Satu Unit Daihatsu Grand Max di Pasaman Disikat Maling

Satu Unit Daihatsu Grand Max di Pasaman Disikat Maling





EkspresNews.com – Satu unit mobil merk Daihatsu Grand Max Pick Up warna hitam dengan nomor polisi BA 8037 AR raib dibawa pencuri di daerah pasar Inpres  Kumpulan Nagari Koto Kaciak Kecamatan  Bonjol Kabupaten Pasaman, Kamis, (14 /12).

Menurut, keterangan informasi korban  Tommy Jepiza (32) kejadian ini berawal saat ia memarkirkan mobilnya didekat jembatan, daerah pasar Kumpulan kemudian, setelah memarkirkan kendaraan tersebut ia pergi ke dalam pasar Kumpulan dengan tujuan menjual kaset bersama temannya.

Akan tetapi lama setelah membongkar barang jualan sekira pukul 08.00 wib, ia merasa badannya kurang sehat dan mengatakan kepada temannya untuk istirahat diatas mobil. Namun, setiba di lokasi tempat mobil yang telah diparkirkan sebelumnya, ia terkejut melihat mobilnya sudah tidak ada lagi.

“Saya terkejut dan langsung melaporkannya ke Mako Polsek Bonjol,” ujarnya.

Menyikapi hal itu, Kapolsek Bonjol Iptu Tirto Edhi, SH. saat diwawancarai membenarkan adanya laporan salah seorang yang bernama Tommy Jepiza umur 32 tahun.

Ia melaporkan tentang perkara tindak pidana pencurian kendaraan bermotor roda empat merk Daihatsu Grand Max Pick up warna hitam bernomor Polisi BA 8037 AR , yang diketahui pada hari Kamis tanggal 14 Desember 2017 sekira pukul 08.00 Wib, di dekat jembatan daerah pasar Inpres Kumpulan Kenagarian Koto Kaciak Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman.

“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dengan memanggil korban dan saksi untuk dimintai keterangan. Dan, terhadap ranmor kasus ini tetap kita adakan upaya pencarian dengan mencari info ditengah-tengah masyarakat,” ujar Iptu Tirto Edhi.

Kapolsek berharap, mudahan-mudahan kasus  ini dapat terungkap dan mobil ini dapat diketahui keberadaannya. Ia berpesan kepada seluruh masyarakat jangan lalai dan eksrra hati-hati memarkirkan kendaraannya supaya tidak terjadi lagi hal yang sama. (Met/by)

Read more
Sumbar Gelar Lomba Spontan Pantun untuk Wartawan

Sumbar Gelar Lomba Spontan Pantun untuk Wartawan

EkspresNews.com – Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyelenggarakan lomba Pantun Spontan untuk Wartawan se Indonesia dan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Sumbar. Ini dilakukan dalam rangkaian kegiatan memeriahkan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 nanti.




Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Taufik Effendi mengatakan, sebelumnya lomba Pantun Spontan juga sudah digelar di Sumbar untuk tingkat SMA. Waktu itu, katanya, minat peserta sangat tinggi. Pantun yang masuk ribuan.

“Nanti, lomba pantun kali ini juga diharapkan seperti itu. Apalagi ini adalah untuk Wartawan se Indonesia. Jadi peminatnya pasti akan lebih banyak,” jelasnya saat louncing kegiatan tersebut pada Jumat (15/12) di rumah makan Pauh Padang.

Ia katakan, mengenai persyaratannya, isi pantun berkaitan dengan dunia pers umumnya dan atau HPN khususnya. Harus memuat kaidah-kaidah pantun (4 baris, 2 sampiran dan 2 isi). Tidak mengandung unsur SARA dan politik.

“Seleksi awal dilaksanakan mulai tanggal 15 Desember 2017 hingga 15 Januari 2018. Untuk mengikuti lomba pantun ini, peserta dapat mengirimkan 10 pantun karya sendiri ke email panitia, dinas_kebudayaan@sumbarprov.go.id,” ujarnya.

Ia menambahkan, pantun yang dikirim tersebut ada unsur spontanitasnya. Akan tetapi, katanya, tidak mengesampingkan unsur-unsur pantun.

