Wagub Nasrul Abit Jadi Inspektur Upacara HKN 2017 di Imam Bonjol

Wagub Nasrul Abit Jadi Inspektur Upacara HKN 2017 di Imam Bonjol

EkspresNews.com – Wakil Gubernur Sumatera Barat pimpin Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 Tahun 2017 dengan tema “Sehat Keluargaku, Sehat Indonesiaku” yang digelar di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol, Padang, Senin (12/11).

Dalam amanatnya sebagai Inspektur Upacara, membacakan sambutan Menteri Kesehatan RI Wagub Nasrul Abit menyebutkan, tema Peringatan HKN kali ini sejalan dengan Program Indonesia Sehat (PIS) yang menempatkan keluarga sebagai bagian penting dalam membentuk masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat.


Keluarga, sambung Wagub, sesuai UU No 36/2009, merupakan unit terkecil dari masyarakat yang menjadi inti pembangunan kesehatan. “Lingkungan keluarga memberikan dasar bagi seseorang untuk memiliki kebiasaan, perilaku, dan gaya hidup yang sehat. Oleh karena itu, membudayakan hidup bersih dan sehat harus dimulai dari keluarga,” paparnya.

Nasrul Abit menambahkan, dalam rangka menyukseskan PIS dengan pendekatan Keluarga ini, Kemenkes telah mengeluarkan Permenkes 39/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga dan Permenkes 43/2016 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan yang di dalamnya tertuang 12 Indikator Keluarga Sehat (IKS) yang harus dilakukan Kabupaten/Kota yang pencapaiannya harus 100%.

Nasrul lebih lanjut memaparkan, sebagian besar indikator SPM Bidang Kesehatan beririsan dengan 12 IKS. Terdapat 8 IKS terkait dengan SPM dan hanya 4 IKS yang tidak, yakni: merokok, jamban sehat, akses terhadap air bersih, dan keanggotaan pada Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Oleh karena itu, jika pendekatan keluarga ini dilaksanakan dengan baik, maka dapat dipastikan akan meningkatkan capaian SPM Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota,” terangnya.

Dalam amanatnya, Menkes juga mengurai tentang pentingnya melibatkan berbagai elemen masyarakat lintas sektor dalam rangka pembangunan kesehatan yang diwadahi oleh Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Dibacakan oleh Nasrul Abit, “Dengan mendorong PIS menggunakan pendekatan keluarga dan GERMAS, kita berupaya membangun kemandirian keluarga dan masyarakat dalam hidup sehat sebagai upaya promotif dan preventif yang pada akhirnya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya.”

Di ujung amanat Menkes yang dibacakan Wagub, dipaparkan pula sejumlah permasalahan kesehatan yang masih terjadi di Indonesia yakni, tingginya angka kematian ibu, tingginya angka kurang gizi, serta penyakit menular dan tidak menular. Disebutkan, permasalahan-permasalahan ini harus segera diselesaikan.


“Perlu saya ingatkan kepada Kepala Dinas dan terutama Kepala Puskesmas, agar mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki guna menyelesaikan permasalahan ini,” tegas Nasrul Abit.

Rangkaian Upacara Peringatan HKN ke-53 Tahun 2017 Prov. Sumbar ini kemudian ditutup dengan penyerahan penghargaan dan hadiah bagi pemenang sejumlah lomba yang diselenggarakan dalam rangka peringatan HKN.

Pemenang Lomba yang diselenggarakan dalam rangka HKN (Hadiah diserahkan langsung oleh Wagub):

A. Puskesmas berprestasi dan tenaga medis tingkat Prov. Sumbar
-Kategori Desa: Puskesmas Talawi (1), Puskesmas Gasan Gadang (2)
-Kategori Kota: Puskesmas Padang Pasir (1), Padang Karambia Payakumbuh (2)
-Kategori Daerah Terpencil: Puskesmas Bonjol Laweh (1)

B. Tenaga Kesehatan
-Tenaga Medis: dari Puskesmas Sei Geringging (1), dari Puskesmas Talawi (2), dari Puskesmas Lubuk Buaya (3)
-Tenaga Keperawatan: dari Puskesmas Gasan Gadang (1), dari Puskesmas Bonjol Laweh (2)
-Tenaga Kesehatan Masyarakat: dari Puskesmas Bawan Agam (1), dari Puskesmas Juagai Kab Solok (2), dari Puskesmas Lubuk Buaya (3)
-Tenaga gizi: dari Puskesmas Rasimah Ahmad Bukittinggi (1), dari Puskesmas Air Santok kota Pariaman (2), dari Puskesmas Talawi Sawahlunto (3)

C. Pemenang lomba RS sayang ibu dan bayi:
RSUD Padang Panjang (1), RSUD Pariaman (2), RSUD dr. M. Zein (3)

D. Posyandu berprestasi:
Tingkat Kabupaten: Posyandu Beringin Sakti Sijunjung (1)
Tingkat Kota: Posyandu Simaun Indah Sawahlunto. (Relis)

Read more
Dugaan Penyalahgunaan Wewenang di Kemenag Agam?

