Kembali Sekolah Walau Minim Sarana dan Prasarana

Kembali Sekolah Walau Minim Sarana dan Prasarana

EkspresNews.com – Sejak seminggu terakhir, proses belajar dan mengajar di Kecamatan Pangkalan Koto Baru sudah dimulai kembali, seluruh TK, SD dan Madrasah Ibtidaiyah yang terdampak banjir di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Limapuluh Kota, sudah kembali memulai proses belajar-mengajar. Sebagian besar murid yang datang ke sekolah masih belum memakai seragam lengkap. Buku-buku dan tas juga masih sangat terbatas. Kondisi ini sempat dikabarkan mantan Rektor Unand Profesor Werry Darta Taifur beberapa waktu lalu.

werryWerry yang pergi mengantar bantuan ke Pangkalan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Gonjong Limo Padang (komunitas perantau Payakumbuh dan Limapuluh Kota di Padang) menyebut, setelah mengelilingi nagari yang tertimpa bencana perwakilan Gonjong Lima Padang berkesimpulan tas sekolah, buku dan alat tulis anak-anak warga korban banjir banyak yang hilang. “Mereka yang tidak banyak punya buku, tas sekolah dan alat tulis cukup banyak. Perlu juga menjadi perhatian, agar siswa SD dapat belajar dengan baik. Kemudian, perangkat sekolah dasar yang rusak, hancur dan alat mengajar lainnya, juga sangat diperlukan. Selain bantuan makanan dan yang diberikan sekarang, masyarakat juga memerlukan tikar, alas tidur, kain sarung dan mukenah,” kata Profesor Werry, Minggu (12/3).

Menyikapi masih banyaknya murid TK dan SD di Pangkalan yang kekurangan buku tulis, Baznas Limapuluh Kota yang beberapa hari terakhir menggalang bantuan dan menyalurkan 1000 kodi buku tulis, pena dan alat peraga. Bantuan senilai Rp 75 juta itu didistribusikan melalui kepala sekolah di UPTT Dinas Pendidikan Kecamatan Pangkalan dan Kapur IX. Ketua Baznas Limapuluh Kota, Desembri Chaniago memimpin langsung pendistribusian 1000 kodi buku tersebut. Bersamaan Desembri, juga ikut mendampingi Wakil Ketua H Jayusman H Akmul dan H Nursal. Sejumlah bantuan yang diantarkan langsung itu, adalah bentuk penyaluran dari berbagai sumbangan yang dihimpun Baznas.

“Kami hanya menyalurkan. Sebab, bantuan yang sudah kami antarkan itu adalah sumbangan dari berbagai pihak, baik yang mengantarkannya langsung ke posko penanggulangan banjir di kantor Baznas, maupun yang mengirimnya melalui rekening bank,” kata Desembri.

Dia menyebut, sejak kejadian banjir, Baznas telah menyalurkan tidak kurang Rp 125 juta. Jumlah itu baik berupa beras dan segala macam kebutuhan dapur umum yang secara darurat dibuat Pemkab, berasal dari Baznas. Bantuan yang terkumpul di Baznas, disebar merata ke delapan kecamatan yang terkena musibah. Hanya hitungan beberapa jam usai kejadian, kami telah koordinasikan kepada Baznas se-Sumbar,” ujar Desembri. (NS)

Read more
ISI Tetap di Padang Panjang

ISI Tetap di Padang Panjang

EkspresNews.com – ISI Padang Panjang tidak akan pindah. Kami akan tetap disini, karena orang sudah tahu bahwa ISI itu ada dan berkembang di Padang Panjang. Demikian antara lain disampaikan Purek I ISI Padang Panjang Ediwar, M.Hum, Ph.D diruangannya, didampingi Purek II Purwo Prihatin, S.Sn, M.Hum dan Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Sistem Informasi (AAKPSI) Drs. Ali Umar, MM, Rabu, (15/3).
Dikatakan, demi perkembangan ISI selanjutnya, Pemkab Padang Pariaman menyediakan lahan seluas 40 HA. Lahan tersebut bertempat di Nagari Kepala Hilalang Kecamatan 2×11 Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman dan telah diserahkan secara resmi oleh Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni kepada Menteri Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti) Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D, Ak,  yang kemudian diserahkan kepada Rektor ISI Padang Panjang Prof. Dr. H. Novesar Jamarun, MS.
Lebih lanjut dikatakan, lahan tersebut akan dingunakan untuk membangun kampus 2 ISI Padang Panjang. Perluasan ini juga akan diiringi dengan pengembangan fakultas dan prodi baru. Direncanakan meliputi Fakultas Pendidikan Seni, Fakultas Ilmu Budaya dan lainnya. Dengan 2 fakultas yang ada sekarang, ditargetkan akan ada 6 fakultas yang nantinya akan kelola. Seiring pengembangan tersebut nantinya ISI Padang Panjang juga akan berganti nama menjadi Universitas Seni Budaya Indonesia (USBI).
Bahkan 2017 ini kami akan membangun asrama kampus yang masih tetap berlokasi di Padang Panjang. Kabupaten Padang Pariaman memang menyediakan sekitar 605 Hektar tanah untuk pembangunan Rumah sakit, Perguruan Tinggi dan lainnya. Berbarengan dengan ISI Padang Panjang, Universitas Negeri Padang, Poli Teknik Negeri Padang dan beberapa perguruan tinggi lainnya yang juga telah mendapat tanah hibah dari Pemkab Padang Pariaman.
(AS)
Read more