“Leo Murphy” Tokoh Muda Yang Menginspirasi Seluruh Kalangan

“Leo Murphy” Tokoh Muda Yang Menginspirasi Seluruh Kalangan

EkspresNews.com – Meski pesta demokrasi Pemilihan anggota legislatif, hanya tinggal beberapa tahun lagi. Namun bagi daerah Kota Solok untuk menjadi bakal calon anggota legislatif  di daerah itu sudah mulai mengapung dan bermunculan ke permukaan.

Banyak para pakar politik,tokoh masyarakat, ormas, dan elemen masyarakat lainnya berucap, berilustrasi, berkata, dan mencermati. Bahwa kancah pemilhan anggota legislatif di Kota Solok tahun 2019 medatang akan berlangsung semakin seru dan semakin hangat. Karena untuk Balon penghuni lembaga pengawas  didaerah itu sudah menghapung beberapa nama, yang masing-masing punya potensi dan punya peluang besar.

Diantara nama tersebut adalah Leo Murphy, yang saat ini masih menduduki jabatan sebagai Bendahara Partai PDIP Kota Solok dan berlatarkan seorang pengusaha.Putra daerah Kota Solok tersebut, menyatakan dirinya siap untuk bertarung di bursa pemilihan anggota Legislatif Kota Solok pada tahun 2019 mendatang.




Dari hasil pantauan dan penelusuran EkspresNews selama ini, Sosok Leo Murphy, dalam perkembangan karirnya diawali sejak mulai anggota KNPI Kota Solok, Anggota himpunan pengusaha muda indonesia (HIPMI), bendahar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Solok, dan menjadi bendahara PDIP Kota Solok serta menjadi ketua dewan pimpinan Cabang Taruna Merah Putih Kota Solok.

Pria kelahiran 10 Juni 1988 tersebut, adalah seorang seorang pemuda yang enerjik  yang disukai banyak orang, suka bergaul, amanah, bertanggungjawab, dan bijaksana, sedikit bicara dan banyak bekerja. Kecil kemungkinan sehingga suatu masalah tidak ada yang tak mampu dia selesaikan.

Sekarang, Kota Solok butuh Wakil rakyat  yang setengah dewa, handal, pro rakyat, tentunya yang berani, dan bijak sana, yakni mementingkan kepentingan rakyat ketimbang kepentingan pribadinya. Demikian dikatakan Leo Murpy, saat bicang dengan media ini, Senin, (27/11).

Ya, saat ini kota Solok butuh wakil rakyat yang mampu memperjuangkan ekonomi kerakyatan. Mampu memunculkan bagaimana Usaha-usaha kecil, menengah dan koperasi bisa menjadi lokomotif pembangunan. Perhitungan ini tentu saja didasarkan kepada kondisi riil daerah itu, yang 70 persen rakyatnya bergerak dibidang pertanian.

Kedepan, agar daerah Kota Solok lebih maju disegala aspek pembangunan. Tidak ada pilihan lain kecuali mempersiapkan seluruh potensi yang ada untuk bersaing. Agar terwujudnya, pembangunan ekonomi yang kuat, harus terlebih dahulu membangun sektor pertanian sebagai basis kekuatan perekonomian nasional. Ini beralasan, karena sektor pertanian  merupakan sektor yang paling tangguh menghadapi proses perubahan, ujarnya.

Kalau kita lihat, saat ini untuk pekembangan dan kemajuan Kota Solok saat ini, sangat dihadapkan oleh berbagai problema yang berkepanjanagn. Padahal problema itu sangat menyimpan mutiara sumber PAD yang sangat besar. Sebut saja permasalahan  dibidang pariwisata Kota Solok sangat jauh tertinggal bagi daerah lain. Pada hal keberadaan Kota Solok berada dilintas sektoral, daerah yang menjadi tumpuan dari berbagai daerah lain, karena letaknya di jantung sumatra Barat dan strategis.

Dikatakan dia, Kota Solok punya alam pariwisata yang sangat handal, sebut saja objek wisata pulau belibis ampang kualo. Panorama alam puncak payo yang sangat indah, objek wisata air terjun sarasah batimpo dan banyak lagi yang lainnya.

Berangkat dari hal tersebutlah saya berkeinginan untuk memberikan perubahan dan seantiasa mengabdikan segala potensi diri untuk membangunan Kota Solok kearah yang lebih baik, tentu untuk mencapai kesemua itu tidak bisa dilakukan sendiri, harus ada rasa memiliki dan kebersamaan diantara untuk maju, ungkapnya. (Edrin)

Read more
Pemko Solok Raih Penghargaan Swasti Saba Widerda 2017

Pemko Solok Raih Penghargaan Swasti Saba Widerda 2017

EkspresNews.com – Dinilai sebagai salah satu daerah yang sukses dalam mewujudkan kota sehat akhirnya Kota Solok dianugerahi penghargaan swasti saba Wiwerda tahun 2017 oleh Dirjen Kesmas Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Tropi dan piagam penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Walikota Solok, Reinier, ST, MM, di Ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta, Selasa (28/11).

Penerimaan penghargaan swasti saba wiwerda tersebut diberikan kepada 122 Kabupaten/Kota dan 3 Provinsi sebagai tim Pembina Kabupaten Kota Sehat Terbaik. Yaitu Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta.




Menteri Kesehatan RI dalam arahannya mengatakan, penyerahan penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah terhadap pelaksanaan program Kabupaten Kota Sehat. Semua itu karena masyarakat telah berperan secara aktif baik sebagai subjek maupun obyek pembangunan kesehatan, serta berkiprah sebagai agen perubahan.

Diharapkanya, penguatan koordinasi dapat terus ditingkatkan, disertai dengan pemberdayaan masyarakat serta kesehatan, kalau masalah investasi kita di masa yang akan datang adalah kewajiban kita bersama menjadikan negara yang lebih berkualitas sebagai modal pembangunan.

“Penghargaan ini bukan merupakan tujuan utama. Poin penting dari KKS adalah koordinasi lintas sektor pemerintahan, pemangku kepentingan dan masyarakat, yang dilakukan secara berkesinambungan dalam pembangunan berwawasan kesehatan dan lingkungan,” kata menteri.

Penyerahan Swasti Saba diadakan setiap dua tahun sekali dan merupakan kerjasama antara Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan melalui Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor 34 Tahun 2005 Nomor 1138/MENKES/PB/VIII/2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kabupaten Kota Sehat.

Sementara itu, wakil walikota Solok, Reiner, ST, MM, mengatakan, ya, pada tahun 2017 ini kita berhasil meraih predikat Kota Sehat, ini semua adalah buah dari kerja keras kita antara pemerintah, DPRD dan masyarakat. Yang selama ini telah bahu membahu  memberikan yang terbaik untuk Kota Solok. (Edrin)

Read more