Masyarakat Adat Seko Akan Tetap Berdiri Di Tanah Seko

Masyarakat Adat Seko Akan Tetap Berdiri Di Tanah Seko

Sejak munculnya penolakan dari Masyarakat Adat Seko terhadap rencana proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Seko, nama “Seko” mengemuka di berbagai media massa maupun media sosial. Kasus Seko sebenarnya bukanlah hal yang baru. Sudah banyak rencana investasi yang akan dilakukan di “Jantung Sulawesi” ini. Mulai dari HPH, perkebunan skala besar, pertambangan emas dan nikel. Namum berbagai investasi yang akan mengancam keberadaan masyarakat adat yang ada di Seko ini tidak berjalan mulus. Masyarakat Adat Seko menolak masuknya investasi yang bisa merusak kelestarian dataran tinggi dan pegunungan yang ada di Seko.

EkspresNews.com – Tidak banyak yang tahu dimana Masyarakat Adat Seko berada. Tapi jika datang ke Seko, rasa takjub akan keindahan alam yang ada di Seko sepanjang perjalanan tidak akan pernah berhenti. Perjalanan dari Masamba akan diawali dengan menyusuri sungai, punggungan bukit dan melihat berbagai macam vegetasi tanaman. Mulai dari hutan lebat dataran rendah hingga padang savana. Hamparan sawah berjajar rapih disetiap lembahnya. Seko adalah sebuah daratan yang berada di ketinggian diatas 1200 meter dari permukaan laut yang ada di Kabupaten Luwu Utara.

WhatsApp Image 2017-08-13 at 21.01.56Pada tahun 2012 sebuah perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) memperoleh Perpanjangan izin Prinsip dari Pemerintah Daerah Luwu Utara untuk melakukan survey untuk pembangunan PLTA di Wilayah Adat Seko dengan kapasitas 480 MW. Dengan adanya rencana pemerintah dan perusahaan inilah, masyarakat Adat Seko mulai gundah dan terganggu kedamaiannya yang selama ini sudah mereka rasakan.

Masyarakat Adat Seko khususnya Seko Tengah yang didalamnya terdapat Komunitas adat Pohoneang, Hoyane dan Amballong (SK Bupati Nomor 300 Tahun 2004 Tentang Pengakuan Masyarakat Adat Seko). Perjuangan mereka yang telah mendapatkan pengakuan atas wilayah adatnya pada tahun 2004 tidak dihormati oleh pemerintahan yang sekarang. Secara tegas dan konsisten Masyarakat Adat Seko menolak proyek pembangunan PLTA. Perjuangan mereka untuk mempertahankan wilayah adatnya ini direspon dengan laporan Pidana oleh pihak perusahaan yang berakhir pada penangkapan 14 orang sejak bulan Agustus 2016. Amisandi adalah salah satu tokoh pejuang Masyarakat Adat Seko yang ditangkap saat itu.

Perlawanan terbuka oleh Masyarakat Adat Seko tidak hanya dilakukan oleh kelompok lelaki dewasa, tetapi juga kelompok perempuan. Pada Februari sampai April 2017 lalu, sekitar 400 perempuan adat mendirikan tenda di lokasi pengeboran perusahaan sebagai bentuk protes. Namun, tenda-tenda itu sudah tak lagi berdiri sejak aparat dari Polres Masamba melakukan pengusiran dengan menembakkan gas air mata. Menghancurkan dapur darurat para ibu di sana. Masyarakat kian cemas, takut, dan marah.

Melihat situasi Seko dan konflik yang terjadi di Seko, Indonesia Nature Film Society (INFIS) bekerjasama dengan Handcrafted Films dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) mencoba mendokumentasikan seperti apa konflik yang terjadi dan bagaimana dengan situasi terakhir di Seko. Pendokumentasian dilakukan dengan melakukan wawancara para tokoh, pemuda dan kaum perempuan di Seko. Film dokumenter berdurasi 12 menit ini berjudul Salombengan Seko. Pembuatan film ini merupakan bagaian dari kampanye global “Siapa Lagi Kalau Bukan Kita”, yaitu sebuah kampanye tentang perjuangan masyarakat adat di beberapa negara yang berjuang untuk mempertahankan wilayah adatnya.

Film “Salombengan Seko” sebagai salah satu upaya meneruskan harapan Masyarakat Adat Seko. Menyampaikan suara-suara Masyarakat Adat Seko yang diabaikan. Merekam kriminalisasi yang terjadi di Seko dan upaya pemerintah dan perusahaan dalam memuluskan aktivitas survey perusahaan. Kolaborasi ini sekaligus untuk memberi dukungan, membangun solidaritas mayarakat lebih luas terhadap Masyarakat Adat Seko.

