Asnel: Kepala SKPD Harus Sigap Merespon Agenda Pemko

Asnel: Kepala SKPD Harus Sigap Merespon Agenda Pemko

30261846_1943672698976214_5777716491227557115_nEkspresNEWS.com – Sekretaris Daerah Kota Padang Asnel menegaskan kepada seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar lebih sigap dalam melaksanakan setiap agenda kegiatan Pemko Padang.

“Saya meminta setiap SKPD untuk serius melaksanakan agenda yang telah ditetapkan. Jangan dianggap sepele, apalagi itu perintah langsung pimpinan,” tegas Asnel saat peringatan Isra’ Miraj’ Nabi Besar Muhammad SAW Pemko Padang di Masjid Raya Nurul Iman, Jum’at (6/4/2018).

Dijelaskannya, saat ini BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Perwakilan Sumbar sedang melakukan pemeriksaan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Pemko Padang tahun 2017. Begitu juga, dengan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemko Padang tahun 2017 di DPRD Kota Padang. Tentunya, hal itu harus ditindaklanjuti dan dilaksanakan semaksimalkan mungkin.

Selain itu, Asnel juga menegaskan kepada Kepala SKPD untuk memenuhi semua undangan kegiatan yang didisposisikan Pjs Walikota Padang, agar setiap agenda Pemko Padang bisa berjalan baik dan lancar. “Jangan ada lagi Kepala SKPD yang tidak melaksanakannya,” imbuh Asnel.

Asnel berharap, Kepala SKPD tetap menjaga integritas penyelenggaraan pemerintahan dibawah kepemimpinan Pjs Walikota Padang Alwis. (Agw)

Read more
Terbaik Bidang Koperasi, Pemko Padang Terima Penghargaan dari Menkop RI

Terbaik Bidang Koperasi, Pemko Padang Terima Penghargaan dari Menkop RI

29790906_1942490325761118_3097927444716884065_nEkspresNEWS.com – Sebuah penghargaan berhasil diraih Pemerintah Kota Padang. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dari Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM) Republik Indonesia kepada Pemerintah Daerah dengan Organisasi Perangkat Daerah Bidang Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah Terbaik di tahun 2017.

Pjs Walikota Padang diwakili Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Yunisman menerima penghargaan ini dari Menteri Koperasi dan UKM RI, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Koperasi dan UMKM tahun 2018 di Ramayana Ballet Kompleks Candi Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (4/4) malam kemarin. Pada kesempatan itu beberapa gubernur, walikota dan bupati se-Indonesia juga menerima penghargaan yang sama.

Menkop dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga menyampaikan selamat kepada kepala daerah, OPD terkait, koperasi terbaik dan berprestasi yang telah sukses memberikan perhatian terhadap kemajuan koperasi dan UMKM di daerah dari beberapa indikator. Ia pun juga mengajak agar seluruh pihak terkait bidang koperasi untuk meningkatkan program-programnya disertai peningkatan kewirausahaan yang telah dilakukan.

“Maka itu kami mengucapkan selamat bagi kepala daerah baik gubernur, walikota dan bupati yang menerima penghargaan ini. Selain itu juga pemerintah daerah penerima penghargaan pengelolaan data koperasi terbaik, koperasi penerima dana dekonsentrasi terbaik, penyelenggara pelatihan anggota koperasi terbaik dan koperasi produksi penerima penghargaan dengan nilai transaksi tertinggi di tahun 2017 ini,” sebutnya sewaktu membuka Rakornas selama 4-6 April itu. Adapun tema Rakornas ‘Sinergitas Pusat dan Daerah dalam Pemberdayaan Koperasi dan UMKM’.

Tidak saja pemberian penghargaan, melalui Rakornas ini Menteri Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga berharap semakin meningkatnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah terkait pembangunan Koperasi dan UMKM ke depan.
“Koordinasi tentu sangat penting karena peran koperasi dan UMKM dalam perekonomian Indonesia cukup besar. Mari kita semua meningkatkannya,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang Yunisman mengatakan pihaknya bersyukur atas penghargaan yang diterima Pemerintah Kota Padang terutama melalui dinas yang dipimpinnya. Menurutnya, penghargaan ini sebagai motivasi ke depan untuk lebih meningkatkan Bidang Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kota Padang ke depan.

“Penghargaan ini tidak lepas dari pelaksanaan program prioritas walikota untuk mendorong peningkatan pembinaan terhadap koperasi dan pengembangan wirausaha, yang dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” sebutnya.