Dugaan Penyalahgunaan Wewenang di Kemenag Agam?

Kepala kankemenag Kabupaten Agam dilaporkan ke Menteri Agama RI sekaitan dugaan penyalahgunaan jabatan dan wewenang (abuse of power). Laporan ini bentuk sebuah kepedulian masyarakat terhadap perbaikan di Kemenag Agam ?

EkspresNews.com – SYAHDAN pertengahan September tahun 2017, melayanglah sepucuk surat dari seorang pemerhati Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat Moh Z. Datuak Majo Indo ke kantor Menteri Agama RI di Jakarta. Entah sampai entah tidak, surat itu ibarat bertepuk sebelah tangan, tak ada tindakan hingga kini, khususnya dari Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI yang surat laporan itu juga disampaikan kepada pengawas internal Kementerian Agama itu.

Dalam surat tertanggal 14 September 2017 itu ia mengatakan bahwa sebagai pemerhati Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, ia sangat kecewa atas perbuatan “H. Hendri S.Ag” selaku Kepala Kementerian Agama Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat, akibat perbuatan yang bersangkutan telah mengakibatkan keresahan di lingkungan Kemenag Sumbar.

Surat perihal laporan penyalahgunaan jabatan dan wewenang itu dijelaskan, berdasarkan informasi dari Subag Ortapeg Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi Sumatera Barat, proses naik pangkat Hendri S.Ag tidak sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. “Proses naik pangkat Hendri S.Ag dari golongan III/D ke golongan IV/A hanya 2 hari setelah yang bersangkutan menduduki jabatan Kepala Kementerian Agama Kota Pariaman, dilantik sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman tanggal 10 Juli 2012, dan tanggal 12 Juli 2012 keluar golongan IV/A yang bersangkutan, padahal yang bersangkutan hanya memiliki kualifikasi ijazah strata satu (S1),” tulisnya dalam surat laporan itu.


Hal tersebut, tulisnya lagi, menimbulkan kegelisahan bagi pegawai Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, padahal proses tersebut telah diatur dalam PP NOMOR 12 Tahun 2002 pasal 12 huruf (a) dan huruf (b) dan juga PERKA-BKN NOMOR 33 Tahun 2011 pasal 2 ayat 3 huruf (c).

Dalam surat yang juga ditembuskan kepada Ketua DPP PPP itu juga disebutkan, berhubungan dengan pencairan dana pembayaran sertifikasi guru-guru PAIS di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam pada tahun 2015-2016 dan 2017, menurut pengakuan Ketua MGMP PAIS SMA/SMK, MGMP PAIS SMP dan KKG PAIS SD se-Kabupaten Agam yang namanya juga tidak mau disebutkan dalam laporan ini, menyampaikan bahwa sertifikasi mereka juga dipotong, sehubungan hal tersebut pengakuan Ketua MGMP PAIS SMA / SMK, MGMP PAIS SMP dan KKG PAIS SD se-kabupaten Agam tersebut mereka sudah sering dikonfirmasi pada pihak pengelola sertifikasi, namun itu dibilang perintah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam. “Maka kami pun diancam kalau tidak mau dipotong atau menyerahkan uang sesuai nominal yang telah ditetapkan maka sertifikasi selanjutnya tidak akan dibayarkan,” tulisnya dalam surat yang juga ditembuskan kepada Kejaksaan Tinggi Sumbar, dan Ombusmen Sumatera Barat itu.

Sumber Indonesia Raya di Kemenag Agam menyebutkan, sehubungan dengan dugaan pemotongan uang sertifikasi bisa jadi ada kebenarannya. Sementara itu sumber tabloid ini di Kemenag Sumbar menyebutkan, bisa naik pangkatnya karena jabatan atau pangkat penghargaan karena jabatan, tapi harus 1 tahun menduduki jabatannya. “Bukan dua hari setelah menduduki jabatannya pangkatnya langsung naik,” ucapnya singkat.