“Harapan saya, khususnya kami orang-orang Seko, kampanye ini bisa meningkatkan kesadaran kami orang-orang Seko untuk menolak PLTA. Karena kami mempertahankan hak, pusaka, identitas, jati diri, nilai dan sejarah kami sebagai orang Seko. Ini alasan utama kami menolak kehadiran PLTA PT Seko Power Prima di Seko. Setelah pemutaran film ini, masyarakat luas diluar Seko bisa menilai kenyataan secara jujur. Selama ini yang ada mereka seolah-olah mendapat berita yang salah bahwa masyarakat Seko menerima pembangunan PLTA. Padahal Tidak. Kami sudah tolak sepenuhnya sejak tahun 2013 sampai saat ini” kata Amisandi.

Amisandi yang sudah bebas dari penjara pada tanggal 1 Agustus 2017, hadir sebagai salah satu pembicara dalam pemutaran perdana film Salombengan Seko. Pembicara lainnya yang hadir adalah Ketua Badan Pengurus Perkumpulan Wallacea Sainal Abidin, Anggota Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara (PPMAN) Ibrahim Massidenreng, dan Anggota Dewan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Region Sulawesi Mahir Takaka.

Pemutaran Perdana Film ini dilaksanakan oleh BEM IAIN Palopo di Aula Serbaguna IAIN Palopo pada pukul 19.30 WIT. Kegiatan ini didukung oleh Perkumpulan Wallacea, LPM To’ Ciung Unanda, Sema FISIP Unanda, Germas Lutra, PC. PMII Palopo, Pemilar, Gusdurian Palopo, Eksekutif LMND Palopo, Suladwiva[dot]co, dan Radio Swara Tokelakaju, Solidaritas Peduli Seko. Pemutaran film ini sekaligus memperingati perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) pada tanggal 9 Agustus 2017. (Rel/SanFirst)




Read more
Kegiatan Pacu Jawi Perdana di Sawahlunto

Kegiatan Pacu Jawi Perdana di Sawahlunto

EkspresNews.com – Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 Sawahlunto gelar Pacu Jawi pertama kali di Desa Batu Tanjuang, Kecamatan Talawi. Kegiatan pacu jawi tersebut diikuti sebanyak 150 Jawi banyak di buru fotografer luar negeri. Pacu Jawi merupakan badaya anak nagari dalam menyambut perta panen. Sehingga Pacu Jawi dilaksanakan di areal persawahan petani yang berair.

“Pacu Jawi ini pertama kali berlangsung di Sawahlunto, sehingga dengan ivent Pacu Jawi ini dapat menambah destinasi wisata di kota Sawahlunto. Selain itu, iven ini untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan bagi masyarakat sekitar dapat manfaat dengan bardagang. Pacu Jawi ini dilaksanakan dalam rangka menyongsong kemerdekaan RI ke 72,” ujar Marwan, Kepala Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi, Sawahlunto, kepada wartawan, Sabtu, (5/7).

Ia menyebutkan bahwa iven Pacu Jawi tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang ada di sekitar. Warga sekitar dapat mengais rezeki dengan berjualan di sekitaran arena Pacu Jawi berbagai aneka makanan khas kota Sawahlunto. “Pacu Jawi juga dapat mengundang pengunjung dan wisatawan yang menyaksikan langsung Pacu Jawi. Adanya iben ini dapat mempromosikan Pacu Jawi bernilai jual tinggi di masa mendatang,” katanya.

Ismed, Wakil Walikota Sawahlunto menyebutkan bahwa kegiatan Pacu Jawi merupakan Sport tousizem sehingga menambah destinasi wisata di Sawahlunto. Sistem Paju Jawi yang akan dilaksanakan secara teknis akan dipandu langsung oleh Persatuan Olah Raga Pacu Jawi, (Porwi) Tanah Datar.

“Ada sebanyak 150 ekor jawi berserta joki yang akan bertanding di arena sawah Desa Batu Tanjuang. Iven Pacu Jawi tersebut akan menambah gairah peternak sapi yang ada di Sawahlunto. Sehingga kedepan ada pula atlet pacu jawi di kota Sawahlunto. Kemudian, pacu jawi ini menambah wisata yang ada di Sawahlunto. Pacu jawi ini akan di selenggarakan menjadi iven tahunan, untuk di selenggarakan,” ungkapnya.

