Pulau Belibis Menyimpan Berjuta Mutiara

Pulau Belibis Menyimpan Berjuta Mutiara

IMG-20180318-WA0021-640x428

EkspresNews.com – Disebuah Kota yang berada yang berada di daerah Provinsi Sumatra Barat terdapat sebuah pukau yang sangat sangat indah yaitu Pulau Belibis di Kota Solok. Pulau tersebut menjanjikan potensi pariwisata yang sangat besar, di pulau tersebut terdapat burung belibis lalu lalang di tengah pulau yang siap memanjakan mata para pengunjung.

Letak pulau belibis ini tidak terlalu jauh dari pusat Kota Solok, untuk dapat sampai ke pulau tersebut jika kita akan menempuh perjalanan selama kurang lebih sepuluh menit dari pusat Kota Solok. Jalan yang akan kita lewati menuju Pulau Belibis tidak lah jalan rusak tetapi jalan yang diaspal bagus dan pohon-pohon yang berada di pinggiran jalan tersusun dengan  baik. Dengan biaya yang tidak terlalu mahal untuk memasuki kawasan Pulau Belibis ini maka semua orang dapat berwisata ketempat ini.

Pada saat menuju Pulau Belibis ini kita juga dapat memandang indahnya perkampungan warga dan gelanggang Pacu Kuda Ampang Kualo yang bearada di Kecematan Tanjung Harapan Kota Solok.

Selain menikmati ke indahan gelanggang Pacu Kuda ini kita juga dapat menikmati kuliner yang langsung berasal dari hasil pertanian di dekat daerah ini, seperti, beras Solok, sayuran dan buah-buahan.

Jika kita sudah berada di lokasi Pulau Belibis ini maka jiwapun terasa segar dan nyaman karena kesejukan udara dan angin yang berhembus sepoi-sepoi, bermacam wahana permainan siap memanjakan kita sehingga rasa lelah kita pun hilang.

Selain dari mempersembahkan berbagai wahana permainan dan makanan khas lokal, di pulau itu juga di sediakan kolam pancing ikan yang akan mengisi waktu berkunjung kita ke pulau itu.

Keberadaan pulau tersebut sangat menjanjikan potensi yang sangat besar bagi kemajuan daerah selain dari peningkatan penghasilan pendapatan daerah (PAD) keberadaan pulau itu diyakini akan menunjang pertumbuhan perekononian masayarakat di sekitar pulau itu. Jika pemerintah daerah ketempat memperhatikan dan meningkatkan fasilitas untuk menunjang kemajuan obyek wisata tersebut.

Tentu, untuk mewujudkan impian mulia tersebut sangat dibutuhkan peranan pemerintah daerah dalam kemjauan pulau itu, seperti dalam hal peningkatkan sarana prasana wisata.

Anugrah Agung, selaku masayarakat dan juga pecinta wisata di Kota Solok mengungkapkan rasa ketertarikanya terhadap obyek wisata Pulau Belibis di daerah penghasil beras ternama itu.

Kalau kita lihat keberadaanya menyimpan mutiara yang sangat melimpah, yaitu menjanjikan keuntungan yang sangat besar bagi pemerintah dan masyakarat Kota Solok. Namun, itu semua butuh managemen dan sistem pengelolaan pariwisata yang baik.

Kelengkapan sarana dan sarana sangat nenunjang kemajuan pariwisata dan ke depan hendaknya juga di sediakan pemandu wisata daerah untuk memperkenalkan apa saja potensi daerah ini

Selain itu sebagai media promosi pemerintah setempat hendaknya memberdayakan seluruh kelompok sadar wisata yang ada guna mempromosikan obyek wisata tersebut yang nantinya akan berdampak kepada tingkat kunjungan masyarakat dari luar ke Kota Solok

Harapan saya, untuk menjamin keindahan dan kenyamanan wisata yang satu ini baik wisatawan dari luar dan dari dalam pemerintah tetap berpartisipasi didalamnya. Dengan menjaga sarana dan prasarana serta perawatan yang ada didekat lokasi maka pulau belibis ini akan didatangi oleh banyak  pengunjung dan ini sesuai dengan tujuan Kota Solok untuk menjadikan daerah ini pada tahun 2020 sebagai daerah kunjungan.

