HUT Kota Solok ke-47 Dimeriahkan oleh Lomba Ayam Kukuak Balenggek

0

EkspresNews.com – Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Solok ke-47, Dinas Pertanian Kota Solok menggelar Lomba Ayam Kukuak Balenggek tingkat Sumbar, pada 17 Desember di Halaman Balaikota Solok. Lomba yang juga boleh diikuti oleh para pecinta ayam kukuak balenggek dari luar Sumbar. Untuk menggelar lomba ini, Dinas Pertanian Kota Solok bekerja sama dengan Komunitas Pecinta Ayam Kukuak Balenggek (KPAKB) Sumbar.

Ketua Komunitas Pecinta Ayam Kukuak Balenggek (KPAKB) Sumbar, Drs. Eri Satri Dt Rajo Kuaso, menyatakan. Lomba ini merupakan salah satu upaya menyelamatkan spesies ayam yang sudah langka dan terancam punah.

Padahal menurut Eri Satri, ayam kukuak balenggek merupakan salah satu spesies ikonik Solok (Kota Solok, Kabupaten Solok dan Solok Selatan). “Ayam ini belum pernah ditemukan di daerah lain di Indonesia maupun dunia. Ayam ini tergolong ke dalam ayam penyanyi, karena mempunyai suara kukuak yang merdu dan enak didengar. Saat ini, pencinta ayam kukuak balenggek sedang gencar-gancarnya mengembangkan ayam kukuak balenggek hasil persilangan.




“Seperti ayam randah batu. Ayam ini merupakan keturunan dari persilangan ayam randah batu dengan ayam kukuak balenggek, sehingga suara dan tingkatan kokoknya sangat khas dan hanya ada di Solok,” ungkapya.

Eri Satri menyatakan saat ini, juga sedang dikembang varian kinantan cantuang gombak bawuak. Ayam merupakan salah hewan kebanggan dalam legenda Cindua Mato. Merupakan satu dari tiga hewan kesayangan Cindua Mato. Dua hewan lainnya adalah kuda gumarang dan kerbau sibinuang.

“Ayam ini merupakan ayam berwarna serba putih dengan memiliki gombak (bulu di atas kepala) dan memiliki cantuang (bulu di belakang leher) serta bawuak (jenggot di bawah paruh),”ujar Eri Satri.

Ayam jenis ini merupakan persilangan ayam kinantan yang memiliki cantuang, gombak dan bawuak. Ayam ini perlu dilestarikan karena merupakan kekayaan sumber daya genetik ternak Indonesia yang perlu dilindungi.

Dia berpendapat, selama ini minat masyarakat untuk memelihara jenis ayam kukuak balenggek ini semakin menurun. Malah ayam jenis ini telah banyak dibawa keluar daerah sehingga populasinya terus berkurang. Untuk itu kita mendorong upaya tumbuh kembangnya penangkar ayam kukuak balenggek, meningkatkan gairah para penggemar ayam tersebut, serta memperkenalkan ayam kukuak lebih luas kepada masyarakat.

Sementara untuk dewan juri lomba ayam kukuak balenggek ini akan di datangkan dari Unand dan perwakilan dari Komunitas Pecinta Ayam Kukuak Balenggek (KPAKB), perwakilan dari Dinas Pertanian Provinsi Sumbar.

Eri satri mengungkapkan, untuk kategori yang diperlombakan empat klas, Landik (kukuk ayam tiga lenggek), Boko (minimal kukuk ayam lima lenggek), Istimewa (Minimal kukuk ayam tujuh lenggek memiliki suarah khas) dan Ayam randah batu balenggek. Dalam lomba ayam kokok balenggek, kriteria penilaian biasanya melihat asal-usul genetiknya, suara kokoknya, jumlah kokoknya, dan penampilan keseluruhan.




Wakil Walikota Solok, Reinier, menyambut baik lomba ayam kukuak balenggek ini. Menurutnya, ayam ini merupakan kebanggaan Solok. Reinier menegaskan pihaknya siap mendukung pelestarian ayam ikonik Solok ini. Reinier juga berharap, komunitas pencinta ayam kukuak balenggek yang ada di Kota Solok untuk menjadi komunitas yang profesional.

Saya ingin Komunitas Pecinta Ayam Kukuak Balenggek (KPAKB) dapat disatukan dengan konsep wisata. “Jadi selain pengunjung terhibur dengan ayam kukuak balenggek selain itu pengunjung juga dapat menikmati objek wisata di Kota Solok. Kami siap mendukung keberadaan komunitas ini,” pinta Wawako Solok Reinier. (Roni Natase)

Comments

comments

About author

redaksi

Redaktur adalah orang yang betanggung jawab penuh terhadap berita yang disuguhkan kepada pembaca. Redaktur umumnya berasal dari reporter lapangan yang dalam kariernya kemudian naik menjadi redaktur muda, madya dan kemudian redaktur kepala atau redaktur bidang, yakni yang membawahi bidang tertentu.