Sarbit Pakiah Kayo, 60, peserta asal Pariangan Tanah Tadar mengaku bahwa dirinya membawa empat ekor sapi untuk ikut serta Pacu Jawi di Sawahlunto. Sebelumnya Pacu Jawi dilakukan para petani dan masyarakat sekitar Tanah Datar untuk mengisi waktu setelah masa panen yang menjadi hiburan. Pacu Jawi biasanya diadakan 3 kali setahun di Tanah Datar dirinya mulai “masuak sawah”(terjun sebagai joki) sejak duduk Sekolah Dasar. Pacu Jawi menggunakan area sawah yang sudah basah.

“Filosofi Pacu Jawi adalah pemimpin dan rakyat bisa berjalan bersama. Pacu Jawi berlansung dua ekor dengan dua cara yakni, pacu bendera dengan mengandalkan kecepatan. Jika bendera sudah di angkat atau di kibarkan maka jawi akan berlari. Bisanya ada tiga pasang jawi yang akan berpacu dari star dengan kode bendera di angkat ke atas hingga sampai pinis,” ujarnya.

Kemudian, cara penilaian pacu jawi kedua, kata dia, pemenangnya tidak ditentukan siapa tercepat tetapi joki  harus mengendarai jawi bisa berlari lurus. Artinya Jawi tidak memisah dari kawannya dan jalan lurus hingga sampai finis, maka akan lebih tinggi nilainya poinnya ermasuk harga jual Jawi itu sendiri.

“Jika lari jawi tidak lurus, maka joki bisa mengulangi pacu hingga tiga kali sampai lurus dan diberikan kesempatan untuk memperbaiki. Jika selama tiga kali gagal maka jawi pacu tersebut tidak menang. Makanya ada Pacu Jawi dilepas sendirian dan tidak dipasang lawan. Cara ini dibuat agar tidak saling berbenturan satu sama lain yang berisiko tinggi,” ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa Joki memakai alat bajak pacu terbuat dari bambu sebagai alat berpijak sewaktu perlombaan berlangsung. Bajak tersebut merupakan salah satu peralatan digunakan petani untuk membajak sawah. Kemudian, Joki pada saat mengendalikan Jawi akan menggigit ekor sapi agar lari Jawi semakin kencang larinya. (Eraflah)

 



Read more
Sediakan Ambulan Gratis, Bupati Apresiasi Kepala Jorong Panjaringan

Sediakan Ambulan Gratis, Bupati Apresiasi Kepala Jorong Panjaringan

EkspresNews.com – Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi mengapresiasi Kepala Kepala Jorong Kenagarian Bukik Limbuku Kecamatan Harau Panjaringan Ujang (55) yang menyediakan ambulan gratis bagi warganya. Kegiatan sosial yang menjadi inovasi itu hendaknya ditiru oleh kepala jorong atau wali nagari lain,” ungkap Bupati Irfendi ketika melihat langsung ambulan yang berasal dari mobil pribadi Ujang.

Sejak keberadaan mobil ambulan tersebut, masyarakat yang tertimpa musibah, sakit dan meninggal dunia tidak perlu khawatir lagi kesulitan mendapatkan pelayanan. Sebab, mobil pribadi jenis Honda Jazz milik kepala jorong yang sudah disulap jadi ambulan itu siap melayani selama 24 jam tanpa pungutan bayaranLebih lanjut Irfendi mengatakan, ini bagian dari pelayanan bagi masyarakat. Dengan adanya ambulan di jorong tersebut, tentunya setiap warga yang membutuhkan bisa dengan segera mendapatkan pelayanan. Lebih menggembirakannya, layanan bisa didapatkan secara gratis, khususnya buat warga miskin. “Ini ide cemerlang yang perlu ditularkan pada nagari atau jorong lain. Kita mengapresiasi dan berterimakasih kepada pak Ujang,” ulang Irfendi.

Dengan adanya ambulan jorong ini, setiap warga yang tertimpa musibah atau sakit yang membutuhkan pertolongan medis di rumah sakit atau puskesmas dapat ditangani secara cepat.Hebat sekali, setiap warga yang membutuhkan ambulan itu tinggal menghubungi kepala jorongnya. Mobil unit bidang kesehatan ini jelas sangat membantu warga,” tutur Irfendi yang dianggukkan sejumlah warga Penjaringan.