Pulau belibis ini adalah satu dari sekian banyak obyek wisata yang ada di kota Solok, masih banyak lagi obyek wisata yang dapat kita kunjungi jika datang ke daerah ini, seperti, Air Terjun Sarah Batimpo, obyek wisata Laing Park yang terletak di kelurahan Laing, obyek wisata Puncak payo, yang berada di payo dan menyuguhkan pemandangan nan eksotik dan masih banyak obyek wisata lainya yang dapat kita kunjungi jika berkunjung ke Kota Solok. (Edrin)

Read more
Polres Solok Berhasil Ungkap Pembunuhan Sadis

Polres Solok Berhasil Ungkap Pembunuhan Sadis

P_20180316_103319-640x360

EkspresNews.com – Peristiwa penemuan mayat laki-laki akibat pembunuhan sadis di Ampang Kualo Kota Solok Sumbar, pada hari Minggu tanggal 11 Maret 2018 sekira pukul 11.00 wib telah di temukan mayat seorang Laki Laki Dewasa di Belakang Rumah milik Riko Suhendri, Solok 29 Agustus 1990 Suku Koto, Dagang, Jln. Destamar IV RT 03 RW 06 Transat Kel. Kampung Jawa Kec. Tanjung Harapan Kota Solok. Tepatnya didalam resapan saringan air Sefty Tank dengan Posisi terbungkus Karung Goni Plastik Warna Putih, dan sudah ditutup kambali dengan coran dan ditimbun tanah.

Pristiwa pembunuhan sadis yang menggemparkan masyarakat Kota Solok tersebut.  Pelaku berhasil ditangkap oleh tim opsnal Polres Solok Kota di Mojokerto Rabu 15/03. Demikian diungkapkan Kapolres Solok Kota Dony Setiawan kepada sejumlah awak media saat komprensi Pers di Mapolres Solok Kota Jumat (16/03).

Kapolres Solok Kota Dony Setiawan memaparkan, Adapun identitas korban, diduga Korban menurut keterangan Istri Korban setelah ditemukan di Kamar Jenazah RSUD Kota Solok sekira pukul 15.50 wib yaitu Korban atas Nama Pariyatin Pgl Pak de Atin , Solok , 08 Maret 1976 , Jawa , Buruh Tani , Desa Wisama Kenanga II No. 19 RT II RW VI  Ampangkualo Kel.Kp.Jawa Kota. Adapun Istri Korban a/n. Susilawati , Rantau Ukil 12 Juni 1977 , IRT , Desa Wisama Kenanga II No. 19 RT II RW VI  Ampangkualo Kel.Kp.Jawa Kota.

Di sampaikan dia, Kronologi Kejadian, Sekira pukul 11.00 wib Sdr. Riko Suhendri membersihkan Pohon Pisang dekat Sefty Tank dan Sdr. Riko melihat ada bekas galian tanah diatas Sefty tenk  yang janggal dan selanjutnya Sdr. Riko bertanya kepada orang tua Kandung Laki Lakinya dengan kata-kata ” pak ada menggali dekat sefty Tank untuk mencari Cacing ” namun bapak kanduangnya menjawab tidak ada.

“Selanjutnya sdr. Riko Suhendri menelpon kakaknya sambil mengatakan ada yang mencurigakan dibelakang rumah.  Dan tidak lama kemudian datanglah 2 orang kakak kandung Riko, dan selanjutnya menelpon bapak Sakir dan kemudian bapak sakir tiba dilokasi tersebut. Dan akhirnya menelp bapak RT setempat dan kata bapak RT agar menghubungi Polisi dan datanglah Polisi untuk olah TKP,”ujarnya.

Selanjutnya dijelaskan Dony, Pukul 12.45 wib Personil Polres Solok Kota dan Polsek Kota sampai kelokasi untuk mekukan olah TKP. Pada lubang resapan saringan air Sefty Tank diketemukan sebuah karung yang berisi penuh dan dikerubungi lalat. Selanjutnya karung tersebut dibuka dan ditemukan didalamnya mayat seorang laki-laki dewasa.

‎Pukul 14.30 wib Mayat tersebut dibawa ke kamar jenazah RSUD Solok untuk pemeriksaan awal dari pihak medis, sambil menunggu pihak keluarga korban untuk mematikan identitas korban.

‎Pukul 15.30 wib istri dari korban a/n. Susilawati , Rantau Ukil 12 Juni 1977 , IRT , Desa Wisama Kenanga II No. 19 RT II RW VI  Ampangkualo Kel.Kp.Jawa Kota tiba di RSUD Solok untuk melihat dan memastikan korban.

‎”Selanjutnya pukul 15.50 wib di kamar jenazah RDUD Solok sdr. Susilawati meyakini dan memastikan korban tersebut adalah suaminya an. Priyatin pgl pak de atin yang sudah 2 hari tidak pulang ( sejak hari jumat tanggal 09 Maret 2018 ),”terang Dony.

Lebih hauh Dony menyatakan, setelah dilakukan olah TKP, Personil Polres Solok Kota melakukan penggalian terhadap tanah tersebut dan membuka Septic Tank di bawah gundukan tanah. Di dalam Septik Tank ditemukan karung plastik warna putih yang setelah dibuka di dalamnya ditemukan mayat seorang laki-laki dewasa. Selanjutnya dilakukan Olah TKP, membawa korban ke RSUD Solok dilanjutkan Otopsi di RS Bhayangkara.

