Menteri Agama Bantu Biaya Sekolah Anak Joya di Bekasi

Menteri Agama Bantu Biaya Sekolah Anak Joya di Bekasi

EkspresNews.com – Tujuh hari setelah kematian tragis M Alzahra alias Joya (35), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengunjungi keluarga pria yang dibakar hidup-hidup itu di kediaman mereka. Lukman menemui istri dan keluarga Joya di kontrakan mereka yang sederhana, di Kabupaten Bekasi, Senin (7/8/2017). Saat berkunjung, Menteri Lukman bertemu Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, yang juga mendatangi keluarga korban hari ini.

Dedi mengaku tiba di kediaman Siti Jubaida sekitar pukul 09.00 WIB. Dia disambut langsung istri, anak, dan ayah korban. “Tidak lama saya tiba, Pak Menteri Lukman datang untuk mengucapkan belasungkawa,” kata Dedi saat berbincang via telepon, Senin. Tidak hanya menyampaikan belasungkawa, kedua tokoh tersebut juga menitipkan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan. Joya yang dibakar hidup-hidup oleh massa di Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa 1 Agustus petang, meninggalkan seorang istri yang tengah hamil 7 bulan dan seorang putra berusia 4 tahun. “Selama ini mereka tinggal di kontrakan,” kata Dedi.

Menteri AgamaMenurut Dedi, Menteri Agama berjanji akan membantu biaya pendidikan anak korban. “Kalau Pak Menteri akan membantu biaya pendidikan anak sulung korban selama empat tahun,” ujar Dedi. Sementara Dedi memberikan bantuan kebutuhan hidup untuk setiap bulan seumur hidup. Jumlahnya disesuaikan dengan penghasilan mendiang Joya yang diharapkan dapat menjadi modal usaha.

Joya meninggal dunia setelah dikeroyok dan dibakar massa di kawasan Pasar Muara, Kabupaten Bekasi, Selasa, 1 Agustus 2017. Pria 35 tahun itu dituduh mencuri amplifier atau pengeras suara di Musala Al Hidayah, Babelan, Bekasi. Jajaran Polrestro Bekasi langsung bekerja cepat. Kapolres Bekasi Kombes Asep Adi Saputra menyebut, aksi main hakim sendiri tidak dibenarkan di negara hukum seperti Indonesia. Apalagi hingga menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga : Polisi Tetapkan Dua Orang Tersangka Pembakaran Pria di Bekasi

Polisi telah memeriksa 10 saksi yang dianggap mengetahui kejadian tersebut. Dari keterangan mereka, polisi berhasil mengidentifikasi terduga pelaku pembakaran pria hidup-hidup. Hingga akhirnya, dua orang ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan. (red)

Read more
Polisi Tetapkan Dua Orang Tersangka Pembakaran Pria di Bekasi

Polisi Tetapkan Dua Orang Tersangka Pembakaran Pria di Bekasi

EkspresNews.com – Polisi telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus pembakaran terhadap MA. MA dibakar hidup-hidup lantaran dituding mencuri amplifier di Mushola Al-Hidayah di Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu. “Dua saksi sudah ditetapkan menjadi tersangka. Inisialnya NNH dan SH,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/8/2017). Argo menjelaskan, SH dan NNH terbukti ikut mengeroyok MA. Pihaknya masih memburu pelaku yang membakar MA.

“NNH ini perannya menendang diperut korban sebanyak 1 kali dan di punggung 2 kali, SH dia menendang punggung 2 kali. Kami masih kembangkan pelaku lain baik itu yang membawa bensin dan korek sedang kita kejar,” kata Argo. Argo mengatakan dua pelaku tersebut dijerat Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara.

Tersangk4MA dikeroyok dan dibakar hidup-hidup oleh massa karena dituduh sebagai pelaku pencurian amplifier milik Mushala Al Hidayah di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi pada Selasa (1/8/2017) lalu. MA awalnya akan dibawa ke balai desa untuk diamankan. Namun, jumlah warga yang ingin mengamankan MA kalah banyak dengan massa yang ingin menghakiminya.

Ternyata kasus pembakaran MA yang dituduh mencuri amplifier di mushala Al-Hidayah, Kampung Cabang Empat, Desa Hurip Jaya, Babelan, Kabupaten Bekasi agaknya “membangunkan” kesadaran warga. Kasus tragis yang menewaskan bapak satu anak itu membuat warga sadar bahwa ada sesuatu yang salah di Indonesia yang disebut sebagai negara hukum ini. Keterkejutan warga terkait peristiwa miris itu tergambar dalam sebuah aksi yang digelar untuk mendukung keluarga MA .

