Danlantamal II Padang Resmi Menyandang Pangkat Laksamana Pertama TNI

Danlantamal II Padang Resmi Menyandang Pangkat Laksamana Pertama TNI

pelaporan kenkat NdanEkspresNews.com – Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) II Padang Agus Sulaeman, M.Sc resmi menyandang pangkat Laksamana Pertama (Laksma) TNI yang dilaksanakan oleh Kepala Staf Angkatahn Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., dengan acara pelaporan korps kenaikan pangkat (kenkat) satu tingkat lebih tinggi di Gedung Utama Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap Jakarta Timur, Senin (4/5/2017).

Pelaporan kenaikan pangkat Danlantamal II Padang tersebut diikuti juga oleh 9 orang Perwira Tinggi lainnya diantaranya Aspotmar Kasal Mayjen TNI Marinir Gatot Triswanto, Laksda TNI I Nyoman Nesa (Staf Ahli Bid. Kedaulatan wilayah dan kemaritiman Kemenkopolhukam), Laksda TNI I Nyoman Gede Ariawan, S.E., (Pa Sahli Tk. III Bid. Polkamnas Panglima TNI), Laksda TNI Dr. Siswo Hadi Sumantri, S.T., M.MT. (Dekan Fakultas Kamnas Unhan), Laksma TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si. (Danlantamal I Belawan), Laksma TNI Dr. Drs. I Wayan Warka, M.M (Kabiro Perencanaan Dan Organisasi Pada Settama Bakamla Seskoal), Laksma TNI Dr. Suhirwan, S.T., M.Mt.,  (wakil Dekan Fakultas Strahan Unhan), Laksma TNI Dr. M. Adnan Madjid, S.H.,  M.Hum (Wakil Dekan Fakultas  Kamnas Unhan). Demikian berita Dinas Penerangan Lantamal II Padang. (Dispen Lantamal II)




Read more
Wabup: Mencari Aggau Bukan Ajang Mencari Jodoh

Wabup: Mencari Aggau Bukan Ajang Mencari Jodoh




EkspresNews.com – Wakil Bupati Kepulauan Mentawai Kortanius Sabeleake membuka secara resmi festival muaggau di pantai Mapaddegat Selasa (5/9/2017). Dalam sambutannya Kortanius membantah pandangan negatif dari orang luar Mentawai. Mencari aggau tersebut sering dipahami sebagai ajang mencari jodoh. “Pemahaman orang dari luar itu sangat salah dan keliru” katanya.

Kortanius menjelaskan bahwa muaggau sebenarnya bukan ajang mencari jodoh tetapi sebagai ajang mempererat rasa kekeluargaan dan memupuk kebersamaan. Muaggau yang merupakan kebiasaan orang Mentawai mencari tambahan pelengkap menu makanan saat badai, terjadi satu tahun sekali.21390614_934048750067331_1771802157_o

Kegiatan mencari kepiting endemik dilakukan di sekitar pantai saat bulan purnama secara berkelompok.
Wakil Bupati juga berharap masyarakat mampu menjaga kelestarian aggau dan hanya mengambil kebutuhan secukupnya. Karena Iven muaggau akan digelar setiap tahun. “Kita harapkan masyarakat juga harus menjaga kelestariannya agar aggaunya tidak punah dan diambil secukupnya saja,” tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Mentawai Desti Seminora mengatakan, festival muaggau yang juga merupakan rangkaian acara Festival Pesona Mentawai mulai di gelar dari tanggal 05–07 September 2017. Lebih lanjut Desti menjelaskan tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini yakni dalam rangka melestarikan budaya dan tradisi masyarakat yang hampir punah karena digerus oleh zaman.




Selain itu juga bertujuan mempererat hubungan silaturahmi antar masyarakat di Mentawai yang heterogen, menangkal citra negatif terhadap aktivitas muaggau sekaligus memperkenalkan atraksi dan daya tarik wisata di Kepulauan Mentawai, sehingga dengan demikian diharapkan semakin banyak orang mengunjungi Bumi Sikerei.
Ia berharap momentum festival muaggau ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sarana mengenalkan potensi sumber daya pariwisata yang dimilikinya sekaligus mengenalkan kuliner khas masyarakat Mentawai “Subbet” kepada masyarakat luas dan dapat memberikan dampak bagi masyarakat lokal, terutama dalam hal peningkatan ekonomi masyarakat serta terbukanya lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Setelah membuka acara festival muaggau, Wakil Bupati Kepulauan Mentawai melepas 25 kelompok peserta lomba berburu Aggau yang di mulai pada pukul 19.00-00.00 wib. (Nobel)

