ini, natinya akan berdampak positif bagi fakultas Hukum dan UMMY terutama dalam hal penelitian dan pertukaran pelajar, kalau selama ini belum adanya hubungan yang mengikat antara kedua lembaga ini mudah mudahan ke depan apa yang telah kita sepakati ini dapat terlaksana dengan baik.

Sementara itu, rektor UIB yang diwakili oleh dekan fakultas hukum Lu Sudirman, sangat mengapresiasi gebrakan yang dilakukan oleh pihak Universitas Mahaputra Muhammad Yamin Solok yang telah mengupayakan untuk melakukan MOU ini, kita dari UIB akan senantiasa mendukung program yang dicetuskan oleh UMMY Solok terutama dibidang pengembangan tri dharma perguruan tinggi.

Hal ini tentu sangat bermanfaat bagi dosen, mahasiswa teutama bagi universitas. Selain itu juga menaikan skor penilaian yang digunakan dalam berbagai indikator pemeringkatan” ujarnya.

Selain dari penandatanganan MOU pada kesempatan itu juga dilaksanakan seminar nasional dengan mengangkat tema hukum jaminan, dengan narasumber Dr. Aermadepa, SH. M.H, dari UMMY Solok dan Agustianto, SH. M.Kn, dari Universitas Internasional Batam. (edrin)

Read more
Jurnalis Solok Serentak Mengurus Surat Ijin Mengendarai

Jurnalis Solok Serentak Mengurus Surat Ijin Mengendarai

EkspresNews.com – Sehubungan dengan gencar-gencarnya Kapolres Solok Kota melalu Kasat Lantasnya memberikan himbauan kepada masyarakat pengguna kendaraan mobil ataupun pengguna Kendaraan roda dua dijajaran Wilayah hukum Mapolres Solok Kota. Tentang tiap pengendara diwajibkan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Maka dari hari ke hari, Mapolres Solok Kota terlihat selalu dipenuhi warga untuk mengurus SIM, termasuk juga awak media yang bertugas di daerah itu.

Dari pantauan media ini Selasa (10/04 ) di Mapolres Solok Kota. Selain warga yang berdatangan mengurus SIM. Juga terlihat puluhan awak media yang bertugas di daerah itu beramai-ramai memenuhi room satlantas Solok Kota untuk mengurus SIM.

Ketua Forum Komunitas Wartawan Solok (F-Kuwas) Roni Natase mengatakan. Tugas wartawan sangat berat, jelajahi segala daerah terutama daerah di wilayah tugasnya.

Untuk itu, tentunya wartawan harus dibekali dengan Surat Izin Mengemudi dalam bertugas. Hal itu supaya dalam mengendara tidak menemui rintangan di jalan raya disaat ada rahazia.

“Saya sangat mengucapkan apresiasi kepada awak media Kota Solok. Yang juga taat dan patuh dengan peraturan yang dikumandangkan Mapolres Solok Kota dan jajaranya,”papar Roni.

Kapolres Solok Kota AKBP, Dony Setiawan, SIK.MHmelalui Kasat Lantas Iptu, Rifaizal Samual kepada media ini menyatakan. Sesuai instruksi Kapolri yang menegaskan. Bahwa seluruh Pengguna Kendaraan (Sopir), di seluruh Indonesia baik itu pengguna kendaraan umum, pribadi, atau semua jenis kendaraan serta termasuk juga kendaraan roda dua (motor). Diharuskan penggunanya memiliki SIM.

” Maka untuk wilayah hukum jajaran Mapolres Solok Kota, sangat diharapkan kepada masyarakat untuk memiliki SIM tersebut. Hal itu bertujuan agar pengguna kendaraan tidak berurusan dengan hukum saat ada rahazia, dan pemeriksaan surat di lapangan nantinya,”ujar Samual.

Kita sangat bangga kalangan media di Kota Solok, bersatu menegakkan aturan dan taat aturan. Keinginan untuk memiliki SIM sangat besar, kami bangga,” ujar Samual.

Dia menyatakan, sampai saat ini masih banyak lagi kami temukan pengguna kendaraan yang masih belum mematuhi hukum dan taat peraturan dalam berkendaraan. Jadi kami sangat mengharapkan masyarakat mematuhi peraturan agar tidak terjadi tindakan saat dirazia nantinya,

Lebih lanjut ditekankan Rifaizal Samual, bagi pengguna kendaraan, bukan saja kita terpokus pada SIM saja. Ada beberapa hal yang harus dipenuhi bagi pengguna kendaraan di jalan raya. Diantaranya, Wjib memiliki SIM, Menggunakan Helen, bagi kendaraan roda dua, punya kaca spion, pajak kendaraan harus hidup, untuk semua kendaraan, serta lengkap surat-surat dan sebagainya.

“Kalau itu semua sudah terpenuhi, tentunya pengguna kendaraan di jalan raya, akan berjalan aman saat menggendara. Dan kalau hal itu tidak terpenuhi, kita dari aparat akan melakukan tilang di tempat,”tegas Samual.