Sayangnya, Kemenag Agam Hendri tidak berhasil ditemui tabloid ini untuk sebuah konfirmasi di Agam. “Bapak tidak masuk kantor, mungkin masih di Surabaya,” ucap salah seorang staf di kantor Kemenag Agam, Senin (6/11) siang. SMS tabloid ini pun hingga berita ini naik cetak tidak dijawab-jawab oleh sang-Kepala Kemenag Agam. Akibatnya, versi Kemenag Agam tidak bisa dipublikasikan sehingga masyarakat kehilangan hak mereka untuk mengetahui (The people right to know).

Advokat & Aktivis Anti Korupsi, Yunizal Chaniago, mengatakan, inspektorat harus menelusuri kebenaran dari laporan masyarakat tersebut. Kapan perlu, katanya lagi, inspektorat dapat melakukan penyelidikan dengan mempertanyakan kepada penerima sertifikasi. “Yang pasti inspektorat harus melakukan pengusutan. Jika terjadi penyelewengan, maka harus berani untuk menindak tegas sesuai dengan kewenangan yang dimiliki oleh inspektorat. Inspektorat bisa melakukan penyelidikan terhadap penerima sertifikasi,” ujar Yunizal Chaniago dalam sebuah wawancara singkat dengan tabloid ini, Kamis (9/11) sore, di Padang.

Nah…, sia-siakah perjuangan seorang pemerhati Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat untuk menghilangkan angin busuk di Kemenag Agam ini ? Jawabnya ada di tangan Menteri Agama sebagai Top Manager di Kementerian Agama RI. (Harianof)

Read more
Sawahlunto Coal Trail Marathon 2017 Sukses Digelar

Sawahlunto Coal Trail Marathon 2017 Sukses Digelar

9982dddd-cc32-45ea-b382-d338668d255b (1)

EkspresNews.com – Sawahlunto, 11 November 2017. Event  trail marathon di Kota Sawahlunto sukses digelar. Event bertajuk Sawahlunto Coal Trail Marathon 2017 diikuti oleh 73 peserta. Perlombaan marathon dengan 3 kategori yaitu 13K, 21K dan 42K ini membuat para pesertanya happy dan berencana akan kembali lagi di tahun depan. Elevasi yang dinilai sangat extreme, pelayanan water station yang sangat baik, service dari marshal yang sangat ramah serta pemandangan indah yang tidak dapat dilihat di tempat lain menjadi daya tarik bagi para pelari.

Berikut ini rekap data untuk para juara podium Sawahlunto Coal Trail Marathon 2017

Kategori Podium Nama No Bib Durasi
13K – Male 1 Beni Ardinata 1017 1:12
13K – Male 2 Oljumbra putra 1018 1:12
13K – Male 3 Pandji Asep Sasmito 1026 1:15
13K – Female 1 Suci Utari Ramadani 1020 1:36
13K – Female 2 Rita Ariani 1019 1:39
13K – Female 3 Marsyah Cipta Andeska 1028 2:26
21K – Male 1 Novrizal Masri 2026 1:53
21K – Male 2 Rahmat Azwar 2023 2:25
21K – Male 3 Beni Aswardi 2024 2:25
21K – Female 1 Fresty Boesya Layonda 2012 4:30
21K – Female 2 Wedia Hornas 2009 4:57
21K – Female 3 Nu Maharani Sumunar 2019 5:35
42K – Male 1 Andrizal Kurniawan 4013 4:50
42K – Male 2 Rahmat Irfan 4011 5:09
42K – Male 3 Anasrul 4009 5:53

 

Poin penting dalam kegiatan ini adalah peran masyarakat lokal yang dilibatkan dalam kepanitiaan marshal. Mereka sangat men”service” pelari dengan menyediakan water station dan memberi semangat pada pelari yang lewat depan rumah warga. Logistik di water station pun menyajikan beberapa makanan khas seperti ale-ale, sonok dan lopek. Hal yang membuat peserta terkejut adalah minuman isotonik yang biasanya berupa produk sponsor, diganti dengan kelapa muda segar yang langsung disediakan hasil kebun warga, serta tebu yang masih berupa batang tebu segar tersaji siap disantap.




Selanjutnya event Sawahlunto Coal Trail Marathon ini akan dijadikan agenda rutin tahunan event lari di Kota Sawahlunto. Hal tersebut juga sudah mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Sawahlunto. Sampai jumpa tahun depan di Kota Sawahlunto #SCTM2017 (Relis)

Read more
Pangdam I/Bukit Barisan Pimpin Setijab Danrem 032/Wirabraja

Pangdam I/Bukit Barisan Pimpin Setijab Danrem 032/Wirabraja

WhatsApp Image 2017-11-11 at 14.57.42

EkspresNews.com – Jabatan Komandan Korem 032/Wirabraja diserah terimakan dari pejabat lama Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari, S.I.P., M.Si. ke pejabat baru Kolonel Inf Mirza Agus, acara serah terima jabatan ini dilaksanakan di Serambi Kehormatan Kodam l/Bukit Barisan Medan, Sabtu (11/11/17).