Acara tersebut digelar pada Car Free Day Kota Bekasi pada Minggu (6/8/2017). Sebuah spanduk putih digelar dan warga membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan sekaligus protes. “Saya menyuarakan agar keadilan ditegakkan, pelaku (pembakaran MA) segera ditangkap dan dihukum,” ujar seorang warga Bekasi, Merry (28).

Merry menegaskan, seharusnya warga membuktikan terlebih dahulu tuduhan yang ditudingkan kepada MA. “Jadi jangan menghakimi hingga merenggut nyawa seseorang,” tambah Merry. Hal serupa diungkapkan Sarah (42), juga warga Bekasi, yang ikut membubuhkan tanda tangannya di spanduk tersebut. “Kita kan negara hukum. Warga seharusnya tak langsung mengeroyok dan menewaskan dia,” kata Sarah.

Sedangkan Aden (16), warga Pekayon menyebut aksi solidaritas untuk keluarga MA ini bisa membuat masyarakat peduli dengan situasi di sekitarnya. “Jadi harus tanya dulu, apa benar dia maling atau tukang servis. Jika bisa pelakunya ditindak dengan tegas,” ujar Aden. Penggagas aksi solidaritas ini adalah akun media sosial The New Bikin Geregetan yang juga menjanjikan donasi bagi keluarga MA. “Kami akan memberikan donasi untuk biaya persalinan hingga anaknya berusia satu tahun,” kata Adam Deni, penanggung jawab aksi.

Dukungan politisi

Tragedi MA ini ternyata juga menyengat para politisi di Senayan. Salah satunya adalah anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka. Politisi PDI Perjuangan itu berkunjung ke kediaman MA di Cikarang Utara untuk menjumpai Situ Zubaidah, istri almarhum MA. “Saya turut berduka cita atas musibah yang menimpa suami Ibu Zubaidah, mudah-mudahan ini tak terulang kembali,” kata Rieke.

Rieke menegaskan, tragedi yang menimpa MA menjadi bukti kuat bahwa aksi main hakim sendiri tak bisa dibenarkan. “Saya minta polisi mengusut tuntas kasus ini dan memberi efek jera kepada pelaku. Kita memang tak bisa main hakim sendiri,” tambah Rieke. Rieka menegaskan, untuk memastikan kasus ini berlanjut semua pihak harus ikut mengawal demi keadilan bagi keluarga almarhum MA.

Butuh keadilan

Di sisi lain, Siti Zubaidah (25), istri almarhum MA kini harus menjalani hidupnya bersama putranya AS (4) dan bayi yang akan dilahirkan tanpa sang suami. Setelah hampir sepekan hidup tanpa sang suami, Zubaidah kini mencoba tegar tetapi meminta keadilan untuk sang suami. Zubaidah berharap pelaku pembunuh suaminya segera ditangkap dan dihukum sesuai perbuatannya. “Biar ada efek jera dan jadi pelajaran untuk masyarakat lain. Apabila ada kejadian seperti itu, enggak terjadi lagi sampai ngilangin nyawa orang. Cukup biar saya aja yang ngalamin ini,” kata Zubaidah.

Selain harus hidup tanpa pria yang menjadi pencari nafkah keluarganya, pekerjaan Zubaidah bertambah karena harus menjawab pertanyaan sang putra soal keberadaan ayahnya. “Walaupun banyak orang bilang ayahnya sudah enggak ada dan dia ikut makamin, tapi mungkin dia belum ngerti ayahnya sudah meninggal, setahu dia ayahnya hanya tidur,” ujar Zubaidah. Sepekan setelah ayahnya tiada, AS masih terus bertanya terutama jika saat shalat tiba karena MA selalu menjalankan ibadah di mushala dekat rumahnya. “Kalau pas mau shalat maghrib, ‘mama mana Abi (MA)? Kok enggak shalat, kok enggak Alloh?’. Biasanya dia (AS) selalu shalat sama Abinya,” kata Zubaidah. (red)

Read more
Lantamal II Padang Buka Diksar Taruna BP3 Pariaman

Lantamal II Padang Buka Diksar Taruna BP3 Pariaman

EkspresNews.com – Asisten Operasi Komandan pangkalan Utama TNI Angkatan laut (Asops Danlantamal) II Padang Kolonel Laut (P) Teguh Prasetyo, S.T., M.M., membuka acara Pendidikan Dasar (Diksar) sebanyak 120 Taruna/Taruni Balai Pendidikan Pelatihan dan Pelayaran (BP3) Pariaman bertempat di Pantai Air Manis Padang, Senin (7/8/2017).

