Halal Bi Halal Presiden Jokowi di Istana Negara

0

EkspresNews.com – Mengawali hari kerja pertama seusai libur lebaran, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyelenggarakan acara silaturahmi dan Halal bi Halal Idul Fitri 1437 Hijriah dengan para menteri Kabinet Kerja, pimpinan lembaga negara, dan pejabat eselon I Kementerian Sekretariat Negara, Sekretaris Kabinet, dan Kantor Staf Kepresidenan, serta pejabat dan staf Sekretaris Presiden, di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/7) pagi.

Pada acara yang berlangsung sejak pukul 09.30 WIB itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Ibu Iriana Jokowi, sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga hadir di acara tersebut dengan didampingi Ibu Mufidah Kalla.

Tampak hadir dalam acara Silaturahmi dan Halal bi Halal itu anatara lain Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Staf Khusus Presiden Johan Budi masing-masing bersama istri.

Selain itu juga tampak hadir Menko Polhukam Luhut B. Pandjaitan, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menlu Retno Marsudi, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Kepala BKPM Franky Sibarani, Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Jaksa Agung Prasetyo, dan para pimpinan lembaga negara.

Sebelumnya Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana telah menyelenggarakan ‘Open House’, di kompleks Gedung Agung, Istana Kepresidenan Yogyakarta, pada Sabtu (9/7) lalu. Dalam acara yang dihadiri oleh ribuan warga ini, juga tampak hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Ibu Mufidah, Mensesneg Pratikno beserta istri Siti Faridah, dan Seskab Pramono Anung beserta istri Endang Nugrahani.

(Hua)

Comments

comments

About author

redaksi

Redaktur adalah orang yang betanggung jawab penuh terhadap berita yang disuguhkan kepada pembaca. Redaktur umumnya berasal dari reporter lapangan yang dalam kariernya kemudian naik menjadi redaktur muda, madya dan kemudian redaktur kepala atau redaktur bidang, yakni yang membawahi bidang tertentu.