Dia menyatakan, diperoleh informasi bahwa korban ditemukan di belakang rumah milik RIKO SUHENDRI, yang sudah tidak ditempati oleh RIKO dan istrinya.  dan kurang lebih seminggu ditempati oleh mertuanya a/n. AWI SUYATNO bersama keponakannya an. ALFREDI. AWI.  menumpang di rumah anak/menantunya tersebut karena permasalahan rumah tangga, dimana istri AWI (NURHAYATI) selingkuh dengan korban. Sebaliknya AWI SUYATNO dituduh istrinya selingkuh dengan wanita lain.

“Sejak hari Jumat, 9 Maret 2018 sore hari, AWI SUYATNO dan ALFREDI sudah menghilang. AWI SUYATO ditemani oleh ALFREDI pamit ke anak-anaknya untuk pergi mencari kerja. Berdasarkan hasil olah TKP, keterangan saksi, barang bukti yang ditemukan di TKP serta hasil otopsi, dilakukan pengejeran terhadap pelaku yang dicurigai ke Kabupaten Sijunjung dilanjutkan ke Mojokerto Jawa Timur,” ujarnya.

Namun kata Dony, mengenai barang bukti di TKP, Karung plastik warna putih bermotif garis warna merah dan biru. Satu Buah Batu yang diduga digunakan untuk memukul korban. Satu buah cangkul. Dua lembar baju anak-anak terdapat bercaka darah diduga digunakan oleh pelaku. Sepasang Sandal milik korban.

Hasil otopsi RS Bhayangkara pada hari Minggu, 11 Maret 2018,  22.45 WIB. Ditemukan pada kornan, Satu luka robek pada dahi, Tujuh luka robek pada kepala. Empat Gigi atas patah, Tengkorak bagian kanan atas telinga pecah. Sedikit penumpukan darah pada paru-paru.

Kamis, 15 Maret 2018, 03.15 WIB (empat hari setelah korban ditemukan). Pelaku berhasil titangkap oleh tim obsnal Polres Solok Kota di Ladang  tebu Desa Gentong Kec, Dlanggu Kab. Mojokerto, Jawa Timur berjumlah dua orang.

“Adapun tersangka adalah, AWI SUYATNO yang merupakan pelaku utama. Pe mm erjaan  Takung, 01 juli 1977, (41 tahun).
Suku, Jawa.Pekerjaan  Tani.
Alamat :Jln. Kapau RT. 02 RW. 06 Kel. Kampung Jawa, Kec. Tanjung Harapan Kota Solok,” terangnya.

Dijeladkan Dony, Awi merupakan Pelaku utama yang membunuh korban dengan cara memukul korban dengan batu sebanyak 6 kali.  Yaitu mulut 1 kali, kening 1 kali, kepala belakang 2 kali, punggung 1 kali, dada 1 kali, memasukkan korban dalam karung dan mengubur korban dalam septic tank, serta membawa barang-barang milik korban berupa uang tunai, motor dan Hp.

Pelaku kedua adalah ALFREDI, lahir Kiliranjao, 13 Juni 2001 (17 tahun).
Suku Jawa Pekerjaan Tukang perabot.
Alamat Dusun Tinggi, Kiliranjao, Kec. Kamang Baru Kab. Sijunjung.
Peran Membantu AWI (Pelaku utama) mengangkat korban dari lokasi pembunuhan ke tempat penguburan korban dalam septic tank, memasukkan korban ke dalam septic tank dan menimbu septic tank dengan tanah.

Diungkapkan dia. Alkisah yang berawak asmara itu berujung pada pembunuhan sadis. Tersangka (AWI) cemburu dengan Korban (YATIN), karena YATIN pacaran dengan istri Tersangka (AWI) a/n. NURHAYATI. dan secara terang-terangan mau menikahi NURHAYATI.

Disampaikan Dony, tersangka melakukan pembunuhan dengan cara memanggil korban untuk datang ke rumahnya. Setelah menanyakan hubungan korban dengan istri tersangka, terjadi perkelahian. Tersangka memukul kepala korban berkali-kali dengan tangan kosong dilanjutkan dengan menggunakan batu sebanyak 6 kali.

“Setelah tsk memastikan bahwa korban meninggal dunia, tersangka mengambil karung padi dari dalam rumahnya dan memasukkan korban ke dalam karung. Karena berat, Tersangka mengajak keponakanya untuk mengangkat korban dan menguburnya dalam septic Tank,”papar Kapolres Solok Kota Dony Setiawan.

Atas kesigapan dan kerja sama tim dari mapolres Solok Kota. Pembunuhan sadis yang menggemparkan warga Kota Solok tersebut. Aksi motif pembunuhan itu berhasil di ungkap, dengan ditetapkan dua orang sebagai tersangka.dan sekarang tersangka diamankan di Sel Tahanan Mapolres Solok Kota Lengkap dengan semua barang bukti. (Roni Natase)

Read more