Kegiatan Diksar yang diikuti Taruna/Taruni BP3 Pariaman akan diberikan materi-materi seperti displin, wawasan kebangsaan, serta kegiatan lapangan yang akan diberikan oleh instruktur dari personel Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) II Padang selama empat hari sehingga diharapkan setelah melaksanakan pendidikan dasar ini Taruna/Taruni memiliki sikap disiplin dan tanggung jawab serta rasa kebersamaan antara Taruna/Taruni BP3 Pariaman.

Hadir dalam pembukaan Diksar Taruna/Taruni BP3 Pariaman antara lain Danyonmarhanlan II Padang, Perwira Lantamal II Padang, Kepala BP3 Pariaman dan Staf BP3 Pariaman. Demikian berita Dinas Penerangan Lantamal II Padang. (rel)

Read more
Unjuk Rasa Desak Patung Megah di Klenteng Tuban Dirobohkan

Unjuk Rasa Desak Patung Megah di Klenteng Tuban Dirobohkan

EkspresNews.com – Massa dari gabungan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Surabaya menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Jawa Timur Surabaya, Senin (7/8/2017). Mereka meminta patung panglima perang Tiongkok, Kongco Kwan Sing Tee Koen di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, Jawa Timur, segera dirobohkan. Selain berorasi, massa juga membawa puluhan poster bernada protes dan gambar patung Kongco Kwan Sing Tee Koen bertulisakan “Robohkan”.

Aksi dikawal puluhan polisi karena di dalam gedung DPRD Jatim sedang berlangsung sidang paripurna. Didik Muadi, korlap aksi, menilai, patung setinggi lebih dari 30 meter yang berdiri megah menghadap ke laut tersebut tidak pantas berada di negara Indonesia. “Patung tersebut tidak ada kaitan sejarah dengan bangsa Indonesia. Masih banyak pahlawan Indonesia atau tokoh pejuang daerah yang lebih pantas dijadikan patung di Tuban,” tandasnya yang dilansir Kompas.

Dia juga menyebut, berdirinya patung tersebut tidak memiliki izin bangunan. Karena itu, dia mendesak pemerintah daerah setempat segera mengambil tindakan tegas kepada patung tersebut. Aksi tersebut, kata Didik, murni gerakan bangsa Indonesia yang ingin agar para pahlawan dihormati. “Aksi ini tidak ada tendensi sentimen agama tertentu. Ini murni sikap anak bangsa yang tidak ingin bangsanya diinjak-injak oleh bangsa lain,” tegasnya. (Ega)

Read more
Latihan SAR dan Kontijensi Bencana Alam

Latihan SAR dan Kontijensi Bencana Alam

EkspresNews.com – Komandan pangkalan Utama TNI Angkatan laut (Danlantamal) II Padang Laksma TNI Rudwin Thalib, S.E., membuka acara latihan SAR (Search And Rescue) dan Kontijensi Bencana Alam Lantamal II bertempat di gedung serbaguna Nanggala, Senin (7/8/2017).

Dalam sambutan Danlantamal II mengatakan, pelatihan SAR dan kontijensi bencana ala mini bertujuan untuk meningkatkan dan menguji tingkat kesiapsiagaan operasional Lantamal II dalam merespon kontijensi yang mungkin terjadi seperti pencarian dan penyelamatan di laut dalam pelaksanaan latihan dapat saling bekerjasama dan koordinasi antar instansi terkait dalam operasi pencarian dan penyelamatan di laut.

Dan Buka Latihan1Lebih lanjut, kedepan dari hasil penyelenggaraan latihan SAR dan kontijensi bencana alam Lantamal II mampu meningkatkan keterampilan dan maneuver prajurit baik perorangan maupun dalam bentuk kelompok yang handal dan professional sesuai tujuan dibentuknya tim SAR dan Kontijensi bencana alam Lantamal II yaitu untuk membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan di wilayah kerja Lantamal II secara cepat serta selama kegiatan latihan dilaksanakan harus mengutamakan Zero Accident.

Dalam latihan tersebut diikuti oleh 100 personel Lantamal II Padang yang nantinya akan diberikan materi baik pelajaran teori maupun praktek dilapangan selama dua minggu yang akan dilatih dari intern Lantamal II Padang sendiri serta instansi terkait.

Hadir pada pembukaan latihan SAR dan Kontijensi Bencana alam Lantamal II antara lain Wadan Lantamal II Kolonel Marinir Lasmono, para Asisten Danlantamal II, para Kadis/Kasatker, Perwira, Bintara dan Tamtama Lantamal II Padang. Demikian berita Dinas Penerangan Lantamal II Padang. (Rel)

Read more