Putera Koto Tangah Simalanggang itu menyebut, kepala jorong selaku perangkat nagari diharapkan terus berinovasi di segala bidang termasuk di bidang sosial seperti ambulan gratis tersebut.Sebelumnya Kepala Jorong Panjaringan Ujang kepada Bupati Irfendi mengaku berinisiatif menjadikan mobil pribadinya menjadi mobil unit ambulan menyikapi fenomena kesulitan warga yang mengalami sakit parah atau emergensi mendapatkan ambulan buat mengantarnya ke rumah sakit atau puskesmas.

Ide tersebut disambut positif masyarakat, karena faktanya selama ini mereka memang tidak mudah mendapatkan layanan  ambulan.Saya memutuskan menjadikan mobil pribadi saya menjadi ambulan karena ini merupakan salahsatu kebutuhan warga kami,” ungkap Ujang. (Nahar Sago)




Read more
Koramil 01 Bukittinggi Laksanakan Imbauan Panglima TNI

Koramil 01 Bukittinggi Laksanakan Imbauan Panglima TNI

EkspresNews.com – Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 72, Koramil 01 Kota Bukittinggi melaksanakan imbauan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo agar seluruh jajaran TNI dan masyarakat ikut merayakan dengan menggelar murojaah dan membaca ayat-ayat suci yang bertemakan “Murojaah untuk Indonesia Kasih Sayang” pada tanggal 17 Agustus 2017 pukul 17.00 WIB s/d 18.00 WIB. Gerakan aksi ini disebut dengan aksi 171717.

Hal tersebut diungkapkan oleh Babinsa Koramil 01 Kota Bukittinggi, Serka Arfiyasrul kepada Indonesia Raya diruang kerjanya, Selasa (08/08/2017) yang lalu. Serka Arfiyasrul mengajak masyarakat Bukittinggi untuk melaksanakan kegiatan zikir dan doa bersama. “Kita disaat itu, hari itu, atau jam itu, kita melaksanakan zikir bersama dan doa bersama yang bertempatkan di Masjid-Masjid atau Musalla”, ujar Serka Arfiyasrul.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan aksi 171717, Koramil 01 Kota Bukittinggi telah menggandeng Pemerintah Kelurahan Pakan Kurai serta seluruh lapisan masyarakat untuk melaksanakan murojaah yang akan dilaksanakan di Masjid-Masjid dan Musalla.

“Kami mengundang Lurah Pakan Kurai untuk melaksanakan imbauan Panglima TNI Gatot Nurmantyo supaya pada hari Kamis tanggal 17 Agustus 2017 tepatnya 171717, dengan artinya tanggal 17 Agustus pukul 17.00 WIB tahun 2017 untuk melaksanakan zikir bersama dan doa bersama yang bertempat di Masjid-Masjid atau Musalla. Jadi kita berkoordinasi dengan kelurahan setempat, mengimbau dan mengajak masyarakat,” ujarnya.

Kemudian, kepada Indonesia Raya, Bintara Tinggi Tata Usaha dan Urusan Dinas Administrasi (Bati tuud) Koramil 01 Kota Bukittinggi, Pelka Asrizal Sikumbang mengatakan setelah doa bersama, TNI akan menyampaikan bahwa tanggal 17 inilah Indonesia merdeka. “Kita akan menyampaikan kepada masyarakat bahwa tanggal 17 inilah Indonesia merdeka, jadi masyarakat menumbuhkan jiwa pedulinya pada NKRI,” ujar Pelda Asrizal Sikumbang.

Sementara itu, imbauan ini, kata Arfi lagi, tidak hanya berlaku satu jam saja pada tanggal 17 Agustus. Akan tetapi diupayakan tetap berkelanjutan, karena kita berdoa bersama untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dia juga mengharapkan dukungan dari masyarakat. “Insya Allah kegiatan ini akan berlanjut, NKRI ini adalah harga mati dan harus kita syukuri. Kalau tidak ada dukungan dari masyarakat atau warga Bangsa Indonesia kita tidak dapat berbuat apa-apa,” tambahnya.