“Untuk contohnya dapat dilihat di website, www.irwanprayitno.com. Ada ribuan pantun yang telah dibuat Gubernur Sumbar Irwan Prayitno spontan,” jelasnya.

Penguman peserta  yang lolos seleksi awal, katanya, akan diumumkan pada 22 Januari 2018, yaitu 17 orang masing-masing kategori.

“Peserta yang lolos seleksi akan diundang di final festival pantun spontan yang akan dilaksanakan di Pantai Muaro Lasak. Untuk finalis dari wartawan, biaya transpor pulang pergi ditanggung masing-masing, sementara untuk finalis tingkat SLTA biaya transportasi dibantu Rp 100 ribu perorang,” terangnya.

Kemudian, 34 orang finalis tersebut akan dilombakan juga langsung. “Nanti mereka akan dipanggil, lalu diberi waktu kira-kira 15 Meniit dan mereka membuat pantun spontan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menuturkan final festival pantun dalam rangka HPN 2018 dilaksanakan pada 5 Februari 2018,  yang diadakan di Pentas HPN 2018 di Pantai Muaro Lasak.

Dewan juri dari lomba pantun spontan ini, lanjutnya,  terdiri dari unsur pers, akademisi, dan birokrasi. Termasuk juga Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang telah ditetapkan  sebagai juri kehormatan, karena kehebatan menghasilkan pantun spontannya telah diakui dunia, dengan Rekor MURI yang diperoleh beberapa waktu  yang lalu.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, adanya kegiatan ini tentunya untuk membudayakan pantun dalam lingkungan masyarakat. Dengan momentum HPN, tidak hanya peserta dari tingkat SLTA, tapi juga wartawan juga boleh ikut berpastisipasi dengan menghasilkan pantun secara spontan.

“Pada saat lomba pantun spontan  tingkat SLTA yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, sebanyak 800 orang peserta yang mengirimkan pantun dengan jumlahnya mencapai 12 ribu pantun dalam waktu selama dua minggu.  Tentunya hal serupa juga akan terjadi pada saat festival pantun spontan yang dilaksanakan dalam rangka HPN yang juga diikuti para wartawan se Indonesia,” ujarnya. (Asra)

Read more
Kwarda Pramuka Sumbar Dikukuhkan Januari

Kwarda Pramuka Sumbar Dikukuhkan Januari

EkspresNews.com – Pengukuhan pengurus Kwartir Daerah (Kwarda) 03 Pramuka Sumatera Barat direncanakan di bulan Januari tahun 2018. Sekarang kita bekerja sesuai peran dan fungsi masing-masing, bagaimana Kwarda Pramuka Sumbar dapat eksis ikut serta memajukan pembangunan di Sumatera Barat.




Hal ini disampaikan oleh Ketua Terpilih Kwarda 03 Sumbar Nasrul Abit Dt.  Malintang pada,  rapat silaturrahmi perdana kepengurusan baru hasil Musda baru-baru ini di gedung pramuka Kwarda 03, Sabtu (16/12/2017). 

Lebih jauh, Nasrul Abit menyampaikan, segala persiapan mesti direncanakan secara matang,  hari ini masih menunggu proses surat keputusan Kwarnas Adhiyaksa Daud di Jakarta,  yang rencana hari  ini beberapa pengurus akan menemui beliau di Jakarta.  

“Kita menginginkan acara pelantikan dan pengukuhan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,  sesuai ketentuan dan akan melibatkan kehadiran pihak-pihak yang kompoten se -Sumatera Barat,” jelasnya. 

Selain itu, kata Wakil Gubernur Sumbar tersebut, juga akan melakukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk kemajuan kepengurusan Pramuka di Sumbar. Misalnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan,  Dinas Pebdidikan,  Badan Narkoba Provinsi (BNP),  Kepolisian,  Badan Pengawasan Keuangan (BPK), Inspektorat Provinsi serta Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat serta lembaga dan instansi lainnya yanga akan terlibat dalam kerjasama nantinya dengan progrom dan kegiatan ke Pramukaan di Sumbar.

Nasrul Abit juga mengatakan,  program kerja, agar dapat disesuaikan dengan anggaran yang ada. 

