ITJENAD Periksa Penggunaan Anggaran Korem 032/WBR Tahun 2017

ITJENAD Periksa Penggunaan Anggaran Korem 032/WBR Tahun 2017

EkspresNews.com – Tim Post Audit dari Inspektorat Jenderal Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Itjenad) mendatangi Komando Resor Militer 032/Wirabraja (Korem 032/Wbr). Kedatangan tim tersebut dalam rangka evaluasi dan pemeriksaan Program Kerja dan Anggaran tahun 2017.

Kedatangan Tim Post Audit Wasrik Itjenad yang dipimpin oleh Kolonel Inf Abdul Ras serta di dampingi 7 orang anggota tersebut disambut langsung oleh Danrem 032/Wbr yang diwakili oleh Kasi Teritorial  (Kasiter) Korem 032/Wbr Kolonel Inf Asep Afandi, S.I.P. di Aula Ahmad Yani Makorem 032/WBR Padang, Senin(26/2).

Selain itu kunjungan tersebut juga dihadiri oleh Para Kasirem 032/Wbr, Para Dan/Ka Satuan Balak Aju Jajaran Korem 032/Wbr serta anggota pengelola administrasi satuan.

Danrem yang diwakili oleh Kasiter Korem 032/Wbr Kolonel Inf Asep Afandi, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada  Ketua Tim Post Audit Itjenad beserta rombongan yang telah datang ke Korem 032/Wbr ini.

Sebagaiman kita ketahui selain dari melakukan kunjungan kedatangan Tim Post Itjenad ini sekaligus melakukan pengawasan dan pemeriksaan dalam pelaksanaan program kerja dan anggaran yang telah dilaksanakan pada tahun 2017 lalu.

Dikatakan dia, jangan takut dengan kedatangang Tim Post ini, karena kedatangan tim bukanlah untuk mencari kesalahan seseorang akan tetapi untuk mengecek kelengkapan administrasi dan ketepatan program kerja yang telah kita jalankan selama tahun 2017 silam.

“Maka dari itu, kepada masing-masing satuan Obrik (Obyek Pemeriksaan) agar memberikan keterangan dan informasi yang benar sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” ujar Asep Afandi.

Sementara itu, Ketua Tim post Itjenad Kolonel Inf Abdul Ras, dalam arahannya mengatakan Kegiatan Wasrik ini nanti nya akan meliputi yang pemeriksaan Program Kerja dan Anggaran tahun 2017 serta Pengawasan Program Kerja dan Anggaran.

Pemeriksaan ini  bukanlah bertujuan mencari-cari kelemahan dan kesalahan yang bersifat mengada-ada, akan tetapi untuk kebaikan bersama menuju program anggaran yang akan datang” jelasnya. (Edrin)

Read more
Ditanya Serius, Pilih Merk Honda atau Yamaha

Ditanya Serius, Pilih Merk Honda atau Yamaha

Catatan Abdi Masa

pilihanEkspresNews.com – Dua merk terkenal dan sudah mendunia. Honda dan Yamaha. Menyebutkan merk Honda lebih dahulu dibanding Yamaha bukan serta merta Honda lebih hebat dibandingkan Yamaha. Hanya saja kebiasaan dan proses branding dari masyarakat, khususnya Padang, segala jenis kendaraan roda dua disebut atau biasa dipanggil honda.

Awal perkenalan saya dengan dua produk besar itu dari pertandingan MotoGP. Namun, saya tidak melihat langsung setiap pertandingan secara langsung di lokasi balapan, melainkan lewat televisi. Sengitnya pertarungan antara motor-motor balap itu menjadi ‘rutinitas’ dan tontonan wajib saat itu.

Tulisan ini tidak akan membahas saya memilih Yamaha ataupun Honda berdasarkan spesifikasi, keiritan bahan bakar, ataupun performa roda dua tersebut dijalanan. Bukan. Pemilihan ini akan berdasar pada pengalaman saya saat memiliki masing-masing motor itu. Saya pernah punya Honda dan juga pernah memiliki Yamaha.

Dari pengalaman itu saya belajar, ternyata dua merk motor ini sama-sama memiliki kekuatan untuk menahan beban (berat badan) saya yang sudah mencapai angka 90 kg. Tunggu dulu, benar kalau saya sudah masuk dalam kategori obesitas. Tapi, dua motor ini memiliki kemampuan yang sama. Apalagi saat saya mengendarainya dari Kota Padang melewati Sitinjau Lauik (kondisi jalan yang menanjak) hingga Kabupaten Solok.

Secara keseluruhan dalam perjalanan itu, saya tidak mengeluhkan persoalan mesin, tarikan, rem ataupun segala macam jenis persoalan mesin. Dua-duanya saya akui bagus di setiap perjalanan saya. Sehingga pada posisi ini, saya kembali masih ragu saat ditanya untuk memilih salah satu dari dua jenis merk motor itu.

Namun, saya akhirnya mendapatkan petunjuk baru. Dan sepertinya bisa mengambil keputusan. Saya pernah melakukan perawatan berkala di dua main dealer. Dua-dua main dealer itu punya pelayanan yang prima, ramah, sopan, santun hingga murah senyum walau tidak ada diskon. Akan tetapi, saya mendapatkan nilai tambah di main dealer Honda. Mungkin karena banyak kenalan disana yang bekerja, mulai dari level bahwa hingga level atas-atas.

Di Honda, khususnya di Hayati, main dealer di Kota Padang, saya kenal dengan General Managernya. Awal perkenalan kami bukan karena dia seorang GM, tapi seorang mahasiswa. Kami sama-sama mengambil kuliah strata dua. Kami satu kampus. Kami satu konsentrasi, sayangnya GM tersebut masih dalam proses menyelesaikan thesis sedangkan saya sudah diwisuda. Semoga sedikit memberikan semangat kepada teman saya itu.