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Cucu Somantri pimpin serah terima jabatan Danrem 032/Wirabraja ditandai dengan penanggalan dan penyematan tanda pangkat dan jabatan serta tongkat komando.

Dalam amanatnya Pangdam l/ Bukit Barisan menyampaikan bahwa pergantian pejabat dan mutasi personel di lingkungan TNI-AD khususnya Kodam I/ Bukit Barisan sebagai bentuk realisasi dari kebijakan pimpinan TNI-AD dalam rangka regenerasi dan tuntutan kebutuhan organisasi dan hal ini guna mengoptimalkan kemampuan dan tugas pokok satuan.

“Sertijab Danrem 032/Wirabraja merupakan bagian dari dinamika pembinaan personel dan organisasi TNI-AD yang dilakukan secara berkesinambungan, guna meningkatkan kapabilitas, profesionalitas dan produktivitas kepemimpinan di lapangan,” tegas Pangdam I/ Bukit Barisan.




Pangdam I/Bukit Barisan berharap agar pejabat Danrem 032/Wirabraja yang baru Kolonel Inf Mirza Agus segera melaksanakan pengabdian terbaik sesuai fungsi, peran dan tugas pokok demi tegak kokohnya NKRI dan terjaminnya keutuhan wilayah nasional.

Lebih lanjut Pangdam I/Bukit Barisan menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari, S.I.P., M.Si.  beserta istri, atas dedikasi yang telah ditunjukkan selama menjabat sebagai Danrem 032/Wirabraja.

“Diharapkan pengalaman tugas ini dapat dijadikan bekal dalam pelaksanaan tugas di tempat yang baru sebagai Kasdam lV/Diponegoro, serta mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada Kolonel Inf Mirza Agus beserta istri yang sebelumnya menjabat sebagai Danrem 061/SK dan sekarang menjabat sebagai Danrem 032/Wirabraja.

Kita baru saja memperingati hari Pahlawan tanggal 10 Nobember 2017 yang merupakan mereflesikan kembali nilai-nilai dan semangat kejuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebagai mana kita pahami fungsi pengawasan merupakan salah satu bagian penting dan tidak dapat diproses dalam setiap manajemen. Oleh karenanya, kualitas pelaksanaan fungsi sangat mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan tugas suatu organisasi termasuk di Kodam l/Bukit Barisan, tegas Pangdam.

Turut hadir dalam acara tersebut Kasdam l/Bukit Barisan Brigjen TNI Tiopan Aritonang, para Asisten Kodam l/Bukit Barisan, para Dandim jajaran Korem 032/Wirabraja, Ibu-ibu Persit KCK Kodam l/Bukit Barisan dan Ibu Persit KCK Koorcab Rem 032 PD I/BB. (Penrem 032/Wbr)

Read more
HUT ke 21, WALHI Refleksi Lingkungan Hidup yang Layak di Sumbar

HUT ke 21, WALHI Refleksi Lingkungan Hidup yang Layak di Sumbar

EkspresNews.com – Bulan oktober menjadi bulan yang sangat berarti bagi Wahana Linkungan Hidup Indonesia (WALHI ) Sumatera Barat, karena Walhi Sumatera Barat lahir pada tanggal 16 oktober 1996. Walhi Sumbar Lahir dilatar belakangi oleh  Maraknya kegiatan ekploitasi lingkungan Hidup di Provinsi Sumatera Barat yang dilakukan berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta yang tidak melibatkan Masyarakat secara langsung telah mengakibatkan kerusakan dan tekanan terhadap lingkungan Sumatera Barat menjadi semakin tidak terkendalikan. Kebijakan pemerintah yang lebih berpihak pada kelompok tertentu, sikap arogansi pemerintah dan pihak perusahaan serta ketidakberdayaan Masyarakat. Semua Kondisi ini sangat merugikan dan menempatkan rakyat pada posisi yang selalu ditekan dan tertindas.