“Dalam penyusunan program kerja kedepan saya minta semua pengurus kompak, dan jija ada perbedaan pendapat mari kita diskusikan bersama,  jangan main sms kesana kemari,  jangan pula mempublis di media maupun media sosial,” katanya.

Selain itu, katanya, juga mohon dukungan dari seluruh jajaran Kwarda dan Kwarcab Kabupaten /Kota se Sumbar,  sama-sama memajukan gerakan pramuka untuk mendidik karakter anak-anak, generasi muda untuk kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. 

“Mari kita saling berkoordinasi,  bekerjasama dalam berbagai kegiatan,  pramuka di Sumatera Barat,  baik di tingkat ptovinsi maupun kwarcab kabupatrn kota se Sumatera Barat.  Jika ada persoalan kwarcab di daerah, kita dudukan dan selesaikan secara baik-baik dengan kepala daerah,” tekad Nasrul Abit.  

Nasrul Abit juga menyatakan, salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pengurus baru adalah untuk bumi perkemahan yang ada di daerah Indarung. 

“Bumi pekemahan kita tersebut saat ini masih ada kekurangannya, dan rasanya kekurangan tersebut agar kita atasi bersama-sama, kekompakan dan saling memahami tugas masing-masing diantara kita, tentu semua solusi akan dapat ditemukan jalan keluar yang terbaik,” katanya. (Rilis/Asra)

Read more
Wantimpres Minta Sumbar Fokus Wisata Halal

Wantimpres Minta Sumbar Fokus Wisata Halal

EkspresNews.com – Potensi wisata Sumatera Barat sangat luar biasa, semua keindahan alam ada di sini, sungai, gunung, lembah, danau, laut dan pulau-pulau. Jangan pernah wisata Sumatera Barat disamakan dengan wisata Bali, biarkan potensi wisata Sumatera Barat tumbuh berkembang dengan karakternya sendiri, keindahan alam, kuliner dan budaya masyarakat ketimuran yang tinggi.

Hal ini disampaikan Chairil Abdini Staf Wantimpres Suharso Monoarfa dalam rapat Watimpres bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat , Wakil Gubernur Nasrul Abit, utusan Dinas Pariwisata serta beberapa staf terkait (15/12/17).




Lebih jauh Chairil Abdini menyampaikan, potensi wisata Sumatera Barat sesuatu yang memiliki daya tarik sendiri yang perlu difokuskan pada satu titik wisata yang mana. Pariwisata merupakan satu industri ekonomi, apa produksi jualannya ?, siapa pasarnya ?, semua itu mesti jelas dan terukur dalam pelaksanaan pembangunannya.

Wisata Sumbar juga dikenal dengan dukungan kuliner yang enak dan lezat, yang sukai dan digemari banyak orang, baik dalam negeri maupun mancanegara. Jangan ragu-ragu menetapkan “Sumatera Barat adalah Wisata Halal”, selain telah menerima award, juga memperlihatkan kunjungan kaum muslim yang berkunjung cukup tinggi terutama dari wisatawan Malaysia yang lebih dari 80 persen dari kunjungan wisatawan yang datang.

Bisa saja nanti jika pemerintah pusat “mendukung Wisata Halal Sumatera Barat, maka penerbangan Padang – Timur Tengah akan dibuka dan ini tentu memperjelas pasar  “Wisata Halal ” itu masyarakat negara-negara muslim Timur Tengah,” ungkapnya.

Wakil Gubernur Nasrul Abit dalam kesempatan itu menyampaikan, kita mesti siapkan konsep yang matang tentang  “Wisata Halal Sumatera Barat”, karena potensi cukup besar dan cocok dengan budaya masyarakat Sumatera Barat yang berfilosofi ” Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah “.

Dan potensi wisata Sumatera Barat menerima 3 kategori penghargaan wisata halal yang telah didapatkan dari ajang internasional WHTA 2016. Hal ini tentu akan menjadi modal yang kuat untuk mendorong promosi destinasi tersebut.

Jika Sumatera Barat telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai dinasti Wisata Halal Indonesia, makan akan menjadi branding yang lebih kuat, diharapkan turut mendongkrak kinerja industri pariwisata di Sumatera Barat maupun Indonesia.