Seperti diketahui, penghargaan ini hanya diraih Pemerintah Kota Padang dari 19 pemerintah kabupaten/kota yang ada di Sumatera Barat. (Rel/Agw)

Read more
Pariwisata Kota Padang Dilirik Komisi IV DPRD Sumbawa

Pariwisata Kota Padang Dilirik Komisi IV DPRD Sumbawa

29683237_1941501885859962_818542931752653457_nEkspresNEWS.com – Sektor pariwisata tampaknya masih menjadi sektor unggulan yang terus dibenahi dari waktu ke waktu. Dengan majunya pariwisata di suatu daerah akan ikut meningkatkan pertumbuhan sektor lainnya, diantaranya ekonomi masyarakat, pendidikan, sosial dan budaya. Tidak heran jika banyak pemerintah daerah memberikan perhatian khusus untuk terus mengembangkan pariwisata daerahnya.

Sumbawa salah satunya. Kabupaten yang luasnya hampir sepertiga Nusa Tenggara Barat (NTB) dan dijuluki Bumi Sejuta Sapi ini tertarik untuk melakukan studi banding ke Kota Padang yang dianggap pariwisatanya sedang menggeliat dan memiliki banyak kesamaan dengan Sumbawa. Diantaranya kesamaan dari mayoritas penduduk yang muslim, rasa makanan dan sama-sama memiliki banyak potensi wisata alam.

Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Kamaludin selaku pimpinan rombongan dalam kunjungan kerja (kunker) Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa ke Pemerintah Kota Padang. Kunjungan ini guna berdiskusi tentang pengembangan dan regulasi pariwisata daerah. Ikut serta di dalam rombongan Ketua Komisi IV DPRD Sumbawa dan Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Sumbawa.

Rombongan pun disambut dengan dialog bersama oleh Pjs Walikota Padang diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Afrizal Khaidir bersama Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Dian Fakri serta beberapa pimpinan OPD di Ruang Staf Ahli Kota Padang, Rabu (4/4).

Dalam sambutan perkenalannya, Kamaludin mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Sumbawa beserta DPRD Kota Sumbawa sedang membahas rancangan peraturan daerah (ranperda) mengenai narkoba dan pariwisata.

“Untuk itu kita memerlukan masukan, perbandingan serta pola yang tepat agar ranperda ini sempurna,” ungkapnya.

Afrizal Khaidir pun membalas sambutan tersebut dengan paparan berisikan profil Kota Padang dan potensi wisata yang ada di Kota Padang. Sebagaimana pembangunan sektor pariwisata di Kota Padang tertuang dalam visi Kota Padang yaitu mewujudkan Kota Padang menjadi kota pendidikan, perdagangan, dan pariwisata yang sejahtera, relijius dan berbudaya.

Kemudian juga termasuk dalam 10 program unggulan (Progul) Walikota-Wakil Walikota Padang, yaitu merevitalisasi objek wisata Kota Padang menjadi wisata keluarga dan konvensi yang layak dan ramah.

Sementara itu Kepala Bidang Destinasi dan Usaha Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Padang, Wilman Mukhtar yang juga hadir pada kesempatan tersebut menambahkan bahwa hal yang sangat diperlukan menurutnya adalah komitmen pemerintah kota melalui OPD terkait dalam meningkatkan sektor pariwisata.

“Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pariwisata Kota Padang telah berupaya melakukan pembenahan di objek-objek wisata yang sedang booming dan ramai dikunjungi. Seperti Pantai Air Manis, Gunung Padang dan Pantai Padang, dimana penataan pedagang dan parkir di sekitar objek wisata menjadi perhatian utama.

“Saat ini juga sedang dilakukan revisi Peraturan Daerah No. 12 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha dan Peraturan Daerah No. 05 Tahun 2012 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) yang 60 persen. Isinya sudah tidak relevan dengan Peraturan Menteri Pariwisata RI No. 18 Tahun 2016 tentang Pendaftaran Usaha Pariwisata,” ulasnya.

Di akhir pertemuan kedua belah pihak saling menyerahkan cendera mata tanda terjalinnya kedekatan hubungan antara satu sama lainnya.(Hms/Agw)

Read more
Menuju WTP, Pemko Padang Serius Kelola Aset

Menuju WTP, Pemko Padang Serius Kelola Aset

29683077_1940158599327624_3508419328917729876_nEkspresNEWS.com – Pemerintah Kota Padang melakukan langkah serius terkait pengelolaan aset atau barang milik daerah. Pengelolaan asetnya berbasis teknologi informasi dengan Sistem Informasi Manajemen Daerah – Barang Milik Daerah (SIMBA-BMD), bekerjasama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) selaku owner aplikasi tersebut.

Menurut Asisten Administrasi Sekretariat Kota Padang, Didi Aryadi, salah satu langkah Pemko Padang untuk menuju opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI adalah mengelola aset menggunakan SIMBA-BMD. Dengan sistem ini dapat meminimalisir segala kelemahan dan penyimpangan dalam pelaksanaan pengelolaan barang milik daerah di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan sekolah.

“Dengan SIMBA-BMD diharapkan kelemahan dan penyimpangan dalam pengelolaan barang dapat diminimalisir,” kata Didi Aryadi usai membuka Bimbingan Teknis Pengelolaan Barang bagi pengurus barang Pemko Padang di Hotel Axana, Selasa (3/4/2018).