Read more
Kepentingan Rakyat Teraniaya, Jika Dana Desa Terbengkalai

Kepentingan Rakyat Teraniaya, Jika Dana Desa Terbengkalai




EkspresNews.com – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno meminta kepada camat yang ada seluruh kabupaten di Sumbar untuk mengawasi penggunaan dana desa di setiap desa atau nagari yang ada pada masing-masing daerahnya. Jangan sampai bantuan pembangunan itu terbengkalai, yang juga dapat membuat kepentingan rakyat teraniaya. Hal tersebut diutarakan Irwan Prayitno, pada saat membukat secara resmi Rapat Koordinasi Provinsi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa di Hotel Axana Padang, Selasa (5/9/2017). Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Bappeda Kab/Kota se-Sumatera Barat, Kepala BPM Kab/Kota, Camat , Walinagari yang menerima Dana Desa. Tenaga ahli dan pendamping se-Sumatera Barat.

Ini diungkap Gubernur Irwan Prayitno untuk menghidari terjadinya persoalan hukum bagi wali nagari, mengingat tidak seluruh wali nagari yang memiliki latar pendidikan yang memadai seperti pengetahuan yang berkaitan dengan administrasi pemerintahan. “Mantan-mantan Kepala Desa banyak masuk penjara karena salah dalam mengelola uang desa, saya lihat hal itu terjadi di Sukamiskin. Saya bukan menakut-nakuti, cuma mengasih tahu, agar tidak terjerat hal yang sama,” katanya,

DSC_9909Gubernur Irwan Prayitno lebih jauh menegaskan, dengan adanya pengawasan dari para camat, tentunya diharapkan bisa mengoptimalkan kinerja para wali nagari dalam membangun desa/nagarinya melalui dana desa tersebut. Pemerintah saat ini, memberikan perhatian pada desa, yakni bantuan berupa dana desa yang cukup besar, yang diswakelola oleh Kepala Desa. Untuk itu, dalam perencanaannya, juga turut didampingi dan diawasi oleh camat dan berserta bupati. Terutama memenuhi syarat-syarat administrasi terkait pencairan anggaran, bisa segera asal syaratnya lengkap. Syarat tersebut, antara lain adanya Laporan Pertanggungjawaban setiap kegiatan. “Bantuan pemerintah itu banyak. Rakor diperuntukkan agar bantuan-bantuan ini bisa direncanakan penggunaannya dengan baik, bisa dijalankan dengan baik, dan diawasi pelaksanaannya dengan baik. Oleh karena itu, khusus pada camat, harus pandai mengawasi ini, dan bantuan tersebut jangan sampai terbengkalai,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Irwan menghimbau dalam pengelolaan dana desa di nagari mesti dilakukan secara kompak, duduk bersama. Jangan merasa walinagari lebih tinggi lalu berjalan sendiri, tokoh-tokoh masyara jangan pula mendahulukan kepentingan sepihak.

Dan yang terpenting menyamakan persepsi bersama stakeholder serta pemangku kepentingan di sebuah nagari, bagaimana kegiatan tersebut dapat diwujudkan dengan baik serta mendapat dukungan semua pihak. “Maka dari itu rencanakan secara bersama, kalau ada masalah selesaikan bersama, hingga pembangunan yang dibiayai dengan dana desa menjadi milik bersama. Lalu juga perlu sinergi dan komunikasi bersama camat dan Bamus yang harus bersinergi mengurus nagari,” ujarnya.




Irwan berharap, agar para walinagari mengikuti aturan dalam menggunakan uang untuk suatu pembangunan. Apalagi untuk kepentingan masyarakat, salah urus bisa jadi temuan, dan konsekuensinya harus menggantinya. Sedangkan untuk para pendamping dana desa, jangan pendamping sampai tidak tahu cara proses pencairan dana tersebut. “Pendamping dana desa itu harus paham pekerjaan, peran dan tupoksinya. Pendamping juga harus hati-hati dalam memberi masukan gar tak masuk jeruji. Saya harap semua pendamping kerja profesional,” harapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat yang diwakili Drs. Erman Rahman,MSi, menyampaikan tujuan pelaksanaan kegaiatan ini, untuk meningkatkan koordinasi dan pengendalian kinerja pendamping dalam rangka mengawal dan penerapan UU Desa, mengevaluasi pelaksanaan P3MD di setiap nagari yang mendapat bantuan dana desa. (Rel/Asra)

Read more