Dia menambahkan, kalaulah semua pengguna kendaraan melengkapi segala surat-surat dalam berkendara. “Tentunya akan lebih membuat pengendara akan aman di manapun di jalan raya,” ujarnya. (Roni Natase)

Read more
Kapolres Solok Kota Rangkul Berbagai Elemen Seminarkan  Hoax & Bijak Bermedia Sosial

Kapolres Solok Kota Rangkul Berbagai Elemen Seminarkan  Hoax & Bijak Bermedia Sosial

EkspresNews.com – Disaat pesatnya perkembangan zaman sekarang ini, dan saat perkembangan media sosial semakin menjadi terdepan. Disitu Trend permasalahan yang berkembang semakin luarbiasa. Berita Hoax menjadi bisnis, fhoto-fhoto Hoax dan bagi pengguna medsos semakin berkembang dan menjadi trend di tengah masyarakat.

Malah hal itu menjadi senjata politik, strategi itu menyebarkan sentimen senjata ampuh dalam menyebar kebencian untuk menyerang pemerintah dan masyarakat luas dengan menggunakan simbol agama Islam, dengan berita- berita palsu, bohong (Hoax).

Untuk mengantisipasi berkembangnya berita hoax ditengan masyarakat Kota Solok . KaPolres Solok Kota gelar seminar tentang penanggulangan hoax Literasi bijak bermedia sosial, cara mendeteksi konten dan foto hoax, penanggulangan hoax dan penggunaan medsos di tengah masyarakat.

Kegiatan seminar itu dilaksanakan adalah dalam upaya memerangi literasi bijak bermedia sosial dan cara mendeteksi dan penanggulangan Hoax yang berkembang ditengah masyarakat dewasa ini, Selasa 10/04, bertempat di Aula Polres Solok Kota.

Acara seminar yang di bungkus rapi itu, dibuka oleh Walikota Solok, yang diwakili Ass II, Jefrizal, dengan peserta. Tokoh adat Kota Dan Kabupaten Solok, KAN, LKAAM, Bundo Kandung, MUI, Mahasiswa, Pelajar Kota Solok dan undangan lainya. Dengan Permateri, Ustadz Yon Abu Dzaky. Ketua FMPI Kab/Kota Solok.Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan SIK. MH. Komimfo Kota Solok.

Setelah akhir Maret 2018 lalu Kapolres Solok Kota berhasil gelar listerasi bijak memerangi isu hoax bagi jajaran kepolisian Solok Kota. Kini Kapolres Solok Kota Kembali rangkul pemangku agama Islam, MUI, mubaluqh, da,i, Tokoh adat, Lembaga KAN, LKAAM, Bundo Kandubv, Mahasiswa, dan pelajar kota Solok sebagai peserta seminar.

Dalam materinya Kapolres Solok Kota Dony Setiawan memaparkan. Langkah Penanggulangan, berita hoax dan Edukasi Literasi cerdas bermedia Sosial, adalah dengan kemampuan menganalisa konten di media Sosial tentang kebenarannya. Kita harus Hati-hati dengan judul provokatif, cermati alamat situs, cek silang, periksa fakta, cek keaslian foto melalui google images, ikut grup anti hoax. dan Penggunaan Medsos”.

Dony Setiawan, memaparkan penanggulangan hoax, cara mendeteksi konten dan gambar hoax, yakni kita harus bijak meneliti segala hal timbul
Hoax di Medsos.

“langkah Penanggulangan, Edukasi Literasi cerdas bermedia Sosial, Kemampuan menganalisa konten di media Sosial tentang kebenarannya. Hati-hati dengan judul provokatif, cermati alamat situs, cek silang, periksa fakta, cek keaslian foto melalui google images, ikut grup anti hoax,”ujarnya.

Ujaran kebencian harus dilawan dengan bijak, Melawan pikiran dengan pikiran, tidak dengan emosi, beri pembelajaran kepada masyarakat. Hal itu agar menjadi manusia suprarasional, berlatih mencari kebenaran matang dan tahan uji.

Kegiatan seminar yang dilaksanakan kata Dony, agar Masyarakat terbiasa melihat suatu organisasi dari medsosnya, serta perbanyak follower, dengan akun yang jelas. Memposting topik yang berbeda-beda, simpel, informatif dan berguna/ kita memahami apa kehendak audiens. Akun usahakan tetap aktif, pergunakan kata-kata hormat dan santun.,

Lebih lanjut Dony memaparkan, media sosial memberikan peluang besar bagi comunity policing, identifikasi kejahatan dengan bantuan masyarakat, mengurangi gap komunikasi, meningkatkan koordinasi antara masyarakat dan masyarakat. Kita harus meningkatikan kepercayaan masyarakat dengan Pemahaman-pemahaman.

Sementara Permateri, Ustadz Yon Abu Dzaky. Ketua FMPI Kab/Kota Solok memaparkan. Hoax dengan perkembangannya sudah leluasa berkembang memasuki tanah air sampai kepelosok-pelososok. Kalau hal itu tidak kita antisipasi dengan seksama. Maka kita akan terjerumus oleh tipuan belaka.

Untuk itu adalah tugas kita semua dalam memeranginya. “Kita harus seayun selangkah dan seirama saling bersinerji memberantasnya,”terang Yon Abu Dzaky. (Roni Natase)

Read more