Uji Kompetensi Wartawan Penting Bagi Seorang Pewarta

0

O - Copy
EkspresNews.com – Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) wartawan Tabloid Indonesia Raya bersama Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) Jakarta berlangsung sukses. Selain pelaksanaan uji kompetensi, sehari sebelumnya dilakukan kegiatan lokakarya untuk kembali mengingatkan peserta uji tentang dasar-dasar jurnalistik. Peserta yang mengikuti terlihat antusias dan bersemangat.

Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Tabloid Indonesia Raya bersama LPDS Jakarta berlangsung pada Selasa (5/12) hingga Kamis (7/12) lalu di Hotel Pangeran City Jalan Doby Padang. Pemimpin Umum Tabloid Indonesia Raya, Tamsir J. Rahmat mengatakan, ujian tersebut merupakan salah satu cara untuk menunjang kompetensi para wartawan yang ada pada medianya.

Kemudian, juga untuk memenuhi kesepakatan yang tertuang didalam Piagam Palembang 2010. Selanjutnya, ia ingin seluruh wartawan Tabloid Indonesia Raya berkompeten dan terdaftar di Dewan Pers. “Tidak perlu khawatir, anggap saja kita sedang bekerja sehari-hari. Ujiannya, tidak akan melenceng dari kegiatan yang dilakukan wartawan pada umumnya,” katanya saat pembukaan kegiatan pada Selasa (5/7).




Tamsir J. Rahmat menyampaikan bahwa ini adalah ujian pertama kalinya yang diadakan oleh Tabloid Indonesia Raya. Untuk ke depannya, katanya, akan sering diadakan sampai seluruh wartawan di media itu tersertifikasi. “Karena itu, kami tetap akan bekerjasama dengan LPDS,” katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif LPDS Priyambodo memuji keberanian pemimpin Indonesia Raya yang telah mengundang langsung tim LPDS untuk menguji para wartawannya. Karena, selama ini, kata Priyambodo sangat jarang media yang berani mengadakan langsung Uji Kompetensi Wartawan seperti yang dilakukan Tabloid Indonesia Raya.

“Ada, tapi sangat jarang. Ini adalah sebuah keberanian. Bahkan, ada media yang tidak mau merekomendasikan wartawannya untuk mengikuti ujian-ujian seperti ini. Nah, justru Indonesia Raya mengundang langsung. Ini kan berani,” kata Priyambodo yang pernah menjabat Kepala Biro LKBN Antara di Lisabon, Portugal itu.

Priyambodo juga menjelaskan, pentingnya UKW. “Sebetulnya, pemerintah sudah meminta agar seluruh wartawan terdaftar di Dewan Pers dengan mengikuti UKW, tapi kenyataannya masih banyak yang belum,” katanya. Menurut Priyambodo, hal itu bertujuan untuk menghindari berita-berita fitnah, hoax, dan provokasi. “Seorang wartawan yang mengerti dengan kode etik tidak akan melakukan hal-hal yang seperti itu,” katanya.

Kemudian, Penguji UKW dari LKBN Antara A.A. Ariwibowo juga mengatakan, bahwa Ujian Kompetensi Wartawan penting. Selain untuk menghindari berita fitnah ataupun hoax, ujian ini juga salah satu cara media untuk mengetahui kemampuan wartawannya. Jangan sampai, katanya, wartawannya adalah wartawan kopi paste, wartawan yang mengambil karya orang lain, tapi mengatakannya sebagai karyanya sendiri.

Sementara itu, untuk memberikan pemahaman hukum pers, LPDS mendatangkan pengajar senior Hendrayana. Dalam paparannya, Hendrayana menjelaskan lebih rinci persoalan Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan mengkaji Kode Etik Jurnalistik bersama para peserta. “Yang menarik saat ini bukan saja kekerasan terhadap wartawan baik dari segi fisik, tetapi narasumber juga mendapat kekerasan dari yang terberita, ini tidak bisa dibiarkan. Karena produk jurnalistik ada prosedurnya tersendiri,” ungkap Hendrayana kepada peserta Uji Kompetensi Wartawan.

Ujian tersebut berlangsung selama tiga hari. Peserta dibagi ke dalam kelompok uji berdasarkan tingkatan uji yang dilaksanakan. Kelompok Muda diuji oleh A.A. Ariwibowo dan kelompok Utama diuji oleh Priyambodo.

Peserta ujian Asra Hayati Syahrul Nova, dipenutupan kegiatan tersebut menyampaikan kesan dan pesannya pada kegiatan tersebut. Ia sangat berterima kasih kepada LPDS yang telah bersedia datang untuk menguji. Kemudian, ia merasa, pada awal kegiatan atau hari pertama memang agak tegang dan bahkan takut. Akan tetapi, berkat suasana yang diciptakan oleh tim LPDS, ketakutan tersebut beransur-ansur hilang dan bahkan membuat dekat dengan tim LPDS Jakarta.




Akan tetapi, katanya, kedekatan tersebut hanya berlaku untuk di luar ruangan. “Di luar, kita bisa bercerita-cerita, tapi setelah di dalam ruang uji, suasananya beda sekali. Seperti orang baru pertama kali bertemu. Tidak ada toleransi bila melakukan kesalahan,” katanya.

Namun, ia menuturkan, ujian ini merupakan yang pertama kalinya. Meski, materi ujian berkaitan dengan pekerjaan sehari-hari, tapi perlu diakui bahwa ini bukanlah sesuatu yang mudah. “Memang jika benar wartawan akan mudah melewatinya, asalkan peserta benar-benar wartawan yang bekerja berdasarkan UU Pers dan KEJ,” ujarnya. (Indonesia Raya

Comments

comments

About author

redaksi

Redaktur adalah orang yang betanggung jawab penuh terhadap berita yang disuguhkan kepada pembaca. Redaktur umumnya berasal dari reporter lapangan yang dalam kariernya kemudian naik menjadi redaktur muda, madya dan kemudian redaktur kepala atau redaktur bidang, yakni yang membawahi bidang tertentu.