Ketua DPRD: Kesejahteraan Bamus Nagari Harus Diperhatikan

Ketua DPRD: Kesejahteraan Bamus Nagari Harus Diperhatikan

EkspresNews.com – Kesejahteraan Badan Musawarah (Bamus) Nagari harus diperhatikan. Pasalnya beban kerja mereka sebagai salah satu poros penyelenggara pemerintahan terendah semakin berat. Hal ini ditegaskan Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim saat menjadi narasumber pada rapat koordinasi badan musyawarah nagari/desa Tahun 2017 di Hotel Kyriad Bumi Minang, Rabu (8/11).

Dikatakan Hendra, saat ini, Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumbar telah naik sebesar Rp 2,1 juta, namun isentif yang diterima oleh pemangku adat yang tergabung dalam Bamus desa/nagari masih tergolong kecil. Bamus Nagari, sebut dia, harus menjadi poros pengawasan suatu nagari/desa. Jangan menjadi tempelan saja, untuk itu pemerintah daerah perlu memperhatikan kesejahteraan lembaga tersebut secara keanggotaan.

“Saat ini, ada 51 desa yang sangat tertinggal. Untuk itu, Bamus harus menjadi garda terdepan untuk memajukan suatu daerah yang berstatus tertinggal,” ulas Hendra. Ia juga menghimbau, agar unsur pemerintah nagari/desa, melakukan kordinasi yang harmonis perihal dana desa. Sebab, alokasi dananya dari pemerintah pusat cukup besar yang nilainya hampir satu miliar untuk desa.

Jika tidak ada hormonisasi antara unsur pemerintah nagari, maka pembangunan nagari melalui dana desa. Ketua DPRD Fraksi Partai Golkar itu, menambahkan, dalam mengakomodir pemerintahan terendah DPRD Sumbar akan segera mengesahkan Raperda Nagari pada Desember mendatang.

Ranperda nagari tersebut merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan UU No 6 Tahun 2014 tentang desa. Dimana dalam pasal 109 mengatur tentang sistem pemerintahan desa adat. Perda ini nantinya dapat mengakomodir pengaturan desa adat. Untuk itu telah dilakukan kajian-kajian dengan melibatkan banyak pihak termasuk akademisi serta jajaran tokoh masyarakat yang paham mengenai tatanan pemerintahan kenagarian.

“Perda Nagari yang disusun oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat adalah sebagai Perda payung. Perda ini hanya sebagai acuan yang berlaku umum di seluruh wilayah Sumatera Barat,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar Nasrul Abit mengatakan, walinagai saat ini seperti kehilangan marwah banyak wali nagari yang tidak memiliki hubungan harmonis dengan masyarakat adat. Untuk itu Bamus sebagai pengawas jalannya pemerintahan berhak, menegur para walinagari yang berbuat tidak seharusnya. “Hubungan harmonis dalam struktur pemerintahan nagari harus dilakukan agar arah pembangunan desa dapat berjalan maksimal,” kata wagub. (Asra)

Read more
Warga Diharapkan Partisipasi Aktif pada TdS 2017

Warga Diharapkan Partisipasi Aktif pada TdS 2017

WhatsApp Image 2017-11-18 at 10.52.14

EkspresNews.com – Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menghimbau kepada seluruh masyarakat Sumbar yang ingin menonton TdS agar tidak mengganggu para pebalap, terutama saat balapan. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan saat start stage I TdS di istano basa pagaruyuang, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (18/11/2017). “Saat menonton dijalan raya, saya harap masyarakat mematuhi instruksi yang disampaikan oleh tim keamanan, jangan sampai ada insiden yang bisa merugikan masyarakat dan pebalap” sebutnya.




Selain itu, Irwan Prayitno mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan dalam mensukseskan TdS yang dilaksanakan untuk ke-9 kali nya ini. “TdS ini merupakan salah satu cara untuk mempromosikan seluruh potensi wisata yang ada di Sumbar, karena akan melalui 18 Kabupaten/ Kota” ujarnya.

“Semoga dengan pelaksanaan TdS kedepan, akan lebih banyak lagi wisatawan yang datang ke Sumbar” ujarnya kembali. Terkahir, Gubernur berharap kepada seluruh peserta, terutama seluruh pebalap agar bisa bertahan sampai ujung dari pelaksanaan TdS ini.

Dengan pelaksanaan start stage I di istano basa pagaruyuang, Wakil Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma, akan membuat salah satu ikon Sumbar ini lebih terkenal lagi di mata wisatawan lokal dan mancanegara. “Kami akan dengan senang hati untuk menyambut seluruh wisatawa yang datang ke Tanah Datar” ungkapnya. Stage I TdS tahun ini akan menempuh jarak sepanjang 109,3 Km, dan akan finish di lapau panjang danau cimpago, Kota Padang. (Asra)

Read more