Pada waktu yang bersamaan, Kelurahan Pakan Kurai menyambut baik gerakan aksi yang dilakukan oleh TNI dan harus didukung bersama-sama. “Ini merupakan imbauan yang amat mulia, imbauan hamba pada Rabb. Itu wajib! Ini sesuai dengan pembukaan UUD 1945, atas berkat Rahmat Allah yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya. Imbauan tersebut sangat kita dukung, sangat bagus dan sangat amat mulia,” ujar Lurah Pakan Kurai, Tomi Hidayat kepada Indonesia Raya. (Yasir)




Read more
Masyarakat Gelugur Peduli Akses Jalannya Yang Hancur

Masyarakat Gelugur Peduli Akses Jalannya Yang Hancur

EkspresNews.com – Kepedulian terhadap akses jalan  bagi warga nagari Gelugur Kapur IX Kabupaten Limapuluh kota kini mulai tampak, mereka turun bersama-sama untuk memperbaiki jalan yang merupakan urat nadi perekonomian mereka yang hancur terkena musyibah  bencana alam beberapa bulan lalu.

Sekedar kemampuan yang mereka  miliki, telah mereka telah lakukan, karena masyarakat Nagari Galugua, menyadari, kalau hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah, daerah mereka akan mengalami kesulitan yang lama, untuk menunggu uluran dari pihak pemerintah, mereka berupaya agar keluhan yang mereka rasakan selama ini sedikit terobati. Pemkab Limapuluh Kota, dan Pemfrov Sumatera Barat, tentu tidak akan tinggal diam, untuk sementara warga memanfaatkan bantuan semen PT Semen Padang ada bagian-bagian jalan yang dilakukan pencoran.

Nagari GelugurCamat Kapur IX Andri Yasmen saat dihubungi dari Payakumbuh, Kamis, mengatakan 500 sak semen tersebut diprioritaskan untuk sejumlah titik jalan jorong (dusun) yang dianggap sangat darurat dan membahayakan nyawa masyarakat. Begitu juga ruas jalan yang rusak akibat bencana banjir dan longsor pada Maret 2017. “Masyarakat sudah mulai merealisasikan bantuan yang diberikan PT Semen Padang. Ini dikerjakan secara swadaya melalui program gerbang mas,” kata dia.

Ia mengatakan pengerjaan pengecoran itu dilakukan secara swadaya, bahkan sejak jauh-jauh hari masyarakat Galugua sudah melakukan gotong royong untuk mengangkut pasir dan kerikil ke titik jalan yang dikategorikan parah. Pengerjaanya secara swadaya, jadi masyarakat sudah mengejakannya sejak lama. Dimana pasir dan kerikil sudah tersedia, tinggal semen. Sekarang semuanya sudah lengkap, dan pengerjaan sudah dimulai,” ujarnya.

Menurutnya, antusias masyarakat untuk memperbaiki jalan menuju nagari yang berbatasan lansung dengan Provinsi Riau cukup tinggi, hal itu dikarenakan tingginya harapan masyarakat untuk menikmati jalan yang layak.Melihat tingginya antusias masyarakat, diperkirakan 500 semen itu dapat dikerjakan dengan cepat dari waktu yang ditetapkan. Jika realisasinya sudah selesa, maka akan segera disampaikan kepada PT. Semen Padang agar dikirim 500 sak lagi.

Seperti diketahui saat banjir dan longsor Maret lalu, PT Semen Padang berjanji memberikan bantuan sebanyak 1000 sak semen untuk Galugua. Akan tetapi penyaluran tidak sekaligus, dan melihat realisasi bantuan sebelumnya.Kalau nanti sudah habis, kami akan laporkan kepada PT. Semen Padang. Mudah-mudahan melihat realisasi semen 500 sak ini pabrik semen itu kembali merealisasikan janjinya yang 500 sak lagi,” kata dia.

Saat dimulainya kegiatan gotong royong dalam program gerbang mas itu, dibuka lansung Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, sejumlah Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), serta tokoh masyarakat.Sebelumnya, salah seorang tokoh masyarakat Nagari Galugua Syarkawi mengatakan daerah itu masih jauh dari keteringgalan, mulai dari infrastruktur, listrik, telekomunikasi, sarana pendidikan, serta kesehatan.

Masyarakat Nagari (desa adat) Galugua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), menagih janji Gubernur Irwan Prayitno terkait pembangunan jalan menuju wilayah itu.

Wali Nagari Galugua Kecamatan Kapur IX Syakban saat dihubungi dari Payakumbuh, Rabu mengatakan Gubernur Sumbar saat mengunjungi Nagari Galugua pascabencana banjir dan longsor yang melanda daerah itu beberapa bulan lalu pernah memberi harapan masyarakat.Hanya saja kepastian pembangunan jalan belum juga menunjukkan titik terangnya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat jalan ke Galugua segera dibangun, sama seperti listrik yang sebentar lagi akan dinikmati masyarakat,” kata dia. (Nahar Sago)




Read more