Dengan berbagai pertimbangan dan melihat potensi kekuatan serta aktifitas lembaga-lembaga yang ada, maka pilihan jatuh pada perlunya dibentuk sebuah forum yang akan beranggotakan lembaga-lembaga yang pada waktu itu sudah konsens dan bergerak dibidang lingkungan seperti Yayasan Taratak, SPKM (Sekretariat Pengembangan Kawasan Mentawai), KOMMA (Kelompok Mahasiwa Mencintai Alam) dan BILA (Bina Kelola) untuk membentuk WALHI Sumatra Barat, Semenjak Tanggal 16 Oktober 1996 Walhi Daerah Sumatera Barat mulai secara kelembagaan melakukan kegiatan advokasi dibidang lingkungan hidup hingga saat sekarang ini. Memalui proses perkembangan yang sanggat lama, saat ini WALHI Sumatera Barat memiliki  10 Lembaga Anggota yaitu Yayasan Taratak, SPKM, KOMMA FP-UA, BILA, PASIH, PBHI, Qbar, LP2M, YCMM, dan Mapala Alphicanameru.




WALHI mengemban misi sebagai organisasi perjuangan penegakan kedaulatan rakyat atas sumber‐sumber kehidupan. Untuk mewujudkan misi tersebut WALHI memainkan peran: Pertama, menggalang sinergi yang berorientasi pada nilai‐nilai: Hak asasi manusia; Demokrasi; Keadilan gender; Keadilan ekologis; Keadilan antar generasi; Persaudaraan Sosial; Anti kekerasan; Keberagaman, dan dengan mengedepankan prinsip‐prinsip utama: Keterbukaan; Keswadayaan; Profesional; Ketauladanan; Kesukarelawanan. Kedua, mendorong proses transformasi sosial dengan cara:

  • mengembangkan potensi kekuatan dan ketahanan rakyat;
  • mengembalikan mandat negara untuk menegakkan dan melindungi kedaulatan rakyat;
  • mendekonstruksikan tatanan ekonomi kapitalistik global yang menindas dan eksploitatif menuju ke arah ekonomi kerakyatan;
  • membangun alternatif tata ekonomi dunia baru; serta
  • mendesakkan kebijakan pengelolaan sumber‐sumber kehidupan rakyat yang adil dan berkelanjutan.

Sadar akan Misi yang diemban dan pertambahan Umur Organisasi yang sudah memasuki 21 tahun sejak berdirinya , Walhi Sumatera Barat melakukan Refleksi diri dan memperkokoh gerakan untuk Advokasi serta kampanye guna memastikan Masyarakat mendapatkan Hak-Haknya atas Lingkungan Hidup yang layak dengan beberapa  kegiatan yang terangkum di dalam “JAMBORE LINGKUNGAN HIDUP “ dengan tema “ From Culture To Nature “. Adapun beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang ke 21 tahun yaitu :

  • Diskusi public pertambangan sumatera barat
  • Expert meeting pro dan kontra pembangunan geothermal Gunung Talang
  • Kampanye dampak pembangunan irigasi Sinamar

Selain kegiatan yang telah terlaksana tersebut, Walhi Sumbar juga membuat beberapa kegiatan seperti Jalan Santai Pungut Sampah, Lomba mewarnai tingkat TK, Lomba Karikartur TingkatSMA/Perguruan Tinggi.

Koordinator Panitia , Fadli Rahmadi mengatakan, Kegiatan Jambore Lingkungan Hidup ini  adalah sebuah upaya kampanye dan pendidikan dini bagi generasi muda untuk lebih mengetahui kondisi Lingkungan Hidup Sumbar saat ini. Kami sengaja mengambil tema kegiatan “From culture to Nature” dengan tujuan agar kita sama” memahami bahwa dari ajaran budaya Minangkabau kita bisa mencapai sebuah kelestarian. semua itu bisa terangkum dalam pituah Alam takambang jadi guru.

Direktur Walhi Sumatera Barat, Uslaini mengatakan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk menyuarakan bahwa saat ini kondisi lingkungan Hidup di Sumatera Barat sangat memperihatinkan dan ruang kelola rakyat semakin sempit.

Ia mengatakan, Wilayah kelola rakyat di sumatera barat semakin terancam akibat perkebunan sawit dan banyaknyaizin pertambangan di Sumatera Barat. Sampai dengan saat ini terdapat 21 IUP yang dikategorikan CnC namun berada dalamkawasan hutan Tanpa Izin Pinjam Pakai Kawasan. Berdasarkan UU No 41 tahun 1999 tentang kehutanan menjelaskan bahwa kegiatan pengusahaan yang menggunakan kawasan hutan tanpa mengantongi izin IPPKH dapat dikatakan Tindakan Pidana Kehutanan. (relis)




Read more