“Hari ini baru ada beberapa penerbangan antara daerah, Padang- Malaysia, Padang- Singapura, Padang – Jakarta, Padang – Batam, Padang- Pekanbaru, Padang – Jambi, Padang- Bandung. Jika jalur penerbangan ini bisa ditingkat dengan adanya penerbangan Bali – Padang, Yogyakarta – Padang dan Abu Dhabi – Padang (Timur Tengah – Padang) tentu akan membantu jumlah kunjungan orang untuk datang ke Sumatera Barat,” terang Nasrul Abit.

Wagub juga menyampaikan, saat ini di Sumatera Barat ada 14 kabupaten/kota yang melakukan pembangunan di sektor pariwisata secara baik, Kota Padang dengan Kota Tua Siti Nurbaya –  Muaro – Pantai Air Manis, Pesisir Selatan Kawasan Wisata Terpadu Mandeh, Pariaman dengan wisata bahari, Payakumbuh dengan wisata kuliner, Limapuluh Kota kelok sembilan, Harau dan Padang Mangateh, Bukittinggi Jam Gadang, Ngarai Sianok dan Lubang Japang, Agam dengan Maninjaunya.

Kemudian Kabupaten Solok dengan Singkarak dan danau kembar, Solok Selatan dengan seribu rumah gadang, Tanah Datar dengan desa terindah, istano basa pagaruyung dan budaya, Sijunjung Silokek, kampung adat, Sawahlunto dengan kota tua, gedung lunsum, Padang Pariaman wisata religi Ulakan dan Mentawai dengan surfing.

Dengan potensi wisata 14 kabupaten/kota ini, tentu pembangunan pariwisata Sumatera Barat tentu akan kekuatan sinergitas yang besar antara daerah yang mendukung satu sama lainnya.

“Untuk itu kita agar fokus pada potensi besar Sumatera Barat pada Wisata Halal sebagai bahan usulan kepada Presiden, sebagai salah satu prioritas pembangunan pariwisata nasional,” harap Wagub Nasrul Abit Dt. Malintang Panai.

Wagub Nasrul Abit juga  menjelaskan khusus Mentawai kita akan mencoba mengajak pihak imigrasi dan terkait lainnya atas persoalan kunjungan wisatawan dari berbagai negara yang langsung masuk dengan kapal-kapa layar ke Kepulauan Mentawai, tanpa dapat kita ketahui.

Dan belum mendatang keuntungan apa-“apa bagi kemajuan daerah. Kita juga paham potensi dan budaya wisata Mentawai akan berbeda penangganan, sesuai dengan potensi yang berkembang, laut dan kepulauan,” ujarnya. (Zardi)

Read more
Ranperda Kepemudaan Sumbar Sah Jadi Perda

Ranperda Kepemudaan Sumbar Sah Jadi Perda




EkspresNews.com – Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Kepemudaan yang diusulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Sumbar, Rabu (13/12/2017).

Ketua Pembahasan Ranperda, Hidayat mengatakan bahwa pemuda adalah generasi penerus bangsa. Peran pemuda memiliki makna dan nilai strategis serta signifikan dalam menentukan masa depan dalam mencapai cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia.

“Oleh sebab itu, ini ditujukan untuk memaksimalkan peran dan meningkatkan mutu kegiatan kepemudaan di tingkat Provinsi Sumatera Barat agar dunia kepemudaan lebih berkualitas prima,” ujar Hidayat saat sidang paripurna.

Dikatakannya, untuk pembahasan ranperda ini, pihaknya telah melakukan studi banding ke beberapa instansi daerah. Seperti Ditjen Produk Hukum Daerah Kemendagri, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan organisasi lainnya. Bahkan dilakukan studi banding ke Sulawesi Selatan.

“Isu yang krusial dibahas disana adalah persoalan narkoba dan korupsi,” terangnya.

Kemudian, Ketua Komisi V tersebut berharap pemerintah daerah dapat mengakomodir segala aspek tentang kepemudaan. Sementara itu, 9 fraksi di DPRD Sumbar menyetujui pengesahan Ranpersan Kepemudaan menjadi sebuah Perda. (Asra)

Read more