Program Sicantik ala Manajemen RSUD Lubuk Sikaping Diluncurkan

0

EkspresNews.com – Wujudkan pelayanan yang lebih baik, manajemen RSUD Lubuksikaping luncurkan program Sicantik, Kamis (30/11) bertempat di Aula rumah sakit tersebut. Program ini merupakan optimalisasi waktu tunggu bagi pasien rawat jalan dalam berobat. Si-Cantik, merupakan akronim dari, Situasi, Cepat, Aman, Nyaman, Tepat Waktu, Inovatif dan Kekeluargaan. Program ini, dilaunching untuk menjawab semua keluhan masyarakat soal pelayanan di rumah sakit milik pemerintah daerah itu.

Program Si Cantik, merupakan inovasi untuk mewujudkan motto RSUD, yaitu untuk anda kami ada, dengan ikhlas kami bekerja, satu senyum untuk semua. “Selama ini, pasien kerap mengeluhkan buruknya sistem antrean untuk berobat di rumah sakit itu. Satu pasien saja, membutuhkan waktu berjam-jam untuk antre, mendaftarkan diri di loket pendaftaran.




Tapi kini, dengan mengadop sistem baru, Kios-K, mesin antrean terbaru dengan sistem elektronik, seorang pasien hanya butuh waktu 5 menit saja melayani pendaftaran dan mengurai antrean pasien. Sedikitnya, 2 unit mesin Kios-K disediakan untuk melayani pasien.

Tidak itu saja, pihak RSUD, kini menempatkan loket pendaftaran (Rekam Medik) dengan loket BPJS disatu tempat. Selama ini, antara loket pendaftaran dengan loket BPJS di RSUD itu terpisah jauh, sehingga menyulitkan masyarakat.

Direktur RSUD Lubuksikaping, dr Yong Marzuhaili mengatakan, launcing program ini berawal dari banyaknya keluhan masyarakat yang antri untuk berobat. Seorang pasien, bisa menghabiskan waktu tiga jam, bahkan lebih. “Atas dasar itu, Kami ingin memotong waktu tunggu menjadi lebih singkat. Kita minimalisasi antrean bagi masyarakat untuk berobat, lewat sistem integrasi asuransi BPJS dan registrasi online dg mesin antrean. Kini, kita menempatkan dua mesin antrean di loket pendaftaran,” katanya.

Untuk keamanan, pihak RSUD, katanya, menempatkan kamera pengawas (CCTV) di delapan titik di rumah sakit itu, merehabilitasi ruang tunggu, serta mengharuskan seluruh tenaga medis dan karyawan rumah sakit untuk senyum, sapa dan salam kepada pasien. “Kita berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasaman, M Saleh mengatakan, program Si-Cantik, sebagai salah satu bentuk terobosan dalam pelayanan kepada pasien di rumah sakit itu. “Orientasi sistem, dibutuhkan untuk mewujudkan proyek perubahan ini, diharapkan dapat memberikan dampak kearah yg lebih baik. Ini sangat berkontribusi bagi visi misi Pemerintah daerah,” katanya.

Program ini, kata dia, harus diimplementasikan dengan baik untuk melayani masyarakat. Saat ini, kata dia, tingkat kepuasan masyarakat sangat tinggi. Program ini, kata dia, menjawab kepuasan tersebut, asal dikelola dengan baik. “Namanya itu bagus, relevan dengan apa yang akan kita lakukan. Disamping itu, ini menjadi tantangan bagi kita. Jangan namanya cantik, tapi pada implementasinya jelek,” kata Sekda.

Sistem yang sudah bagus, kata dia, juga harus dibarengi dengan kesiapan aparaturnya. Aparatur, kata dia, harus mampu bekerja dengan baik dalam melayani pasien yang berobat ke rumah sakit. “Percepatan pelayanan dan kepuasan dalam pelayanan harus diwujudkan. Ini manfaat ganda, dari proyek perubahan Diklat Pim pak direktur dan untuk pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.




Panitia pelaksana, Ida Trisna menyampaikan, RSUd sebagai institusi pelayanan publik selalu berusaha melayani pasien dengan baik. “Launcing Si-Cantik, beranjak dari survei indek kepuasan masyarakat (IKM) yang kita lakukan, pada rentang waktu tahun 2017 dan call centre RSUD. Hasilnya, keluhan masyarakat terhadap pelayanan masih tinggi,” ujar Kepala Bagian Tata Usaha RSUD ini.

Selain itu, kata Ida, launcing program ini juga bagian dari proyek perubahan direktur RSUD tersebut. “Kita berharap, program si Cantik, membawa perubahan kearah yang lebih baik. Tidak hanya cantik diluar, tapi juga cantik didalam,” ujarnya. (Crb87)

Comments

comments

About author

redaksi

Redaktur adalah orang yang betanggung jawab penuh terhadap berita yang disuguhkan kepada pembaca. Redaktur umumnya berasal dari reporter lapangan yang dalam kariernya kemudian naik menjadi redaktur muda, madya dan kemudian redaktur kepala atau redaktur bidang, yakni yang membawahi bidang tertentu.