Selain menuju perolehan opini WTP untuk kelima kalinya, menurut Didi lagi, tahun 2018 ini pemerintah melakukan Sensus Barang Milik Daerah secara nasional. Untuk itu perlu pelaporan aset dan barang yang lebih akuntabel.

“Bimtek pengelolaan barang salah satunya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman pengelola barang agar lebih akuntabel dan bertanggung jawab,” sebutnya.

Sementara itu Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) Kota Padang, Andri Yulika mengatakan, pelaksanaan bimtek tersebut bertujuan agar pengelola barang memahami tahapan dan proses pengelolaan BMD. Pengelola barang harus mempedomani Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan BMD.

Selanjutnya, peserta bimtek supaya lebih memahami tahapan pelaksanaan Sensus BMD yang akan dilangsungkan tahun ini, sehingga semua penyimpangan dan kelemahan selama ini bisa diminimalisir.

“Segenap aparatur pengelola BMD agar melakukan penelusuran, pendaftaran dan pencatatan aset dengan benar dan bertanggung jawab. Hal ini diharapkan memperoleh data kekayaan daerah yang akurat dan mutakhir yang akan dijadikan acuan dalam penyusunan neraca pemerintah daerah,” tutup Andri.

Adapun peserta kegiatan bimtek ini terdiri dari pengurus BMD dari SKPD dan sekolah sebanyak 150 orang. Bimtek dilaksanakan selama dua hari (3-4 April 2018). (Rel/Agw)

Read more
Ika Manajemen Unand Alumni Experience Sharing Perdana Sukses

Ika Manajemen Unand Alumni Experience Sharing Perdana Sukses

EkspresNews.com – Pertemuan antara alumni dan mahasiswa sebagai calon alumni perlu mendapat porsi besar dalam setiap kegiatan. Pasalnya, dunia kerja yang akan dihadapi oleh mahasiswa dimasa yang akan datang cukup komplek.

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Manajemen Unand, Mohiddin Sadar mengatakan bahwa kegiatan Alumni Experience Sharing (AES) merupakan kegiatan pertama sejak musyawarah besar beberapa waktu lalu. “Kami sebagai IKA mengusung konsep dengan tiga kata, yaitu Bertemu, Bersatu, Bersinerji. Sehingga akan lebih banyak kegiatan yang mempertemukan keluarga besar ini, salah satunya dengan membuat Rumah Alumni Center,” ujar Mohiddin Sadar dalam sambutannya, Sabtu (7/4/2018) di kampus Fekon Jati, Unand.

Menurut Mohiddin, Rumah Alumni Center ini akan dibuat di Jakarta dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa yang baru tamat saat mencari pekerjaan nanti. “Alumni juga bisa menerima mahasiswa yang baru tamat untuk kegiatan magang dan bisa mendapat kesempatan mencari pengalaman kerja,” tambahnya.

Ketua Jurusan Manajemen Unand Dr Verinita menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan AES yanh digagas oleh IKA Manajemen Unand. “Terima kasih, Alhamdulillah kegiatan ini berlangsung cepat. Kita bisa membuat kegiatan ini lebih santai dengan format diskusi,” ujarnya.

Kegiatan AES yang dipandu oleh Danny Hidayat berlangsung hangat. Pola diskusi yang dipaparkan mendapat perhatian puluhan mahasiswa yang berasal dari tidak hanya mahasiswa manajemen S1, tetapi juga mahasiswa Magister Manajemen Unand.

Zigo Rolanda yang mendapat penghormatan sebagai pembicara dalam kegiatan AES menyampaikan beberapa pengalamannya memulai usaha dan menjajaki dunia politik. Saat ini, Zigo juga dipercaya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar.

Alumni Manajemen angkatan 2009 ini mengatakan bahwa secara garis keturunan memang berasal dari keluarga pengusaha. “Sehingga saya bisa katakan bahwa saya secara nasib harus gigih bekerja untuk jadi pengusaha. Lalu, secara nasab, di keluarga saya keturunan kedua untuk berusaha, lalu pertanyaannya kita perlu memerhatikan menjadi pengusaha di disign,” ujarnya.

Menurutnya, menjadi seorang pengusaha itu bukan soal profesi tapi mentalitas. Diakui Zigo, secara pendidikan dirinya memang malas. Disaat sekolah, dirinya lebih suka berburu, apalagi pada masa itu, keluarganya berbisnis kayu.

“Dari hobi berburu babi itu saya mulai berpikir untuk mencari uang sendiri. Karena tidak mungkin selalu meminta ke orang tua. Apalagi usaha kayu orang tua membutuhkan alat berat dan truk,” kenang Zigo yang sempat mencari akal untuk memasok bahan bakar untuk kendaraan di Solok Selatan sehingga bercita-cita saat punya uang akan membuat SPBU di kampungnya. (001)

Read more