Presiden Jokowi: Di Era Lompatan Teknologi Informasi, Pers Justru Makin Diperlukan

Presiden Jokowi: Di Era Lompatan Teknologi Informasi, Pers Justru Makin Diperlukan

DSC_0756-01EkspresNews.com – Meskipun banyak kalangan yang sering menyampaikan media mainstream, bahwa media massa akan terus digeser oleh media-media sosial, oleh media-media baru, Presiden Joko Widodo (Jokowi) percaya, bahwa di era lompatan-lompatan kemajuan teknologi informasi sekarang ini, di era melimpahnya informasi dan melimpahnya miss informasi, justru pers makin diperlukan.

“Pers makin diperlukan untuk menjadi pilar penegak penyampaian kebenaran, pers makin diperlukan sebagai pilar penegak fakta-fakta, pers makin diperlukan sebagai pilar penegak aspirasi-aspirasi yang ada di masyarakat,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018, di Pantai Cimpago, Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Jumat (9/2) pagi.

Menurut Kepala Negara, pers makin diperlukan untuk turut membangun narasi kebudayaan baru, membangun narasi peradaban baru, memotret masyarakat yang bergerak semakin cepat, semakin efisien yang sekarang melahirkan era revolusi industri 4.0 (four point zero) yang berbasis pada  digitalisasi.

Kekuatan komputasi dan analitik data, lanjut Kepala Negara, menghasilkan banyak inovasi yang harus segera diketahui, yang harus segera dipahami jika kita tidak ingin ditinggalkan.

“Sekali lagi, pers diperlukan untuk turut membangun narasi kebudayaan baru, membangun narasi peradaban baru,” tutur Presiden Jokowi.

Read more
Ketika Presiden Jokowi Berbalas Sentilan Dengan Ketua Umum PWI

Ketika Presiden Jokowi Berbalas Sentilan Dengan Ketua Umum PWI

DSC_0839-01EkspresNews.com – Meski berada di tengah acara resmi, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono tidak kehilangan selera humornya saat memberikan laporan pada Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018, di Pantai Cimpago, Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Jumat (9/2) pagi.

“Ini kehadiran Bapak Presiden yang keempat kalinya di acara HPN, kami berdoa dan berharap Bapak bisa hadir di HPN 6 kali lagi,” kata Margiono yang disambut tawa seluruh hadirin di acara puncak HPN 2018 itu.

Tidak itu saja, Margiono juga menyentil kehadiran Presiden Jokowi, yang sekaligus memberikan banyak proyek pembangunan kepada masyarakat Sumatra Barat.

“Kalau Presiden sudah kasih banyak untuk Sumbar, lalu Sumbar kasih apa untuk Presiden? Kasih suara banyak untuk tahun 2019,” ucap Margiono yang lagi-lagi disambut tepuk meriah pengunjung acara puncak HPN 2018 itu.

Seakan tidak mau kalah dengan Margiono, Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan pada acara tersebut berbalik menyentil Ketua Umum PWI yang disebutnya menjadi calon Bupati Tulungagung, Jawa Timur itu.

“Nyalonin bupati kok berani ninggal-ninggal ke sini. Artinya, beliau yakin menang. Kalau tidak yakin ya tidak akan datang ke Padang,” ucap Presiden Jokowi yang disambut tepuk tangan para undangan yang hadir di acara tersebut.

Puncak Peringatan HPN 2018 itu dihadiri oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPR RI Bambang Sosetyo, Ketua DPD RI Oesman Sapta, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menkominfo Rudiantara, Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Setkab)

Read more
Saat Presiden Jokowi Memilih Menjadi Wartawan dan Bertanya Kepada ‘Presiden’

Saat Presiden Jokowi Memilih Menjadi Wartawan dan Bertanya Kepada ‘Presiden’

DSC_0784-02EkspresNews.com – Menghadapi wartawan di sela-sela tugasnya sebagai Presiden Republik Indonesia rupanya memberikan kesan tersendiri bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan pada Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018, di Pantai Cimpago, Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Jumat (9/2) pagi.

“Saya sering ingat kalau pas dicegat door stop 80-90 wartawan. Pertanyaannya tidak 1, banyak sekali dan pertanyaannya sulit-sulit semuanya karena ditembak langsung pada saat yang kita sering tidak siap,” kata Presiden Jokowi.

Untuk itu, berbeda dengan acara-acara lainnya saat dirinya memanggil warga untuk diminta menjawab pertanyaannya, kali ini Presiden Jokowi memanggil salah seorang wartawan untuk menjadi Presiden, dan dirinya menjadi wartawan. Tampillah kemudian Yousri Nur Raja Agam, wartawan senior dari Surabaya, Jawa Timur.

“Bapak jadi Presiden saya jadi wartawan. Menteri mana yang Bapak anggap paling penting?,” tanya Presiden Jokowi yang kali ini mengambil posisi sebagai wartawan.

“Semua penting, tetapi yang lebih penting yang bisa membuat Presiden nyaman,” kata Yousri dengan lagak seorang Presiden.

Bak seorang wartawan profesional, Presiden Jokowi mengejar Yousri dengan pertanyaan lebih tajam. “Berarti menteri yang dianggap paling penting yang mana? To the point aja Pak? Bapak jangan muter-muter, saya belum bisa nulis, belum nangkep,” ucap Presiden.

Kali ini Yousri menjawab dengan tegas, “Menteri yang mengurusi wartawan, Menkominfo.”

Berikutnya, Presiden Jokowi mengajukan pertanyaan lain yang lebih tajam. “Media apa yang paling menyebalkan dan Bapak sering jengkel?”.

“Media abal-abal,” jawab Yousri.

“Tidak ada di lingkungan istana media abal-abal, ‎medianya resmi semuanya, tapi banyak yang menyebalkan, sampaikan apa adanya, yang mana Pak? Entah TV, online, media cetak, yang mana? Bapak kan setiap hari diwawancarai di depan istana, Bapak kan hapal, wartawannya siapa-siapa, yang nanya itu terus-terus siapa?,” cecar Presiden Jokowi.

“Yang paling menyebalkan itu Rakyat Merdeka,” ucap Yousri disambut tawa para hadirin, yang langsung disahut Presiden Jokowi, “Pak Presiden ini blak-blakan seperti perasaan saya. Sama persis. Kenapa Bapak Presiden, kenapa Rakyat Merdeka?”.

Yousri pun menjawab dengan diplomatis, kalau Rakyat Merdeka, semuanya dianggap merdeka, kan padahal ada aturan kemerdekaan.

“Ya terima kasih Pak Yousri, sekarang ganti lagi, presidennya saya. Saya berikan sepeda satu,” pungkasnya.

Read more