Okelah, jadi jika saya diminta untuk memilih antara dua merk itu, sudah jelas pilihan saya yang itu. Namun, perlu diketahui, catatan saya kali ini bukan catatan yang disponsori dari salah satu merk. Tapi murni saya ditanyai oleh seorang teman. Semoga teman saya yang bertanya bisa memahami. “Jika ada orang dalam disana, pilih saja itu,” balas saya singkat di pesan WA. (*)

Read more
Potensi Sumber Energi Sumbar Belum Terkelola Maksimal

Potensi Sumber Energi Sumbar Belum Terkelola Maksimal

IMG20180219100205

Sumatera Barat (Sumbar) adalah lumbung energi terbarukan. Akan tetapi, saat ini hanya sebagian kecil potensi energi baru dan terbarukan di Sumbar yang  terkelola dijadikan sumber energi pembangkit listrik. Padahal Sumbar memiliki banyak potensi sumber daya alam yang berpeluang untuk menjadi sumber energi listrik.

EkspresNews.com – Sumbar memiliki sekitar 25 sungai besar dan sedang dan ratusan sungai kecil yang bisa dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan 16 titik panas bumi yang bisa digarap maksimal. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, Sumbar adalah lumbung energi. Potensi energi baru dan terbarukan yang bisa dijadikan sumber listrik di Sumbar sangat banyak. Akan tetapi, untuk energi panas bumi atau geotermal ini baru hanya sebagian kecil yang terkelola, yakninya di Kabupaten Solok Selatan dan di Kabupaten Solok masih dalam proses.

Dari semua potensi itu, sebut orang nomor satu di Sumbar tersebut, baru sekitar 40 persen yang tergarap dan masih tersimpan lebih dari 2000 MW yang bisa dimanfaatkan. Ia mengatakan, jika melihat dari potensi sumber daya alam yang ada, sumber energi listrik di Sumbar sangat berlimpah. Sumbar memiliki 60 persen hutan lindung yang di dalamnya tersimpan potensi sumber energi listrik. Sungai dan hulu sungai di Sumbar menjadikan Sumbar banyak pembangkit listrik yang bersumber dari air.




“Tak hanya memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Maninjau dan Singkarak, namun juga banyak Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang terdapat di Sumbar. Sumbar surflus dengan energi listrik.  Kebutuhan listrik Sumbar 460 MW, sementara daya  yang dihasilkan dari  seluruh pembangkit sekitar 760 MW. Kita surplus 300 MW, itu masuk dalam grid transmisi nasional,” katanya usai rapat dengan Komisi VII DPR RI di Auditorium gubernuran, Senin (19/2) lalu.

Untuk itu, Gubernur Sumbar meminta dukungan Komisi VII DPR RI agar  potensi sumber energi baru dan terbarukan yang ada di Sumbar bisa dikembangkan dan menjadi pembahasan di tingkat pusat. Ia menyebutkan, kendala yang dihadapi untuk pengembangan potensi energi baru terbarukan itu adalah biaya yang relatif lebih tinggi dari energi berbahan fosil terutama batu bara. Untuk itu perlu arah kebijakan yang lebih berpihak pada energi baru terbarukan agar potensi itu bisa lebih maksimal dikembangkan.

“Sumbar adalah lumbung energi hijau, ada banyak sumber air yang bisa untuk PLTMH dan PLTA. Untuk itu kami ingin dukungan komisi VII DPR RI agar seluruh sumber daya alam tersebut dapat dimanfaatkan maksimal,” ungkapnya. Di samping itu, ia juga mengatakan, saat ini Sumbar surplus listrik. Sumbar menghasilkan 700 MW, sementara yang terpakai hanya 500 MW.

Sementara itu, Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu sangat mendukung Sumbar  menjadi lumbung energi hijau atau energi baru terbarukan di Sumatera karena memiliki potensi besar terutama untuk tenaga air dan panas bumi. Ia berharap potensi itu dapat terkelola secara maksimal.

Komisi VII, katanya, akan mengawal kebijakan pemerintah agar konsisten dalam pengembangan energi baru terbarukan, termasuk di Sumbar agar bisa termanfaatkan dengan baik terutama untuk mensuplai kebutuhan listrik di Sumatera melalui jaringan interkoneksi.

“Kami akan kawal di pusat, bagaimana Sumbar menjadi prioritas untuk pengembangan energi baru dan terbarukan ini, sehingga potensi  yang ada bisa maksimal  terkelola sehingga dapat dijadikan sebagai lumbung energi hijau atau energi baru terbarukan di Sumatera, dan dapat mendukung meningkatkan perekonomian masyarakat. Untuk itu kami akan membawa informasi itu ke Jakarta dan akan membicarakannya dengan instansi terkait. Sebab manfaat energi baru dan terbarukan sangat besar ke depannya,” pungkasnya.

Sebetulnya, kata Gus Irawan, arah kebijakan pemerintah juga akan mengembangkan energi baru terbarukan. Bahkan, pemerintah menargetkan pada tahun 2025 nanti energi baru terbarukan tersebut sudah 23 persen digunakan. Saat ini, katanya baru sekitar 10 Persen.

“Kita nanti akan kawal supaya konsisten kebijakan pemerintah  terkait pengembangan energi tersebut. Kalau tidak ada percepatan atau fokus perhatian pada sektor ini, saya pesimis ini bisa dicapai. Oleh karena itu, dari potensi yang ada di Sumbar, saya kira ke depan, Sumbar kita fokuskan untuk mengembangkan energi baru terbarukan,” jelasnya. (Asra)

Read more